• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

5 Persen Anak di Sleman Masih Belum Terima Imunisasi MR, Dinkes Ungkap Kendalanya

kasus campak di Sleman juga banyak ditemukan pada anak-anak pendatang yang tinggal sementara di wilayah tersebut dan belum menerima imunisasi di daerah asalnya.

byredaksi
March 16, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi imunisasi campak

ilustrasi imunisasi campak. [freepik]

0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat masih ada sekitar 5 persen anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella (MR). Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit campak pada anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyampaikan bahwa secara keseluruhan capaian imunisasi MR di Kabupaten Sleman sebenarnya sudah melampaui target nasional.

BERITA MENARIK LAINNYA

Dinkes Bantul Targetkan 460 Ribu Warga Berpartisipasi dalam Program CKG Tahun Ini

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

“Cakupan imunisasi MR di Sleman sudah lebih dari 95 persen sehingga telah melampaui target nasional,” ujar Yuli saat memberikan keterangan, Minggu (15/3/2026).

Meski demikian, masih terdapat 5 persen anak yang belum menerima imunisasi. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti adanya wilayah yang menjadi kantong penolakan imunisasi serta orang tua yang tidak memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti imunisasi.

Menurutnya, kelompok anak yang belum diimunisasi ini menjadi titik rawan terhadap penularan penyakit campak.

Untuk menuntaskan imunisasi yang belum lengkap, Dinkes Sleman akan melaksanakan program Kejar Imunisasi yang menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang menolak imunisasi, baik melalui sosialisasi maupun pendekatan personal oleh petugas puskesmas bersama tokoh masyarakat dan aparat wilayah setempat.

Khamidah menjelaskan, beberapa wilayah di Sleman memang dikenal sebagai kantong penolakan imunisasi sehingga berpotensi menjadi daerah dengan risiko penularan lebih tinggi.

Selain faktor penolakan, kasus campak di Sleman juga banyak ditemukan pada anak-anak pendatang yang tinggal sementara di wilayah tersebut dan belum menerima imunisasi di daerah asalnya.

Karena itu, Dinkes Sleman mengimbau para pendatang yang belum mendapatkan imunisasi agar memanfaatkan layanan imunisasi gratis di puskesmas terdekat sesuai domisili sementara mereka.

Data Dinkes Sleman menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 490 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi 40 kasus positif campak dan 25 kasus positif rubella.

Kasus positif campak terbanyak tercatat di Kecamatan Depok dan Kecamatan Kalasan.

Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari tercatat 148 kasus suspek campak. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, 33 kasus dinyatakan positif campak dan 4 kasus positif rubella.

Khamidah menegaskan bahwa campak termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi atau masuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Imunisasi MR diberikan kepada anak pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak berada di kelas 1 sekolah dasar. Pelaksanaan imunisasi ini dilakukan oleh berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta.

Ia juga menyebut sebagian besar kasus campak yang ditemukan di Sleman terjadi pada anak yang belum menerima imunisasi.

Oleh karena itu, para orang tua diimbau untuk memeriksa kembali buku Kartu Menuju Sehat (KMS) anak guna memastikan status imunisasi telah lengkap.

“Jika imunisasi anak belum lengkap, orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasinya,” kata Yuli.

Sebagai langkah pengendalian, Dinkes Sleman akan mengintensifkan program Kejar Imunisasi, terutama menjelang libur Idul Fitri.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran yang memungkinkan terjadinya interaksi dengan masyarakat dari daerah lain yang memiliki cakupan imunisasi lebih rendah.

Tags: campakDinas KesehatanimunisasiKejar ImunisasiKhamidah YuliatiSleman

Related Posts

ilustrasi pemeriksaan kesehatan

Dinkes Bantul Targetkan 460 Ribu Warga Berpartisipasi dalam Program CKG Tahun Ini

June 16, 2026
Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

June 5, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

June 5, 2026
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

June 2, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

May 31, 2026
Next Post
Ilustrasi imunisasi

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.