SLEMAN, POPULI.ID– Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Sleman Khawatir soal kewajiban pajak. Pengurus perlu memiliki kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi persoalan perpajakan.
“Termasuk nanti ada pajak dan sebagainya, sedangkan kami tidak pegang laporannya. Bagaimana nanti Agrinas mempertanggungjawabkannya?” kata Ketua KDMP Sleman, Kliwon Suherman saat diwawancarai, Senin (5/10/2026).
Selain soal pajak, Kliwon juga khawatir terkait mekanisme pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan koperasi yang melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Pihaknya masih memiliki kekhawatiran karena laporan keuangan operasional disebut berada dalam sistem yang dikendalikan PT Agrinas. Sementara itu, pengurus koperasi tetap memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan koperasi kepada anggota.
“Dan sampai terakhir kemarin saya mencoba meyakinkan laporan keuangan dari PT Agrinas harus jadi sama. Padahal koperasi dipertanggungjawabkan kepada anggota,” kata Kliwon.
Menurut Kliwon, mekanisme tersebut perlu mendapatkan kejelasan. Sebab, pengurus akan kesulitan menyusun pertanggungjawaban apabila tidak memiliki akses terhadap laporan keuangan secara menyeluruh. “Bagaimana nanti kalau kita mempertanggungjawabkan operasional kepada pengurus, bagaimana nanti kita membuat laporan?” ujarnya.
Ia menambahkan, sampai sekarang pihaknya belum memperoleh petunjuk teknis (juknis) maupun petunjuk pelaksanaan (juklak) dari PT Agrinas ataupun pemerintah mengenai mekanisme operasional KDMP.
Sementara mengenai keberadaan manajer, Kliwon justru memberikan respons positif. Ia menilai posisi tersebut dibutuhkan untuk memastikan kegiatan koperasi memiliki pihak yang secara jelas bertanggung jawab terhadap pengelolaan operasional. “Kalau saya menilai, manajer sangat positif,” katanya.
Ia mengatakan, sebuah organisasi maupun badan usaha akan sulit berjalan optimal apabila tidak memiliki sosok yang memimpin sekaligus bertanggung jawab atas jalannya kegiatan. “Yang namanya kelembagaan, korporat, tanpa ada yang memimpin dan punya tanggung jawab itu sulit,” imbuhnya.
Kliwon juga tidak mempersoalkan apabila manajer memperoleh gaji sekitar Rp5 juta- Rp6 juta. Menurut dia, besaran tersebut sebanding apabila manajer mampu menjalankan tugas dan memenuhi target yang ditetapkan.
“Kalau saya enggak (masalah), karena kalau saya pola pikir saya, ada manajer yang datang dan ditempatkan di sini, yang penting target tercapai,” jelasnya.
Ia menyebut saat ini baru beberapa KDMP di Sleman yang telah memiliki manajer. Adapun KDMP Sinduadi masih menjalankan pengelolaan dengan mengandalkan sistem gotong royong.
Di sisi lain, KDMP Sinduadi masih mencari lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan gedung koperasi. Lokasi tersebut harus memenuhi standar yang telah ditentukan PT Agrinas.
Kliwon menjelaskan, titik lokasi tersebut menjadi bagian penting sebelum distribusi barang dari PT Agrinas dilakukan. Nantinya, fasilitas yang disiapkan mencakup gerai hingga kendaraan operasional.
“Kalau belum bisa memberikan titik, sehingga dari PT Agrinas belum memberikan barangnya (logistik), karena itu satu paket. Kan ada gerai, pickup dan sebagainya, baru nanti dikirim dagangan,” pungkasnya. (Hadid Pangestu)






![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



