• Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kunjungan Wisata Sleman Turun 37 Persen, Dampak Ekonomi Akibat Konflik Timur Tengah Menghantui

kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman di awal Tahun 2026 mengalami penurunan. Kabid Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto menyebutkan faktor penyebabnya

byredaksi
March 11, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Candi Prambanan merupakan satu di antara kawasan wisata unggulan di wilayah Kabupaten Sleman.

Candi Prambanan merupakan satu di antara kawasan wisata unggulan di wilayah Kabupaten Sleman. [Dok Sudirman Krisna]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman pada awal 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Dinas Pariwisata Sleman mencatat angka kunjungan hingga Februari turun sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga melemahnya daya beli masyarakat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

“Awal tahun memang biasanya wisatawan menurun karena faktor hujan dan cuaca yang kurang mendukung. Selain itu kondisi ekonomi juga cukup berpengaruh,” kata Kus Endarto, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan dasar dibandingkan kebutuhan tersier seperti berwisata.

“Saat harga kebutuhan naik, masyarakat tentu lebih fokus pada kebutuhan makan dan kebutuhan pokok lainnya. Wisata itu kebutuhan tersier, jadi orang cenderung menahan diri untuk bepergian,” jelasnya.

Meski demikian, Kus menilai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah hingga saat ini belum memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata di Sleman. Hal ini karena mayoritas wisatawan yang datang merupakan wisatawan domestik.

“Kalau untuk di Sleman dampaknya relatif kecil, karena sekitar 95 persen wisatawan yang datang adalah wisatawan nusantara,” ujarnya.

Ia menjelaskan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta juga didominasi dari kawasan Asia, terutama Malaysia dan Singapura, sehingga konflik di Timur Tengah tidak terlalu memengaruhi arus kunjungan wisata.

Namun, ia mengingatkan apabila konflik berlangsung dalam jangka waktu lama, dampaknya bisa merembet ke sektor ekonomi global, salah satunya melalui kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau perang berlangsung lama, dampaknya bisa ke banyak sektor. Harga minyak dunia sudah di atas 100 dolar per barel. Kalau BBM naik sementara pendapatan masyarakat tetap, orang kemungkinan akan memilih wisata yang lebih dekat dari rumah,” ujarnya.

Kus mencontohkan wisatawan dari daerah sekitar seperti Klaten yang biasanya berkunjung ke Yogyakarta atau Sleman bisa saja memilih destinasi wisata yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka untuk menekan biaya perjalanan.

“Kalau biasanya dari Klaten ke Sleman sekitar 30 menit, dalam kondisi ekonomi yang menekan mereka mungkin memilih wisata di sekitar Klaten saja yang hanya 15 menit dari rumah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut konflik Timur Tengah hingga saat ini belum berdampak signifikan terhadap tingkat okupansi hotel di Yogyakarta.

“Konflik Timur Tengah sampai saat ini belum berpengaruh terhadap okupansi hotel di DIY,” ujarnya.

Ia mengakui tingkat hunian hotel memang sedang rendah selama bulan puasa. Namun kondisi tersebut lebih disebabkan turunnya daya beli masyarakat serta belum masuknya musim liburan.

“Puasa ini okupansi memang anjlok dan menjadi masa paceklik bagi kami, tetapi bukan karena konflik itu. Lebih karena daya beli masyarakat yang turun dan belum masuk musim liburan,” kata Deddy.

Menurutnya, wisatawan dari kawasan Timur Tengah selama ini juga tidak memberikan kontribusi besar terhadap kunjungan wisata ke Yogyakarta karena umumnya datang melalui Bali.

“Pasar Timur Tengah di DIY tidak terlalu signifikan. Mereka biasanya datang lewat Bali yang informasinya juga sedang turun,” ujarnya.

Saat ini, pasar wisata Yogyakarta masih didominasi wisatawan domestik serta wisatawan Asia, khususnya dari Malaysia dan Singapura. Menjelang masa liburan, reservasi hotel juga masih didominasi wisatawan nusantara.

“Wisatawan Asia masih ada reservasi ke DIY walaupun tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.

Ia menambahkan wisatawan dari Eropa berpotensi terdampak jika konflik berkepanjangan, karena sebagian penerbangan dari Eropa menuju Indonesia biasanya transit di kawasan Timur Tengah sebelum tiba di Jakarta atau Bali.

“Wisatawan Eropa bisa terganggu karena banyak penerbangan mereka yang transit di Timur Tengah,” ujarnya.

PHRI DIY berharap konflik tersebut tidak berlangsung lama karena dapat mengganggu stabilitas ekonomi global yang pada akhirnya berdampak pada sektor pariwisata.

“Kami berharap konflik ini tidak berlarut-larut karena bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia dan nasional yang berpotensi mengancam okupansi hotel,” kata Deddy.

Sebagai langkah antisipasi, pelaku industri perhotelan di DIY kini memperkuat promosi wisata domestik dan pasar Asia, serta mendorong penambahan rute penerbangan dari kota-kota besar seperti Bali, Surabaya, dan Jakarta menuju Yogyakarta. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: dinas pariwisatakonflik timur tengahkunjunganKus EndartopenurunanSlemanwisata

Related Posts

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

July 28, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

July 28, 2026
Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

July 22, 2026
Kuasa Hukum ahli waris almarhum Komaridin mendatangi Kantor Pertanahan ATR/BPN Sleman untuk meminta salinan warkah, Jumat (17/8/2026).

Ahli Waris Komarudin Minta Salinan Warkah Tanah ke BPN Sleman, Siapkan Pemblokiran Sertifikat

July 19, 2026
Pererat Sinergi dengan PDAM, Forpamnas Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum

Pererat Sinergi dengan PDAM, Forpamnas Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum

July 18, 2026
Jumpa pers kasus peredaran uang palsu di Mororejo, Tempel, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Pria di Sleman Cetak 202 Lembar Uang Palsu Pakai Printer, Modusnya Belanja Rokok

July 16, 2026
Next Post
PT Taru Martani, satu di antara BUMD milik Pemda DIY

Deretan Skandal PT Taru Martani, Dari Korupsi Belasan Miliar hingga Tudingan Pemberangusan Serikat Pekerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.