• Tentang Kami
Minggu, Agustus 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Desa Wisata di Sleman Tumbuh, UMKM Ikut Terdongkrak

Hasto juga membuka peluang adanya penyertaan modal dan kolaborasi bagi desa wisata yang telah berkembang. Desa-desa tersebut dapat bekerja sama dengan badan usaha milik kalurahan (BUMKal)

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
April 20, 2026
in Sleman
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Ketua Tim Kerja dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Supriyanto dipandu Aditya dan Anis di Studio Alam Desa Wisata Gamplong

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Ketua Tim Kerja dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Supriyanto dipandu Aditya dan Anis di Studio Alam Desa Wisata Gamplong. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID — Pengembangan desa wisata di Kabupaten Sleman dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan penguatan dari berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia (SDM), tata kelola, hingga sinergi dengan industri pariwisata.

Wakil Ketua DPRD Sleman, Hasto Karyantoro, menegaskan bahwa secara potensi, desa wisata di Sleman sangat melimpah dan beragam untuk dikembangkan. Namun demikian, ia mengingatkan agar pengembangan desa wisata tidak semata-mata didorong oleh keinginan mengakses anggaran pemerintah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

“Potensinya banyak yang bisa diangkat dan dikembangkan. Tetapi masyarakat jangan hanya terburu atau termotivasi untuk mengakses dana. Harus diikuti dengan upaya serius meningkatkan kapasitas pengelolaan jasa pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan antara dukungan anggaran dan kesiapan masyarakat menjadi kunci agar desa wisata benar-benar layak menjadi destinasi unggulan di masa depan. Dari sisi regulasi, DPRD Sleman telah menetapkan aturan melalui peraturan daerah (perda) yang mengacu pada rencana induk kepariwisataan nasional. Regulasi tersebut mengatur klasifikasi desa wisata, mulai dari rintisan, berkembang, maju, hingga mandiri.

“Ini kami kawal agar pelaku jasa pariwisatanya lebih berkualitas dan objek wisatanya punya daya saing serta keunikan yang layak ditawarkan ke wisatawan lokal maupun internasional,” tambahnya.

Hasto juga membuka peluang adanya penyertaan modal dan kolaborasi bagi desa wisata yang telah berkembang. Desa-desa tersebut dapat bekerja sama dengan badan usaha milik kalurahan (BUMKal) maupun pihak swasta yang memiliki akses ke industri pariwisata.

Dari sisi pengawasan, DPRD berperan dalam pembinaan kelembagaan, baik aparatur desa maupun pengelola BUMKal. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap penyaluran pendanaan melalui organisasi perangkat daerah (OPD), koperasi, maupun skema lainnya agar tepat sasaran.

Ia menambahkan, keberadaan desa wisata memiliki korelasi kuat dengan perkembangan UMKM.

“UMKM bisa berkembang jika ada media atau tempat pemasaran. Sebaliknya, objek wisata juga butuh dukungan UMKM untuk meramaikan destinasi,” jelasnya.

Hasto menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan tanah kas desa yang digunakan sebagai lokasi desa wisata, termasuk aspek perizinan dan manfaat bagi masyarakat setempat. Menurutnya, sejauh ini kawasan tersebut dinilai berhasil dan dikelola secara profesional sehingga tidak memerlukan pengawasan ketat.

Ketua Tim Kerja Usaha dan Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Supriyanto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 81 desa wisata di Sleman, menjadikannya salah satu yang terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meski demikian, ia mengakui sebagian besar desa wisata masih membutuhkan pendampingan.

“Desa wisata berbasis masyarakat dan mengandalkan potensi sosiokultural, bukan investasi besar. Tantangan utama kami ada di SDM dan mindset masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala, terutama karena banyak desa wisata yang belum mandiri secara finansial. Pemerintah daerah pun secara bertahap berupaya meningkatkan kualitas fasilitas agar lebih representatif.

Dalam hal promosi, Dinas Pariwisata Sleman menerapkan dua strategi utama, yakni digital dan konvensional. Promosi digital dilakukan melalui pembuatan konten video dan foto yang diunggah ke berbagai platform, termasuk website Jaringan Desa Wisata milik Kementerian Pariwisata.

Sementara itu, promosi konvensional dilakukan melalui program table top yang mempertemukan pelaku wisata dengan biro perjalanan, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya di berbagai daerah.

Terkait UMKM, Supriyanto menegaskan bahwa pihaknya berperan dalam memastikan kesiapan pelaku usaha di sekitar destinasi wisata, terutama dari sisi standar pelayanan dan kualitas produk, termasuk sektor kuliner. Dinas Pariwisata juga memfasilitasi sertifikasi standar serta melakukan monitoring untuk memastikan kesesuaian operasional di lapangan.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi sinergi antara desa wisata berbasis masyarakat dengan industri pariwisata yang dikelola swasta, seperti di kawasan Studio Alam Gamplong yang berdampingan dengan Desa Wisata Gamplong. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi fokus program tahun 2026.

“Kami ingin ada sinergitas antara desa wisata dan industri pariwisata. Misalnya, wisatawan yang datang ke studio alam bisa sekaligus menikmati paket desa wisata di sekitarnya,” jelasnya.

Konsep ini terinspirasi dari praktik pariwisata di Bali, di mana paket wisata mengintegrasikan berbagai atraksi budaya dan destinasi. Ke depan, Dinas Pariwisata Sleman akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku industri dan pengelola desa wisata untuk membangun kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU).

“Kami hanya memfasilitasi. Nanti bentuk kerja samanya disepakati bersama antara pihak industri dan masyarakat, karena karakter keduanya berbeda, yang satu berbasis sosiokultural, yang lain berorientasi profit,” pungkasnya.

Dengan potensi besar yang dimiliki serta dukungan regulasi dan program pemerintah, desa wisata di Sleman diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat lokal.

Tags: Desa wisatadinas pariwisataGamplongHasto KaryantoroSlemanSupriyantoUMKM

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

Agustus 3, 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

Juli 28, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

Juli 28, 2026
Next Post
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Kepala BKAD Sleman Abu Bakar serta Direktur PDAM Tirta Sembada Edy Nugroho dipandu Dina Trinil dan Angger Sukisno dalam acara Jejak Layanan Ekonomi

PDAM Sleman Tingkatkan Layanan dan Inovasi Air Bersih, Dorong PAD dan Kesehatan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.