SLEMAN, POPULI.ID – Para lansia di Kabupaten Sleman mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan ke sektor pendidikan gratis. Aspirasi itu disampaikan dalam kegiatan Sekolah Lansia Kalimasada pada Rabu (11/2/2026).
Anggota Sekolah Lansia Kalimasada, Ety Roossetiyawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG dinilai masih menimbulkan berbagai persoalan di lapangan. Ia menyoroti adanya laporan dugaan kasus keracunan makanan yang menurutnya perlu menjadi evaluasi serius.
“Sejak awal pemerintah mencanangkan MBG, banyak keluhan yang muncul. Kenyataannya ada persentase kasus makanan beracun gratis. Apa iya generasi yang akan datang tidak dipikirkan secara matang?” ujarnya.
Ety juga menyinggung kabar meninggalnya seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup karena kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting.
“Program itu bisa saja dievaluasi atau dipotong. Dengarkan keinginan rakyat. Anak minta Rp10 ribu sampai bunuh diri. Itu anak penerus bangsa. Kejadian di NTT jangan sampai terjadi di daerah kita,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi D DPRD DIY Sri Muslimatun mengatakan pihaknya akan menerima dan menampung seluruh masukan dari para lansia. Ia memastikan aspirasi itu akan diteruskan kepada instansi terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pada prinsipnya kami mengumpulkan berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat, lalu menyampaikannya ke lembaga terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD akan bersikap proporsional dalam menyikapi usulan tersebut.
“Ini suara masyarakat, tentu kami tampung. Kami tidak boleh menjadi provokator, tetapi mendengarkan aspirasi harus tetap dikemas secara santun,” katanya.
Sri Muslimatun menambahkan, usulan para lansia akan menjadi salah satu bahan pembahasan di Komisi D, meski keputusan tetap harus melalui koordinasi dengan komisi dan fraksi lainnya.
“Komisi D memang punya kewenangan di bidangnya, tetapi ada fraksi-fraksi lain juga. Terus terang, kami juga harus realistis karena Komisi D tidak memiliki kewenangan anggaran secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Kalimasada Wasingatu Zakiyah menyampaikan bahwa para lansia yang tergabung tidak hanya memikirkan kepentingan kelompoknya, tetapi juga masa depan generasi muda.
Ia menjelaskan, kebutuhan konsumsi di sekolah lansia selama ini dipenuhi secara mandiri melalui iuran rutin anggota serta dukungan kader.
“Di sekolah lansia kami sudah iuran mandiri dan cukup untuk konsumsi. Ada usulan dari lansia agar MBG untuk anak-anak lebih baik dialihkan ke pendidikan gratis dan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, para lansia tidak pernah menerima manfaat program MBG dan menilai masyarakat sebenarnya masih memiliki kemampuan untuk saling membantu dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan ke depan, khususnya terkait prioritas program yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat. (populi.id/Hadid Pangestu)

![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)










