• Tentang Kami
Sabtu, September 19, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

5 Persen Anak di Sleman Masih Belum Terima Imunisasi MR, Dinkes Ungkap Kendalanya

kasus campak di Sleman juga banyak ditemukan pada anak-anak pendatang yang tinggal sementara di wilayah tersebut dan belum menerima imunisasi di daerah asalnya.

byredaksi
Maret 16, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi imunisasi campak

ilustrasi imunisasi campak. [freepik]

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat masih ada sekitar 5 persen anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella (MR). Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit campak pada anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyampaikan bahwa secara keseluruhan capaian imunisasi MR di Kabupaten Sleman sebenarnya sudah melampaui target nasional.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

“Cakupan imunisasi MR di Sleman sudah lebih dari 95 persen sehingga telah melampaui target nasional,” ujar Yuli saat memberikan keterangan, Minggu (15/3/2026).

Meski demikian, masih terdapat 5 persen anak yang belum menerima imunisasi. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti adanya wilayah yang menjadi kantong penolakan imunisasi serta orang tua yang tidak memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti imunisasi.

Menurutnya, kelompok anak yang belum diimunisasi ini menjadi titik rawan terhadap penularan penyakit campak.

Untuk menuntaskan imunisasi yang belum lengkap, Dinkes Sleman akan melaksanakan program Kejar Imunisasi yang menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang menolak imunisasi, baik melalui sosialisasi maupun pendekatan personal oleh petugas puskesmas bersama tokoh masyarakat dan aparat wilayah setempat.

Khamidah menjelaskan, beberapa wilayah di Sleman memang dikenal sebagai kantong penolakan imunisasi sehingga berpotensi menjadi daerah dengan risiko penularan lebih tinggi.

Selain faktor penolakan, kasus campak di Sleman juga banyak ditemukan pada anak-anak pendatang yang tinggal sementara di wilayah tersebut dan belum menerima imunisasi di daerah asalnya.

Karena itu, Dinkes Sleman mengimbau para pendatang yang belum mendapatkan imunisasi agar memanfaatkan layanan imunisasi gratis di puskesmas terdekat sesuai domisili sementara mereka.

Data Dinkes Sleman menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 490 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi 40 kasus positif campak dan 25 kasus positif rubella.

Kasus positif campak terbanyak tercatat di Kecamatan Depok dan Kecamatan Kalasan.

Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari tercatat 148 kasus suspek campak. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, 33 kasus dinyatakan positif campak dan 4 kasus positif rubella.

Khamidah menegaskan bahwa campak termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi atau masuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Imunisasi MR diberikan kepada anak pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak berada di kelas 1 sekolah dasar. Pelaksanaan imunisasi ini dilakukan oleh berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta.

Ia juga menyebut sebagian besar kasus campak yang ditemukan di Sleman terjadi pada anak yang belum menerima imunisasi.

Oleh karena itu, para orang tua diimbau untuk memeriksa kembali buku Kartu Menuju Sehat (KMS) anak guna memastikan status imunisasi telah lengkap.

“Jika imunisasi anak belum lengkap, orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasinya,” kata Yuli.

Sebagai langkah pengendalian, Dinkes Sleman akan mengintensifkan program Kejar Imunisasi, terutama menjelang libur Idul Fitri.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran yang memungkinkan terjadinya interaksi dengan masyarakat dari daerah lain yang memiliki cakupan imunisasi lebih rendah.

Tags: campakDinas KesehatanimunisasiKejar ImunisasiKhamidah YuliatiSleman

Related Posts

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

September 10, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

Agustus 3, 2026
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi (P3MI) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu,, saat ditemui di Balaikota pada Kamis (30/7/2026).

Pemkot Yogyakarta Perluas Vaksin HPV Gratis ke Anak Laki-laki

Juli 31, 2026
Next Post
Ilustrasi imunisasi

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.