SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan lahan seluas 2 hektare di wilayah Sardonoharjo, Ngaglik, guna mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet sejumlah cabang olah raga termasuk panjat tebing.
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Pelantikan Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sleman Masa Bakti 2026–2030 yang digelar di Pendopo DPRD Sleman, Jumat (30/1/2026).
Pelantikan pengurus FPTI Sleman dilakukan oleh Ketua Pengda FPTI DIY, Didik Wardaya. Dalam kepengurusan baru tersebut, Untung Basuki Rachmad dipercaya sebagai Ketua FPTI Kabupaten Sleman.
Ketua Pengda FPTI DIY, Didik Wardaya, menekankan bahwa olahraga panjat tebing membutuhkan disiplin tinggi, keberanian, serta pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan. Ia berharap kepengurusan baru FPTI Sleman dapat segera menjalankan program kerja yang nyata dan terukur.
“Fokus utama harus pada pembinaan atlet, penguatan organisasi, serta perluasan partisipasi generasi muda. Pembinaan harus berjenjang, berkelanjutan, dan berkualitas sejak usia dini agar atlet Sleman mampu berprestasi dari tingkat daerah hingga internasional,” ujar Didik.
Ia juga menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi, sinergi pembinaan atlet usia dini melalui klub, sekolah, mapala, dan pecinta alam, serta peningkatan kualitas atlet, pelatih, dan juri sesuai standar nasional dan internasional.
Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, berharap pengurus FPTI Sleman yang baru dapat langsung bekerja menyiapkan program pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY ke-18 yang akan digelar di Kulon Progo pada 2027.
“Pada Porda ke-17 di Gunungkidul, FPTI Sleman ditargetkan enam emas dan berhasil meraih lima emas. Sehingga masih berada di peringkat kedua cabor. Mudah-mudahan dengan kepengurusan baru ini, target juara umum bisa tercapai di Porda mendatang,” katanya.
Menurut Haris, capaian tersebut juga penting untuk mendukung target KONI Sleman mempertahankan juara umum Porda DIY untuk kelima kalinya secara berturut-turut, yang hanya bisa diraih dengan dukungan seluruh cabang olahraga.
Ketua FPTI Sleman periode anyar, Untung Basuki Rachmad, mengungkapkan bahwa sejak beberapa periode terakhir pengurus sebelumnya telah mengupayakan pembangunan hall panjat tebing, namun hingga kini belum terealisasi.
Ia menyebut kepengurusan saat ini kembali mengajukan harapan tersebut kepada bupati yang menjabat saat ini.
“Ini sudah bupati ketiga yang kami sowani terkait pembangunan hall panjat tebing. Biayanya memang cukup besar, sekitar Rp5 miliar, sehingga kami juga tidak berani terlalu banyak meminta,” ujarnya.
Untung menambahkan, FPTI Sleman memiliki target besar untuk merebut juara umum pada kejuaraan-kejuaraan mendatang.
Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi olahraga panjat tebing ke SMP dan SMA sebagai bagian dari regenerasi atlet sejak usia dini.
“Kami ingin mengenalkan panjat tebing lebih luas, karena kaderisasi tidak bisa berjalan maksimal jika tidak dimulai sejak awal,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi atas prestasi FPTI Sleman yang selama ini mampu meraih peringkat kedua di Porda DIY.
Ia menegaskan dukungan Pemkab Sleman terhadap pengembangan olahraga, termasuk panjat tebing.
“Kami sudah menyiapkan lahan seluas 2 hektare di Sardonoharjo yang saat ini masih dalam proses perizinan gubernur. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk beberapa cabang olahraga, termasuk panjat tebing,” kata Harda.
Harda mengakui keterbatasan anggaran daerah akibat pemangkasan anggaran hingga Rp254 miliar. Namun demikian, ia menegaskan pembangunan fasilitas olahraga tetap menjadi perhatian, dengan perencanaan yang matang dan sesuai prioritas.
“Kalau niat kita baik dan DPRD setuju, insyaallah bisa kita wujudkan. Tentu harus kita hitung bersama mana yang harus didahulukan, karena kondisi keuangan daerah memang sedang berat,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas olahraga yang dibangun nantinya akan disesuaikan dengan standar internasional agar dapat menunjang prestasi atlet secara maksimal. Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjut Harda, berharap dukungan fasilitas tersebut dapat diiringi dengan tanggung jawab atlet untuk terus meningkatkan prestasi.












