JAKARTA, POPULI.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Menanggapi luka serius yang dialami korban, termasuk kerusakan kornea mata dan luka bakar hingga 20 persen, Prabowo mengutuk keras kejadian tersebut dan menginstruksikan pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya.
Prabowo menolak menganggap kasus ini sebagai tindak kriminal biasa. Ia secara eksplisit mengategorikan serangan tersebut sebagai tindakan teror.
“Ya pastilah ini terorisme. Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Harus kita usut sampai bukan hanya pelaku lapangan, tapi siapa yang nyuruh, siapa yang bayar,” tegas Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan para pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jumat (20/3/2026).
Sikap ini sejalan dengan penilaian berbagai lembaga seperti Komnas HAM dan Komisi III DPR yang memandang serangan terhadap aktivis sebagai ancaman terhadap demokrasi dan pembela hak asasi manusia.
Menjawab kekhawatiran publik mengenai kemungkinan keterlibatan oknum alat negara, Prabowo memberikan jaminan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Ia menegaskan bahwa jabatan atau seragam tidak akan menjadi pelindung bagi pelaku kejahatan.
“Yang berseragam tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas. Saya menjamin itu,” ujarnya.
Namun di sisi lain, ia juga mewaspadai adanya pihak-pihak provokator di luar pemerintah yang sengaja ingin memperkeruh suasana.
Prabowo mengingatkan adanya kemungkinan pola false flag operation atau aksi teror yang dirancang untuk membangun persepsi bahwa rezim saat ini bersifat otoriter.
Prabowo menyatakan bahwa cita-cita besarnya adalah membangun Indonesia yang beradab dengan institusi penegak hukum yang bersih.
Ia mengaku sedang berupaya membenahi internal pemerintahan, termasuk menghadapi tantangan dari apa yang ia sebut sebagai deep state atau pejabat-pejabat yang merasa tidak tersentuh hukum.
“Saya ingin membangun Indonesia yang beradab. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih. Saya ingin punya polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelijen yang bersih,” ungkapnya.
Terkait desakan pembentukan tim independen untuk mengawal kasus ini, Prabowo menyatakan keterbukaannya untuk mempertimbangkan ide tersebut.
Meski demikian, ia memberikan catatan agar lembaga yang terlibat benar-benar independen dan objektif.
Menanggapi kekhawatiran mengenai menyempitnya ruang aman bagi suara kritis, Prabowo mengklaim bahwa pemerintahannya tetap menjamin kebebasan berpendapat.
Ia meminta masyarakat untuk membedakan antara kritik yang membangun dengan upaya destabilisasi atau makar yang disertai kekerasan.
Prabowo menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambilnya adalah demi membela rakyat.
“Percayalah, saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi. Saya dipilih oleh rakyat untuk membela rakyat,” tandasnya.
Ia pun meminta publik untuk memberikan waktu bagi aparat penegak hukum bekerja, sembari berjanji akan membuktikan komitmennya dalam menegakkan keadilan di masa kepemimpinannya.












