SLEMAN, POPULI.ID – Peristiwa meninggal dunia akibat gantung diri kembali terjadi di wilayah Pereng Kembang, Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, Kamis (23/4/2026). Seorang pria ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sebuah kebun kosong.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan bahwa laporan awal diterima Polsek Gamping dari warga yang mengetahui adanya kejadian tersebut.
Petugas kemudian bergerak cepat bersama Tim Inafis Polresta Sleman, tenaga medis dari Puskesmas Gamping, serta relawan menuju lokasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.27 WIB saat seorang warga berinisial S (62) hendak menuju kebun di belakang rumahnya untuk mencari udara segar. Setibanya di lokasi, ia mendapati korban telah tergantung di pohon asam jawa.
“Saksi langsung berteriak meminta bantuan dan memberi tahu warga sekitar,” terang Argo.
Warga yang datang ke lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Lokasi penemuan diketahui berupa kebun kosong dengan pepohonan besar.
Korban berinisial B (48), warga setempat, ditemukan tergantung menggunakan tali tambang plastik berwarna biru dengan posisi sekitar delapan meter dari tanah. Rumah korban berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Petugas bersama warga dan relawan kemudian mengevakuasi korban. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis dan tenaga medis.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban telah mengalami kaku mayat dan diperkirakan meninggal lebih dari delapan jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” jelasnya.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping menggunakan ambulans.
Menurut keterangan warga, korban diketahui sudah lama menderita sakit dan tidak bekerja. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah mengikhlaskannya.
Meski menghendaki pemeriksaan lebih lanjut, keluarga tidak berencana menempuh jalur hukum.
Polisi pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil langkah ekstrem saat menghadapi tekanan hidup.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berpikir jernih dan mencari bantuan jika menghadapi persoalan. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tutup Argo. (populi.id/Hadid Pangestu)












