YOGYAKARTA, POPULI.ID – SD Muhammadiyah Sapen menjadi satu di antara sekolah unggulan di Kota Yogyakarta yang mencatatkan fenomena baru. Sebab, pendaftaran calon peserta didik baru di sekolah swasta itu sudah penuh hingga 2032. Bahkan orang tua calon siswa rela menitipkan dokumen agar anaknya bisa bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.
Fenomena antrean pendaftaran calon siswa sekolah tersebut mendapatkan tanggapan dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, mengaku bangga dan mendukung kemunculan sekolah-sekolah swasta maupun negeri yang unggul di wilayah Kota Pelajar. Apalagi sekolah tersebut terkenal dan menjadi rebutan masyarakat.
“Kami bangga ketika ada sekolah di Kota Yogyakarta, baik swasta maupun negeri yang informasinya terkenal. Paling tidak ketika sekolah itu terangkat, maka daerahnya juga ikut terangkat. Jadi kami tetap mendukung,” ucap Hasyim kepada Populi.id, Kamis (5/2/2026).
Dia menyebut, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terus mendorong semua sekolah negeri maupun swasta di wilayahnya bisa menjadi sekolah unggulan. Satu cara yakni dengan intervensi terkait peningkatan kualitas kompetensi guru maupun sarana prasarana sekolah.
“Baik sekolah swasta maupun negeri yang terkenal di masyarakat sebenarnya tidak bisa berdiri sendiri. Artinya ada intervensi-intervensi dari pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan sehingga sekolah tersebut mendapatkan keunggulan,” jelas dia.
Menurut Hasyim, peningkatan kompetensi guru dan sarana prasarana sekolah menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Sebab, ketika sarana prasarana sekolah sudah baik ditambah meningkatnya kompetensi guru, maka dinilai bisa menarik orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.
“Dibarengi dengan guru yang kompeten tentu akan memberikan proses pembelajaran lebih baik sehingga potensi anak dapat berkembang optimal. Kalau sudah begitu maka kualitas sekolah menjadi naik,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong setiap sekolah agar mengikuti event lomba dan kompetisi untuk meningkatkan prestasi peserta didik secara akademik maupun non akademik. Pihaknya juga melakukan penambahan materi pembelajaran agar kualitas pendidikan di sekolah negeri dan swasta lebih merata.
Dikatakan, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta telah melakukan survei yang menyasar masyarakat dengan tingkat ekonomi tertentu terkait sekolah sasaran. Hasilnya, masyarakat menengah ke atas di Yogyakarta ingin menyekolahkan anak ke sekolah swasta karena dinilai memiliki muatan agama yang baik.
“Berarti muatan agama itu menjadi daya tarik masyarakat. Maka kami berusaha agar sekolah negeri ada penambahan materi pembelajaran terkait agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Supaya masyarakat tahu bahwa di sekolah negeri muatan pembelajarannya sudah menyamai sekolah swasta yang dianggap unggul,” terangnya.
“Dari sisi sarana prasarana kami tingkatkan agar sekolah bisa nyaman, indah, dan bersih. Harapan kami nanti gap antara sekolah negeri dan swasta tidak terlalu jauh,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











