• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemain Muda Bhayangkara FC Dilarang Main Bola Tiga Tahun Imbas Tendangan Kungfu, Pengamat: Hukuman Sudah Tepat

Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain tiga tahun kepada Fadly Alberto Hengga akibat aksi kekerasan brutal dalam laga EPA U-20, yang juga membuatnya dicoret dari Timnas U-17 dan absen di Piala AFF U-19.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 2, 2026
in headline, Sports
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga.

Keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. [Dok. Instagram/@futboll.indonesiaa]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain selama tiga tahun kepada pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. Keputusan ini diambil menyusul aksi kekerasan brutal berupa tendangan Kungfu yang dilakukan Fadly terhadap pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 pada 19 April 2026 di Stadion Citarum, Semarang.

Selain Fadly, Komdis PSSI juga menghukum empat pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya. Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur masing-masing dilarang bermain selama dua tahun, sementara M. Mufdi Iskandar dikenai sanksi satu tahun. Seorang ofisial tim, Muchlis Hadi Ning, juga dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Ambisi Akhiri Kutukan Runner-up, John Herdman Geber Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Performa Tiga Tim Promosi Super League 2025/2026, Siapa Paling Moncer?

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Komdis PSSI, namun berencana untuk mengajukan banding. Pihak klub menilai perlu ada tinjauan ulang terkait durasi sanksi agar lebih proporsional dengan mempertimbangkan fakta-fakta lain di lapangan.

Akibat sanksi ini, Fadly Alberto yang merupakan penyerang andalan Timnas U-17, langsung dicoret oleh pelatih Nova Arianto dari daftar pemain untuk pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang dimulai 10 Mei 2026. Pencoretan ini membuat Fadly dipastikan absen membela Indonesia dalam ajang Piala AFF U-19 pada Juni mendatang.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan alias Bung Ropan, menilai tindakan tersebut sangat brutal dan tidak dapat ditoleransi dalam dunia sepak bola profesional. Ia memberikan catatan keras terkait perilaku pemain di lapangan.

“Tentunya ini imbas dari kejadian yang kita sudah tahu sama-sama, sudah viral dengan apa yang dinamakan tendangan kungfu yang sangat brutal dilakukan oleh Fadli terhadap pemain Dewa United U-20, Raka, yang membuat Raka cedera,” ujar Bung Ropan di kanal YouTube miliknya, Sabtu (2/5/2026).

Meskipun Fadly adalah pemain muda potensial, Bung Ropan menegaskan bahwa disiplin adalah harga mati.

“Walaupun ia pemain masih muda, tapi tidak bisa diterima dalam hal apapun apa yang dilakukan oleh Fadli. Cukup sekali aaja kejadian seperti ini, di mana tendangan kungfu mengakibatkan lawan itu bisa cedera,” tegasnya.

Terkait upaya damai yang sempat dilakukan kedua pemain, Bung Ropan menilai hal itu tidak menghapuskan konsekuensi hukum federasi.

“Dia sudah meminta maaf tetapi itu tidak cukup. Walaupun juga sudah ada pertemuan dan sudah memberikan maaf, tapi tidak cukup juga untuk menghentikan perbuatan ini karena memang jelas harus dihukum,” tambahnya.

Bung Ropan juga menyayangkan hilangnya kesempatan Fadly untuk memperkuat Timnas U-17 di bawah asuhan Nova Arianto. Padahal Fadly merupakan pemain muda yang sangat diharapkan dan punya talenta potensial.

โ€œDia ikut mencetak gol ke gawang Honduras ketika kita menang. Kalau tidak ada kasus, sudah pasti dijamin 100 persen Fadly masuk dan dia akan diandalkan di lini serang,” kata Bung Ropan.

Ia berharap sanksi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain muda di Indonesia.

“Hukuman ini juga akan membuat Fadly terbuka matanya lebih ke depan, tentunya berakhlak baik dan berperilaku yang baik dengan hukuman yang sudah dia dapatkan. Komdis tegas, memang tidak mematikan karier pemain muda ini, tetapi ini hukuman bisa menjadi pembelajaran penting,” tandasnya.

Tags: Bhayangkara FCbung ropanFadly AlbertoKomdis PSSI

Related Posts

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Ambisi Akhiri Kutukan Runner-up, John Herdman Geber Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

June 16, 2026
Bhayangkara FC

Performa Tiga Tim Promosi Super League 2025/2026, Siapa Paling Moncer?

May 26, 2026
Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes terancam absen di FIFA Matchday lantaran cedera

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Kembali Cedera, Partisipasi di FIFA Matchday Terancam

May 25, 2026
Timnas Indonesia

Daftar 44 Pemain Timnas Indonesia Dirilis, Pengamat: Kombinasi untuk FIFA Matchday dan AFF

May 23, 2026
Aksi penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta (kiri), dalam laga persahabatan melawan Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 5 September 2025.

Lini Depan Jadi PR Besar Timnas Indonesia, Pengamat Soroti Ketajaman Striker

May 16, 2026
Skuad Timnas Indonesia saat menghadapi Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia Masuk Grup Berat di Piala Asia 2027, Pengamat Ingatkan Sejarah Manis Kontra Qatar

May 11, 2026
Next Post
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Soroti Mutilasi Video Ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM: Upaya Adu Domba Antar Umat Beragama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ยฉ2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ยฉ2025. populi.id - All Right Reserved.