• Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemain Muda Bhayangkara FC Dilarang Main Bola Tiga Tahun Imbas Tendangan Kungfu, Pengamat: Hukuman Sudah Tepat

Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain tiga tahun kepada Fadly Alberto Hengga akibat aksi kekerasan brutal dalam laga EPA U-20, yang juga membuatnya dicoret dari Timnas U-17 dan absen di Piala AFF U-19.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 2, 2026
in headline, Sports
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga.

Keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. [Dok. Instagram/@futboll.indonesiaa]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi berat berupa larangan bermain selama tiga tahun kepada pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. Keputusan ini diambil menyusul aksi kekerasan brutal berupa tendangan Kungfu yang dilakukan Fadly terhadap pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 pada 19 April 2026 di Stadion Citarum, Semarang.

Selain Fadly, Komdis PSSI juga menghukum empat pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya. Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur masing-masing dilarang bermain selama dua tahun, sementara M. Mufdi Iskandar dikenai sanksi satu tahun. Seorang ofisial tim, Muchlis Hadi Ning, juga dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan.

BERITA MENARIK LAINNYA

5 Fakta Jelang Duel Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta, Misi Bangkit di Tengah Badai

Badai Cedera Lini Serang Timnas Indonesia: Miliano Jonathans dan Ole Romeny Absen, Siapa Pengganti Ideal di Timnas Indonesia?

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Komdis PSSI, namun berencana untuk mengajukan banding. Pihak klub menilai perlu ada tinjauan ulang terkait durasi sanksi agar lebih proporsional dengan mempertimbangkan fakta-fakta lain di lapangan.

Akibat sanksi ini, Fadly Alberto yang merupakan penyerang andalan Timnas U-17, langsung dicoret oleh pelatih Nova Arianto dari daftar pemain untuk pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang dimulai 10 Mei 2026. Pencoretan ini membuat Fadly dipastikan absen membela Indonesia dalam ajang Piala AFF U-19 pada Juni mendatang.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan alias Bung Ropan, menilai tindakan tersebut sangat brutal dan tidak dapat ditoleransi dalam dunia sepak bola profesional. Ia memberikan catatan keras terkait perilaku pemain di lapangan.

“Tentunya ini imbas dari kejadian yang kita sudah tahu sama-sama, sudah viral dengan apa yang dinamakan tendangan kungfu yang sangat brutal dilakukan oleh Fadli terhadap pemain Dewa United U-20, Raka, yang membuat Raka cedera,” ujar Bung Ropan di kanal YouTube miliknya, Sabtu (2/5/2026).

Meskipun Fadly adalah pemain muda potensial, Bung Ropan menegaskan bahwa disiplin adalah harga mati.

“Walaupun ia pemain masih muda, tapi tidak bisa diterima dalam hal apapun apa yang dilakukan oleh Fadli. Cukup sekali aaja kejadian seperti ini, di mana tendangan kungfu mengakibatkan lawan itu bisa cedera,” tegasnya.

Terkait upaya damai yang sempat dilakukan kedua pemain, Bung Ropan menilai hal itu tidak menghapuskan konsekuensi hukum federasi.

“Dia sudah meminta maaf tetapi itu tidak cukup. Walaupun juga sudah ada pertemuan dan sudah memberikan maaf, tapi tidak cukup juga untuk menghentikan perbuatan ini karena memang jelas harus dihukum,” tambahnya.

Bung Ropan juga menyayangkan hilangnya kesempatan Fadly untuk memperkuat Timnas U-17 di bawah asuhan Nova Arianto. Padahal Fadly merupakan pemain muda yang sangat diharapkan dan punya talenta potensial.

“Dia ikut mencetak gol ke gawang Honduras ketika kita menang. Kalau tidak ada kasus, sudah pasti dijamin 100 persen Fadly masuk dan dia akan diandalkan di lini serang,” kata Bung Ropan.

Ia berharap sanksi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemain muda di Indonesia.

“Hukuman ini juga akan membuat Fadly terbuka matanya lebih ke depan, tentunya berakhlak baik dan berperilaku yang baik dengan hukuman yang sudah dia dapatkan. Komdis tegas, memang tidak mematikan karier pemain muda ini, tetapi ini hukuman bisa menjadi pembelajaran penting,” tandasnya.

Tags: Bhayangkara FCbung ropanFadly AlbertoKomdis PSSI

Related Posts

PSIM Yogyakarta akan mendatangkan bek tengah baru di putaran kedua Super League 2025/26.

5 Fakta Jelang Duel Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta, Misi Bangkit di Tengah Badai

April 16, 2026
Penyerang Timnas Indonesia, Miliano Jonathans (tengah), mengungkap kisah pahit setelah kembali mengalami cedera ACL untuk kedua kalinya dalam kurun dua tahun terakhir.

Badai Cedera Lini Serang Timnas Indonesia: Miliano Jonathans dan Ole Romeny Absen, Siapa Pengganti Ideal di Timnas Indonesia?

March 13, 2026
Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner diprediksi akan mengawal lini pertahanan Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026.

Menuju FIFA Series 2026, Mengintip Prediksi Lini Pertahanan Timnas Indonesia

March 5, 2026
Pemain PSIM Yogyakarta berebut bola dengan penggawa Persebaya Surabaya saat melakoni laga perdana kompetisi Super League yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025) petang.

Jalani Debut di Super League, PSIM Yogyakarta Langsung Diganjar Sanksi

August 20, 2025
Komdis PSSI Jatuhkan Sejumlah Sanksi: PSS Sleman Didenda Rp200 Juta

Komdis PSSI Jatuhkan Sejumlah Sanksi: PSS Sleman Didenda Rp200 Juta

May 13, 2025
Next Post
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Soroti Mutilasi Video Ceramah Jusuf Kalla di Masjid UGM: Upaya Adu Domba Antar Umat Beragama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.