• Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Peneliti UGM Ungkap Musabab Kunjungan Wisata ke Jogja Saat Libur Nataru Membludak

Libur Nataru kali ini terjadi pergeseran tren dalam sektor pariwisata yakni adanya fenomena micro tourism.

byredaksi
January 2, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi ikon pariwisata Yogyakarta

Ikon pariwisata Yogyakarta. [vecteezy/Sandekala Artwork]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Sektor pariwisata nasional mencatatkan pergeseran tren signifikan pada momentum Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) melalui penguatan fenomena micro tourism.

Fenomena microturism atau berwisata dengan berfokus pada perjalanan dengan skala kecil, jarak dekat, dan durasi singkat menjadi tren pariwisata akhir-akhir ini.

BERITA MENARIK LAINNYA

Wisman yang Menumpang KA di Wilayah Daop 6 Periode 2026 Meningkat

Metzdub dan Farid Stevy Kawin, Lahirkan Karya Eksperimental Bertajuk Berani+Bahagia

Pola perjalanan tersebut menekan biaya perjalanan tanpa mengurangi intensitas rekreasi, dengan fokus pada eksplorasi area lokal yang dinilai lebih aman.

Peneliti Pariwisata UGM, M. Yusuf, mengungkapkan bahwa lonjakan wisatawan di destinasi seperti Yogyakarta dan kota tujuan wisata lainnya pada libur Nataru didorong oleh kemudahan akses tol yang memangkas waktu tempuh secara drastis.

Selain aksesibilitas, faktor perceived safety (persepsi keamanan) terhadap bencana alam juga menjadi pertimbangan krusial wisatawan.

“Wisatawan mempersepsikan Jogja memiliki tingkat keamanan yang tinggi atau risiko kerawanan yang rendah sehingga banyak sekali wisatawan hingga membludak,” ujar Yusuf, Jumat (2/1/2025).

Namun, di balik tren tersebut. Yusuf juga memberikan catatan kritis mengenai urgensi mitigasi bencana pada destinasi wisata yang ada.

Pasalnya, setiap destinasi wisata harus memiliki roadmap mitigasi bencana yang berisikan 3 poin penting.

Pertama, identifikasi potensi bencana. Kedua, bagaimana menggunakan sumber daya baik untuk menjadi satu modal atau kekuatan dalam merespon bencana. Ketiga, jika terjadi bencana apa yang harus dilakukan,” rincinya.

Yusuf juga menyoroti penumpukan wisatawan (overtourism) yang kerap terjadi pada akhir pekan. Sebagai solusi, ia menyarankan agar pengelola wisata dapat megembangkan weekdays tourism melalui Health and wellness tourism.

Hal tersebut lantaran peluang untuk menciptakan program wisata pada hari kerja sangat terbuka lebar. Apalagi program itu akan meringankan beban infrastruktur dan akan memecah tumpukan pengunjung di akhir pekan.

“Sasarannya adalah segmen pengusaha, pensiunan, hingga pekerja remote yang tidak terikat jam kantor,” jelasnya.

Yusuf Juga melontarkan kritik keras terhadap wacana mengenai subsidi tiket pesawat. Ia menilai subsidi tiket hanya strategi pemasaran yang tidak menyelesaikan akar persoalan mahalnya biaya transportasi udara.

“Orang jadi berpikir dua kali untuk berwisata jauh itu karena harga tiket pesawat tinggi. Gagasan subsidi tiket hanyalah bahasa pemasaran. Lebih tepat jika ditempuh melalui prosedur penurunan pajak suku cadang pesawat dan maskapai bandara juga  harga avtur,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yusuf juga mengkritisi ide work from mall (WFM) yang dinilai kurang tepat. Ketimbang bekerja dari pusat perbelanjaan besar, ia lebih mendorong konsep bekerja dari destinasi wisata (work from tourism destination).

“Ketimbang menghidupkan kapitalis, mari coba berpihak kepada masyarakat rentan melalui desa wisata yang dikelola masyarakat,” ajaknya.

Sebagai penutup, Yusuf menekankan bahwa pariwisata inklusif adalah kunci karena penyegaran pikiran atau healing merupakan hak seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang membangun ruang publik gratis hingga tingkat kecamatan. Namun, ia juga mengingatkan agar pengelolaanya dilakukan secara profesional dan tidak alakadarnya.

“Pariwisata inklusif sejatinya harus mampu menarik minat masyarakat luas, termasuk dari luar daerah. Tentunya dengan memegang teguh prinsip pengelolaan yang baik dan aspek keselamatan bencana,” pungkasnya.

Tags: Jogjamicro tourismPariwisataPeneliti Pariwisata UGMtiket pesawatYogyakartaYusuf

Related Posts

Penumpang memasuki kereta api dari stasiun Yogyakarta. [Dok. PT KAI]

Wisman yang Menumpang KA di Wilayah Daop 6 Periode 2026 Meningkat

February 22, 2026
musisi dan seniman Metzdub dan Farid Stevy meluncurkan karya kolaboratif eksperimental bertajuk Berani+Bahagia

Metzdub dan Farid Stevy Kawin, Lahirkan Karya Eksperimental Bertajuk Berani+Bahagia

February 20, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Disdikpora DIY Bebas Tugaskan Guru SLB Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

February 20, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Oknum Guru SLB di Yogyakarta Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pelecehan Seksual Murid Difabel

February 20, 2026
Suasana Pasar Sore Kampung Ramadan di Jogokariyan, Kamis (19/2/2026)

Cerita Pedagang Menjemput Rezeki di Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan

February 20, 2026
Wakil Wali Kota Wawan Harmawan berbincang dengan pedagang pasar.

Pemkot Yogyakarta Jamin Kecukupan Pangan Selama Ramadan

February 19, 2026
Next Post
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Jumat (2/1/2026)

Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul, Sakti Wahyu: Dorong Ekonomi Warga Pesisir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.