• Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

6 Destinasi Wisata di Sekitar Kawasan Plengkung Gading yang Menarik Dikunjungi

byGalih Priatmojo
January 22, 2025
in headline, Lifestyle
Reading Time: 3 mins read
A A
0
6 Destinasi Wisata di Sekitar Kawasan Plengkung Gading yang Menarik Dikunjungi

Salah satu sudut di Komplek Taman Air Taman Sari, Yogyakarta. [Dok. Conrad Gaira]

0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Baru-baru ini beredar wacana tentang penutupan akses Plengkung Gading yang dikenal sebagai salah satu jalur menuju Keraton Yogyakarta.

Rencana penutupan kawasan Plengkung Gading tersebut hingga kini masih hangat dibicarakan. Ada yang pro tapi tak sedikit pula yang kontra.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

Sebagai bangunan heritage, Plengkung Gading atau yang memiliki nama asli Plengkung Nirbaya tersebut selama ini kerap jadi jujugan pelancong sebagai salah satu destinasi wisata di kawasan Keraton Yogyakarta.

Toh bila kelak kemudian kawasan tersebut ditutup, tak perlu khawatir lantaran masih ada sejumlah destinasi wisata di sekitar Plengkung Gading yang tak kalah menarik dan eksotis.

Nah berikut rekomendasi destinasi wisata di sekitar Plengkung Gading yang bisa kamu kunjungi selama liburan di Yogyakarta.

1. Taman Sari

Tempat istirahat dan pemandian raja dan keluarga raja ini dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I yakni sekitar abad ke-17.

Bangunan yang dahulu merupakan istana air ini selain dipakai untuk tempat pemandian keluarga raja, juga sebagai tempat perlindungan keluarga Sri Sultan dari musuh.

Di komplek ini terdapat akses bawah tanah untuk melarikan diri.

Menariknya jalur untuk melarikan diri itu memiliki pintu air yang bisa dibuka untuk mengaliri jalur tersebut penuh dengan air dan mengelabuhi musuh yang mengejar.

Saat ini, komplek Taman Sari masuk dalam salah satu destinasi favorit wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Tiket masuknya mulai dari Rp5.000 untuk wisatawan lokal. Sedangkan untuk wisatawan asing dibanderol mulai dari Rp15.000.

2. Panggung Krapyak

Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono I lainnya yang masih bisa dikunjungi yakni Panggung Krapyak.

Panggung Krapyak beralamat di Jalan Kh. Ali Maksum, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Bangunan yang masuk titik Sumbu Filosofi ini dibangun pada 1782.

Panggung Krapyak sejatinya merupakan tempat peristirahatan raja seusai melakukan perburuan. Hal itu mengingat wilayah Krapyak dahulu merupakan hutan dengan habitat terbanyak adalah rusa atau menjangan.

Panggung Krapyak berwujud bangunan berbentuk kotak berukuran 17,6 meter dengan tinggi 10 meter.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas merupakan tempat terbuka sebagai area berburu. Sementara di lantai dasar terbagi dalam empat ruang yang dihubungkan oleh lorong.

Konon bangunan ini dahulu juga dipakai oleh prajurit Keraton Yogyakarta untuk mengintai dan pertahanan dari musuh.

Untuk mengakses ke bangunan cagar budaya ini pengunjung tak dikenai tiket alias gratis.

3. Kotagede

Sebelum berdirinya Keraton Yogyakarta, Kotagede merupakan pusat administrasi kerajaan mataram Islam.

Kota yang kini memiliki tiga kelurahan yakni Prenggan, Rejowinangun serta Purbayan di abad ke-16 merupakan ibu kota kerajaan Mataram Islam.

Berdirinya kota kuno Kotagede ini bisa ditelusuri dari pendiri Kerajaan Pajang di Jawa Tengah yakni Sultan Hadiwijaya yang menghadiahkan sebuah wilayah yang dikenal dengan hutan mentaok atau alas mentaok kepada Ki Ageng Pemanahan usai mengalahkan Arya Penangsang.

Ki Ageng Pemanahan kemudian melakukan babat alas di kawasan hutan mentaok yang membentang dari wilayah Purwomartani, Banguntapan dan Kotagede saat ini.

Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, keturunannya Danang Sutawijaya atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati mendirikan kerajaan Mataram Islam usai mengalahkan kerajaan Pajang. Kotagede pun jadi ibu kotanya.

Pada masa Sultan Agung berkuasa periode 1612-1645, ibukota Mataram Islam dipindah ke selatan Kotagede. Tempat itu bernama Kerto.

Meski tak lagi jadi pusat pemerintahan, hingga kini sisa-sisa bangunan kuno masih bisa ditemui di kawasan Kotagede.

Buat kamu yang gemar dengan sejarah, tempat ini sangat pas dan nyaman untuk napak tilas kejayaan masa lampau.

4. Situs Warungboto

Sekitar 5 meter dari kawasan kota kuno Kotagede, jejak terkait Kota Jogja bisa juga dijumpai di situs Warungboto.

Dari sejarahnya lokasi yang saat ini terletak di Jalan Veteran no. 77 tersebut merupakan pesanggrahan Rejowinangun yang sudah ada sejak abad ke-18.

Situs ini merupakan pesanggrahan raja dan keluarga yang dibangun di masa Sultan Hamengku Buwono II sejak masih berstatus pangeran dengan nama Pangeran Rejakusuma.

Situs yang dahulu memiliki mata air yang tak pernah surut itu kini telah jadi salah satu destinasi wisata sejarah.

Situs ini dibuka mulai dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Tiket masuknya cuma Rp3 ribu saja.

5. Tugu Jogja

Tugu jogja merupakan landmark paling terkenal di kota gudeg tersebut.

Bangunan berwujud tugu yang dahulu disebut tugu golong gilig ini merupakan ikon kota Jogja yang masuk titik sumbu filosofi.

Sesuai namanya tugu Jogja dahulu berbentuk silinder atau gilig dan puncaknya berbentuk bulat atau golong.

Ketinggian tugu Jogja ini mencapai 25 meter.

Pada 1889 bentuk fisik tugu jogja berubah drastis ketika direnovasi oleh pemerintah Belanda akibat bencana gempa.

Sejak saat itu tugu tersebut dinamai Tugu Pal Putih atau yang kini dikenal dengan Tugu Jogja.

Untuk menikmati peninggalan bersejarah ini kamu cukup melewati jalan Jenderal Sudirman bila dari arah timur. Sementara bila dari arah utara melalui jalan AM Sangaji menuju selatan.

Tak ada tiket masuk alias gratis.

6. Keraton Yogyakarta

Berdiri di atas lahan seluas 14 ribu meter persegi, bangunan yang menjadi tempat raja Yogyakarta bertahta ini merupakan bangunan paling mencolok di antara bangunan lain di kawasan kota Jogja.

Bangunan yang diapit dua alun-alun ini merupakan rancangan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I. Modelnya terpengaruh dari Eropa yakni Portugis, Belanda serta dari Asia Timur yakni China.

Keraton Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yakni komplek bagian depan, komplek inti serta komplek belakang keraton.

Untuk komplek depan terdiri dari alun-alun Utara dan Masjid Gedhe. Kemudian untuk komplek inti terdiri dari tujuh rangkaian plataran dari alun-alun utara hingga selatan, yakni Pagelaran, dan Sitihinggil Lor, Kamandungan Lor, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kemandungan Kidul serta Sitihinggil kidul.

Sementara untuk komplek belakang terdiri dari Alun-alun kidul dan plengkung nirbaya.

Untuk tiket masuk bagi wisatawan domestik dikenai Rp10.000 untuk anak-anak, lalu untuk dewasa Rp15.000. Sedangkan wisatawan asing dikenai Rp25.000.

Buka tiap hari Selasa hingga Minggu dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Tags: Destinasi WisataKeraton YogyakartaKotagedeliburanPlengkung GadingTaman SariYogyakarta

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Next Post
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Digelar Serentak 6 Februari 2025, DIY Termasuk?

Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Digelar Serentak 6 Februari 2025, DIY Termasuk?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.