SLEMAN, POPULI.ID– Anggota DPRD Sleman minta untuk tidak berspekulasi terkait keracunan puluhan siswa di Turi yang diduga disebabkan oleh makan bergizi gratis (MBG). Sebelumnya di beritakan, ada 45 siswa dari berbagai sekolah di Turi diduga keracunan MBG, Senin (7/9/2026).
“Jangan berspekulasi sebelum hasil laboratorium dan investigasi epidemiologis selesai. Tetapi jangan pula menganggap ringan setiap laporan dari masyarakat,” tegasnya.
Wahyudi mengatakan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama. “Program MBG adalah program yang sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan investasi bagi masa depan generasi bangsa. Namun, makanan bergizi harus dipastikan bukan hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman, higienis, layak konsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan,” kata anggota Dewan dapil 1 Sleman yang meliputi Kapanewon Sleman, Tempel dan Turi.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meminta seluruh pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, SPPG, satuan pendidikan, pemerintah kapanewon dan Pemkab Sleman untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan transparan.
Wahyudi juga meminta anak-anak atau penerima manfaat yang mengalami keluhan, penanganan kesehatan harus menjadi yang pertama dan utama. Jangan sampai keluarga yang terdampak justru merasa sendirian menghadapi persoalan biaya pengobatan maupun pendampingan.
Ia juga minta agar kejadian seperti ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan MBG, mulai dari pemilihan dan kualitas bahan baku, proses memasak, kebersihan dapur, tenaga pengolah makanan, penyimpanan, pengemasan, waktu distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak.
Sebagai lembaga DPRD, Wahyudi mengatakan, ia menjalankan salah satu fungsi DPRD yaitu di bidang pengawasan. Ia pun melakukan pengawasan secara konstruktif. “Kita tidak boleh menjadikan persoalan ini sebagai komoditas politik. Yang kita kawal adalah bagaimana negara hadir ketika rakyat membutuhkan perlindungan,” kata Wahyudi yang mengaku prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
Anggota Komisi A ini percaya MBG harus didukung, tetapi dukungan tidak berarti tanpa kritik dan pengawasan. Justru karena program ini menyangkut jutaan anak dan menggunakan sumber daya negara, maka standar pengawasan, transparansi dan akuntabilitasnya harus semakin kuat.
“Semangat politik kerakyatan yang kami perjuangkan di PDI Perjuangan adalah sederhana. Program yang baik harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, dan ketika ada persoalan, negara harus hadir menyelesaikannya,” paparnya.
Anak-anak berhak mendapatkan makanan yang bergizi, aman dan sehat. “MBG kita dukung. Keselamatan anak-anak jauh lebih utama. Pengawasan harus diperkuat, pelayanan harus diperbaiki, dan setiap kejadian harus menjadi pembelajaran untuk memastikan hal serupa tidak terulang kembali,” katanya mengingatkan.
Wahyudi juga minta agar SPPG yang terinidikasi menyebabkan keracunan pada siswa untuk sementara bisa dalam pantauan. “Jika memang dirasa perlu untuk sementara dihentikan operasionalnya,” tegasnya. (*)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



