YOGYAKARTA, POPULI.ID – Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul menjadi saksi bisu duel sengit penuh taktik saat PSIM Yogyakarta menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026, Rabu (11/3/2026) malam. Meski Laskar Mataram tampil sangat dominan, laga berakhir imbang 2-2 setelah kedua tim saling berbalas gol sejak menit awal.
Di balik skor sama kuat tersebut, terselip deretan angka dan pencapaian individu yang menarik untuk dikulik.
Berikut adalah deretan fakta dan statistik dari pertandingan tersebut:
1. Dominasi PSIM vs Efektivitas ‘Gila’ Persijap
Dilansir dari akun Instagram @liga1match, secara statistik PSIM sebenarnya memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan. Laskar Mataram mencatatkan penguasaan bola hingga 60 persen, berbanding 40 persen milik tim tamu. PSIM juga melepaskan 11 tembakan tepat sasaran (4 tepat sasaran), sementara Persijap hanya 9 tembakan (3 tepat sasaran).
Namun, Persijap bermain sangat efektif. Meski kalah dalam jumlah operan, 305 operan berbanding 416 milik PSIM, Persijap justru unggul dalam menciptakan peluang emas (chances created) dengan total 7 peluang, sedangkan PSIM hanya 6.
Pertahanan Laskar Kalinyamat juga tampil bak tembok karang dengan mencatatkan 28 tekel dan 30 intersep untuk meredam agresivitas tuan rumah.
2. Ze Valente: Sang Motor Serangan dan Top Skor
Gelandang PSIM asal Portugal, Ze Valente, kembali menunjukkan kelasnya sebagai nyawa permainan Laskar Mataram. Ia mencetak gol kedua PSIM pada menit ke-37 melalui aksi berkelas, yakni sepakan backheel yang mengecoh barisan pertahanan lawan.
Gol ini bukan sekadar pemanis, melainkan penegasan statusnya sebagai top skor sementara PSIM musim ini. Hingga pekan ke-25, Ze Valente telah membukukan 9 gol dan 4 assist dari 23 pertandingan. Kreativitasnya di lini tengah terbukti menjadi motor utama yang menghidupkan serangan PSIM sepanjang musim.
3. Rapor Stabil Jean-Paul van Gastel
Sebagai tim debutan di kasta tertinggi, performa PSIM di bawah asuhan Jean-Paul van Gastel layak mendapat apresiasi tinggi. Pelatih asal Belanda ini membawa pendekatan disiplin dengan organisasi permainan yang rapi khas Eropa.
Hingga saat ini, rapor Van Gastel bersama PSIM tergolong sangat stabil. Dari 25 laga yang sudah dilakoni, PSIM mengemas 9 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya 5 kali menelan kekalahan. Statistik ini menunjukkan bahwa PSIM bukanlah tim yang mudah ditundukkan, meski baru saja naik kasta.
4. Posisi Klasemen: Tetap Nangkring di Papan Tengah
Tambahan satu poin dari hasil imbang ini membuat posisi PSIM di klasemen sementara cenderung stagnan namun tetap aman. Saat ini, Laskar Mataram berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 38 poin dari 25 laga.
Persaingan di zona ini sangat ketat. PSIM hanya terpaut satu angka dari Persebaya Surabaya yang berada di posisi ketujuh. Selain itu, mereka hanya tertinggal tiga poin dari tim penghuni posisi lima dan enam, yakni Persita Tangerang dan Bhayangkara FC. Dengan sisa laga yang ada, PSIM masih memiliki peluang besar untuk terus merangkak naik ke papan atas.












