• Tentang Kami
Jumat, Oktober 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Kritik Narasi Pemerintah Soal Optimisme Ekonomi, Pakar: Buktikan Secara Ilmiah

masyarakat saat ini mampu membaca situasi ekonomi secara lebih kritis, termasuk masyarakat desa yang mulai memahami persoalan subsidi, pajak, hingga nilai tukar rupiah.

byredaksi
Mei 21, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi

ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi. [vecteezy/ Prayer Turambi]

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Narasi optimisme ekonomi yang terus disampaikan pemerintah di tengah tekanan sosial dan ekonomi masyarakat mendapat sorotan dari akademisi Manajemen dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Media Wahyudi.

Media menilai pemerintah terlalu fokus menjaga stabilitas narasi dibanding membaca realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

BERITA MENARIK LAINNYA

Baru Uji Coba, MBG Prasmanan Langsung Dikritik

Korban MBG Jadi 69 Orang

Menurutnya, publik saat ini semakin kritis dan mampu merasakan langsung tekanan ekonomi melalui sulitnya mencari pekerjaan, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja, hingga menurunnya daya beli.

Kondisi tersebut memunculkan jarak yang semakin besar antara optimisme pemerintah dan pengalaman hidup masyarakat di lapangan.

Media menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang selama ini diklaim pemerintah belum tentu mencerminkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara luas.

Angka pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menunjukkan kondisi sosial masyarakat benar-benar membaik. Ia mengungkapkan sebagian besar manfaat pertumbuhan ekonomi justru dinikmati kelompok elite yang memiliki akses terhadap modal, aset, dan proyek strategis nasional.

Sementara itu, masyarakat kelas menengah dan kelompok rentan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ekonomi itu memang tumbuh, tapi ekonomi itu hanya dinikmati oleh kelas atas, oleh orang superkaya, oleh mereka yang punya kapital, aset, properti, dan saham,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Kamis (21/5/2026).

Menurut Media, pemerintah juga gagal melihat bahwa keresahan publik lahir dari pengalaman hidup yang nyata, bukan sekadar persepsi di media sosial.

Ia menjelaskan masyarakat saat ini mampu membaca situasi ekonomi secara lebih kritis, termasuk masyarakat desa yang mulai memahami persoalan subsidi, pajak, hingga nilai tukar rupiah.

Dalam kondisi seperti sekarang, publik akan sulit menerima narasi optimisme apabila kondisi ekonomi yang mereka rasakan justru bergerak ke arah sebaliknya. Media menilai pemerintah perlu lebih jujur membaca tekanan sosial ekonomi yang berkembang di masyarakat.

“Problem terbesar hari ini adalah terlalu jauh antara angka yang dinarasikan oleh pemerintah dengan realita di lapangan,” ungkapnya.

Media turut menyoroti arah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berbasis pada riset dan kebutuhan riil masyarakat.

Ia menjelaskan banyak kebijakan publik lahir tanpa kajian akademik yang kuat dan tidak melibatkan hasil penelitian lembaga-lembaga riset maupun perguruan tinggi.

Baginya, negara seharusnya membangun kebijakan berbasis evidence agar mampu menjawab tantangan ekonomi secara lebih rasional dan kontekstual. Ia menilai pola pengambilan kebijakan yang terlalu bertumpu pada pidato politik berisiko melahirkan program yang tidak efektif dan membebani fiskal negara.

“Beliau menciptakan kebijakan hanya dengan sebuah pidato politik, lalu hadir kebijakan setelah beliau pidato,” katanya.

Media juga mengkritik sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut, menurutnya, perlu dievaluasi ulang karena berpotensi membebani struktur fiskal negara dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan pemerintah perlu berani melakukan moratorium dan redesign kebijakan apabila program yang dijalankan tidak memiliki dampak yang jelas bagi masyarakat. Langkah tersebut penting agar anggaran negara dapat lebih difokuskan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan publik.

Selain mengkritik kebijakan ekonomi, Media juga menyoroti cara pemerintah merespons kritik publik. Ia mengungkapkan kritik yang lahir dari akademisi dan peneliti sering kali diposisikan sebagai bentuk pesimisme terhadap negara.

Padahal menurutnya, kritik berbasis data dan riset justru menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan publik. Ia menilai pemerintah seharusnya melihat akademisi sebagai mitra berpikir yang membantu negara memitigasi risiko sosial dan ekonomi, bukan sebagai lawan politik. Dalam situasi seperti sekarang, ruang dialog yang sehat dinilai menjadi kebutuhan penting agar pemerintah tidak semakin jauh dari realitas masyarakat.

“Kalau pemerintah melihat para pengamat dan akademisi sebagai kawan berpikir, pemerintah akan merefleksikan dirinya dan merespons kritik itu dengan data juga. Kritis dan pesimisme itu dua hal yang berbeda,” tegasnya.

Media menegaskan kritik yang disampaikan akademisi lahir dari kepedulian terhadap masa depan bangsa dan kondisi masyarakat. Ia menjelaskan banyak akademisi memilih tetap bekerja dan mengabdi di Indonesia karena memiliki harapan terhadap masa depan negara.

Media berujar keberanian menyampaikan kritik merupakan bagian dari tanggung jawab moral akademisi untuk menjaga kualitas kebijakan publik dan demokrasi. Ia berharap pemerintah lebih terbuka terhadap masukan serta tidak memandang kritik sebagai ancaman terhadap kekuasaan.

“Kalau saya tidak optimis dengan negara ini, saya mungkin memilih tetap tinggal di luar negeri. Tapi kami kembali karena percaya Indonesia membutuhkan orang-orang yang mau berpikir, mengkritik, sekaligus mencari solusi. It takes someone who really loves the country in order to be critical against it,” pungkasnya.

Tags: Koperasi Desa Merah PutihMBGMedia Wahyudioptimisme ekonomipertumbuhan ekonomiProyek Strategi NasionalUGM

Related Posts

Baru Uji Coba, MBG Prasmanan Langsung Dikritik

Baru Uji Coba, MBG Prasmanan Langsung Dikritik

Oktober 8, 2026
Korban MBG Jadi 69 Orang

Korban MBG Jadi 69 Orang

September 8, 2026
867 Porsi MBG Sudah Dikonsumsi

867 Porsi MBG Sudah Dikonsumsi

September 8, 2026
Terkait Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dewan Minta tidak Berspekulasi

Terkait Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dewan Minta tidak Berspekulasi

September 7, 2026
45 Orang Jadi Korban Keracunan Usai Konsumsi MBG

45 Orang Jadi Korban Keracunan Usai Konsumsi MBG

September 7, 2026
Ilustrasi MBG.

Siswa dan Tendik di Sleman Diduga Keracunan Usai Santap MBG

September 3, 2026
Next Post
Polresta Yogyakarta ungkap kasus pengoplosan isi LPG subsidi ke tabung non subsidi, Rabu (20/5/2025).

4 Pengoplos LPG Subsidi ke Tabung Non Subsidi Ditangkap, Polisi: Pelaku Raup Untung Rp75 Juta Per Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.