SLEMAN, POPULI.ID — Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri tetap aman meskipun terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas.
Kenaikan harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang lebaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan bahwa fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya merupakan hal yang terjadi hampir setiap tahun.
“Memang setiap tahun jelang lebaran menjadi fenomena yang berulang. Bahan pokok naik karena permintaan meningkat. Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan tetap aman, di antaranya dengan memantau stok secara berkala serta meminta tambahan pasokan dari berbagai pihak seperti Bulog. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan.
“Ketika stok aman, masyarakat tidak panik belanja berlebihan. Maka harga memang tetap naik karena hukum ekonomi, permintaan naik harga ikut naik. Tapi kenaikannya masih dalam batas wajar,” jelasnya.
Selain menjaga pasokan, Pemkab Sleman juga menggelar pasar murah di 15 titik lokasi. Dalam kegiatan tersebut disediakan sekitar 5 hingga 7 ton bahan pokok di setiap titik dengan subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram atau per liter.
Komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan ayam.
Di samping itu, Pemkab Sleman juga melakukan operasi pasar dengan menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekerja sama dengan Bulog. Beras tersebut didistribusikan ke sejumlah pasar untuk menjaga harga tetap stabil.
“SPHP itu harganya tidak boleh naik. Kami juga bekerja sama dengan Bulog untuk menyediakan minyak goreng dan gula pasir. Sekitar 18 ton gula pasir kami distribusikan di pasar-pasar Sleman dengan harga sesuai HET,” kata Mae.
Untuk memantau perkembangan harga secara real time, Disperindag Sleman juga memanfaatkan aplikasi SIHARPA. Melalui aplikasi tersebut, pemerintah dapat memantau perubahan harga komoditas setiap hari di berbagai pasar.
Mae menjelaskan, aplikasi tersebut sempat mencatat kenaikan harga daging sapi secara tiba-tiba.
Setelah ditelusuri, kenaikan tersebut berasal dari kesepakatan para penjagal di kawasan Segoroyoso, yang menaikkan harga sekitar Rp 10.000 per kilogram karena pasokan sapi siap potong ke DIY berkurang.
“Maka dari situ kami bisa mengetahui penyebab kenaikan, apakah karena stok tidak ada atau memang dari sumbernya sudah naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat mengakses informasi harga secara langsung melalui laman hargapangan.slemankab.go.id tanpa harus mengunduh aplikasi.
Melalui laman tersebut, masyarakat bisa melihat perbandingan harga berbagai komoditas di sejumlah wilayah seperti Gamping, Godean, hingga Prambanan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, menilai kondisi harga bahan pokok menjelang lebaran masih relatif stabil.
“Sejauh ini beberapa komoditas terjaga stabil, tidak ada tanda-tanda kenaikan yang ekstrem. Pasokan juga alhamdulillah cukup,” katanya.
Menurut Hasto, DPRD terus melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan serta mendorong pelaksanaan operasi pasar di berbagai titik untuk menjaga stabilitas harga.
Pemkab Sleman, kata dia, telah menggelar operasi pasar di 15 lokasi melalui program pasar murah yang didukung subsidi dari APBD Sleman.
Selain itu, DPRD juga mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi pemantauan harga pangan agar semakin akurat, mudah diakses, dan transparan bagi masyarakat.
“Teknologi ini penting supaya informasi harga bisa transparan. Pedagang punya referensi harga, pembeli juga tahu bahwa perbedaan harga antar tempat itu masih wajar karena faktor pasokan atau jarak,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan operasi pasar, DPRD Sleman juga memastikan program tersebut tepat sasaran dengan memprioritaskan warga ber-KTP Sleman.
“Operasi pasar ini khusus untuk warga ber-KTP Sleman. Basisnya data NIK atau KTP. Agar merata, setiap pembeli dibatasi maksimal dua pack per orang,” kata Hasto.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga bahan pokok di Sleman dapat tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri.











