SERANG, POPULI.ID – Harapan PSIM Yogyakarta untuk mencuri poin penuh di Banten International Stadium harus kandas pada Jumat (3/4/2026) malam. Meski tampil menekan dan menguasai jalannya pertandingan, Laskar Mataram terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah takluk tipis 0-1 dari tuan rumah Dewa United.
Kekalahan ini meninggalkan sejumlah catatan penting bagi anak asuh Jean-Paul van Gastel. Berikut adalah 5 fakta dan poin krusial dari laga pekan ke-26 BRI Super League tersebut:
1. Dominasi Penguasaan Bola yang Sia-sia
PSIM sebenarnya tampil sangat impresif, terutama di paruh pertama pertandingan. Berdasarkan data statistik, Laskar Mataram mencatatkan penguasaan bola hingga 53 persen, unggul tipis atas Dewa United yang hanya mengemas 47 persen.
Gelandang PSIM, Donny Warmerdam, pun mengakui keunggulan timnya di awal laga.
“Saya pikir di babak pertama kami memiliki peluang yang lebih baik dan mereka tidak benar-benar memiliki peluang bagus,” ujarnya usai laga.
Namun sayang, dominasi ini tidak dibarengi dengan efektivitas di depan gawang.
2. Masalah Kronis di Sepertiga Akhir Lapangan
Penyakit lama PSIM kembali kambuh dalam laga ini: ketajaman lini serang. Meski melepaskan total 14 tembakan, dua kali lipat lebih banyak dari Dewa United yang hanya melakukan 7 percobaan, PSIM gagal mengonversinya menjadi gol.
Pelatih Jean-Paul van Gastel tidak menutup mata atas masalah ini.
“Sepanjang musim ini kami punya masalah yang sama, yaitu di sepertiga akhir kami kurang tajam. Kami butuh banyak peluang untuk mencetak satu gol,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.
3. Petaka VAR di Menit ke-62
Momentum pertandingan berubah drastis di babak kedua. Pada menit ke-58, wasit melakukan tinjauan VAR yang menilai adanya pelanggaran berupa tarikan baju pemain PSIM di kotak terlarang. Keputusan ini berujung penalti bagi Dewa United.
Alex Martins Ferreira yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan kiper PSIM pada menit ke-62. Gol semata wayang lewat titik putih itulah yang akhirnya menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.
4. Mentalitas Pantang Menyerah yang Belum Cukup
Meski kalah, Van Gastel tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang para pemainnya di lapangan hijau. PSIM terus menekan hingga menit-menit akhir, termasuk peluang emas dari tendangan jarak jauh Iqbal di menit ke-88 dan tembakan keras Ze Valente di masa injury time yang sayangnya berhasil ditepis kiper lawan.
“Anda selalu berharap tim memiliki karakter pantang menyerah dan saling support satu sama lain. Saya rasa, kami telah membuktikan pada musim ini,” kata Van Gastel.
Namun, ia juga realistis bahwa dalam sepak bola, hasil akhir kadang tidak berpihak meski tim sudah berjuang keras.
5. Posisi Klasemen dan Alarm Kewaspadaan
Kekalahan ini membuat perolehan poin PSIM tertahan di angka 38 poin dan kini menduduki peringkat ke-8 klasemen sementara. Meski berada di papan tengah, secara matematis posisi Laskar Mataram belum sepenuhnya aman dari bayang-bayang zona degradasi.
Dengan sisa delapan pertandingan lagi, manajemen dan tim pelatih dituntut segera melakukan evaluasi total agar bisa meraih poin maksimal di laga-laga selanjutnya demi mengamankan posisi di kasta tertinggi.











