• Tentang Kami
Thursday, May 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Mustahil Jalani Slow Living di Yogyakarta Bila Masih Terjerat Hal Ini

Selain identik sebagai tujuan wisata, Yogyakarta juga disebut sebagai daerah yang bisa mewujudkan konsep slow living, emang beneran bisa?

byredaksi
January 30, 2026
in headline, Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
A A
0
kawasan Tugu Jogja yang merupakan satu di antara ikon Kota Yogyakarta

kawasan Tugu Jogja yang merupakan satu di antara ikon Kota Yogyakarta. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gaya hidup lambat dan santai yang mengutamakan kualitas waktu ketimbang kuantitas aktivitas atau slow living, kini mulai dilirik sebagian masyarakat di tengah cepatnya ritme hidup modern.

Yogyakarta menjadi satu di antara daerah di Indonesia yang kini identik sebagai tempatnya untuk mewujudkan konsep slow living.

BERITA MENARIK LAINNYA

4 Pengoplos LPG Subsidi ke Tabung Non Subsidi Ditangkap, Polisi: Pelaku Raup Untung Rp75 Juta Per Bulan

Samarkan Narkotika dalam Speaker, Mahasiswa Jakarta Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Bantul

Tapi benarkah bisa hidup dengan konsep slow living di Yogyakarta? Mengingat Yogyakarta hari ini masih menyisakan persoalan klasik, mulai dari kepadatan penduduk, harga tanah yang mencekik hingga UMR kecil.

Satu di antara warga Yogyayarta, Gita (28), menyebut konsep hidup slow living bisa diterapkan di Yogyakarta, asalkan tidak mengikuti ke-fomo-an yang sedang terjadi di seluruh sudut kota. Menurutnya, gaya hidup slow living hanya tergantung cara pandang seseorang menjalani hidup.

“Kalau menurutku slow living di Jogja bisa-bisa saja, tapi dengan syarat tidak mengikuti ke-fomo-an. Orang dengan gaji UMR juga masih bisa slow living, asalkan gaya hidupnya menyesuaikan budget,” ucapnya kepada Populi.id, Kamis (29/1/2026).

Dia menilai, sikap gengsi tinggi, perilaku konsumtif, kecenderungan ingin ikut-ikutanlah yang membuat seseorang susah menjalani hidup santai. Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari segi harga makanan di Yogyakarta masih tergolong murah dan terjangkau.

“Kalau saya sih sudah merasa hidup slow living karena ibu rumah tangga, kegiatanku juga tidak terlalu banyak. Sehari saya juga membatasi pengeluaran maksimal Rp100 ribu, dengan satu anak itupun sudah bisa jajan kemana-mana. Jadi menurutku sudah slow living, tapi tidak tahu kalau menurut orang lain,” paparnya.

Warga lainnya, Niarti (41), menilai hidup slow living di Kota Yogyakarta bisa dilakukan apabila tidak ada beban tagihan atau cicilan kredit. Sebab, dia menganggap biaya hidup di Yogyakarta masih terjangkau, bahkan harga makanan serba murah standar kantong mahasiswa.

“Tergantung punya tagihan atau tidak. Walaupun gaji di bawah UMR tapi tidak punya tagihan atau beban cicilan maka masih bisa hidup nyaman dan santai. Tapi kalau punya cicilan berarti mencukupi itu dulu, jadi harus ngirit,” ujarnya.

Sementara itu, warga pendatang dari Solo, Marsono (50), mengaku sudah merantau ke berbagai kota semisal Bandung, Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera, hingga mengakhiri perantauan di Yogyakarta. Dari seluruh kota yang pernah didatangi, hanya Yogyakarta yang dia rasa paling nyaman.

“Ya menurut hati saya yang paling nyaman itu Jogja, mungkin karena lingkungannya dan pergaulannya yang berbeda,” ujarnya.

Dia mengakui hidupnya lebih santai di Yogyakarta. Terlebih dia berjualan cilok milik sendiri sehingga tidak merasa tertekan atau stres saat menjemput rezeki.

“Saya berusaha sesantai mungkin. Semua kan tergantung bagaimana cara mengurus ekonominya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: gaya hidupJogjaslow livingUMRYogyakarta

Related Posts

Polresta Yogyakarta ungkap kasus pengoplosan isi LPG subsidi ke tabung non subsidi, Rabu (20/5/2025).

4 Pengoplos LPG Subsidi ke Tabung Non Subsidi Ditangkap, Polisi: Pelaku Raup Untung Rp75 Juta Per Bulan

May 21, 2026
Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, menunjukkan barang bukti dalam kasus peredaran narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis yang dilakukan tersangka MIJS (23), di kantor BNNP DIY, Rabu (20/5/2026).

Samarkan Narkotika dalam Speaker, Mahasiswa Jakarta Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Bantul

May 20, 2026
Aktivitas perajin tahu di tempat produksi tahu Bu Sum, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).

Disperindag DIY Pastikan Stok Kedelai Aman Meski Harganya Kini Meroket

May 15, 2026
Suasana Tugu Pal Putih yang menjadi ikon Kota Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).

Sambut Libur Panjang, PHRI DIY Imbau Wisatawan Konfirmasi Ulang Reservasi Hotel Lewat Website Resmi

May 14, 2026
Ilustrasi daycare

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

May 11, 2026
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

May 10, 2026
Next Post
Kepala Bidang Pasar Rakyat Disdag Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo.

Kurangi Tumpukan Sampah Organik di Pasar Giwangan, Disdag Yogyakarta Ajak Pedagang Olah Buah Afkir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Satu diantara SMA terbaik di Bantul yakni SMA N 1 Bantul

10 SMA Terbaik di Bantul, Rekomendasi bagi Pencari Sekolah

June 4, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.