• Tentang Kami
Saturday, May 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UGM Soroti Banyaknya Daycare Belum Berizin di Indonesia

Pakar psikologi UGM, Okina Fitriani, menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan standar layanan daycare di Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan anak serta kepekaan orang tua terhadap tanda-tanda kekerasan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 22, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi daycare

Ilustrasi daycare [Freepik]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Meningkatnya jumlah orang tua bekerja yang mengandalkan layanan daycare membuat mutu sistem pengasuhan anak menjadi hal yang sangat penting. Daycare seharusnya menjadi bagian dari ekosistem tumbuh kembang anak. Namun, apabila aspek seperti perizinan, kurikulum, kompetensi pengasuh, hingga mekanisme pengawasan belum terpenuhi, maka layanan tersebut belum dapat dianggap sebagai infrastruktur perkembangan anak yang memadai.

“Pemerintah perlu mempunyai sistem di mana orang tua dapat dengan mudah mengakses informasi terkait izin layanan daycare,” kata pakar psikologi perkembangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Okina Fitriani, dilansir dari laman resmi UGM, Jumat (22/5/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Hasil Skrining Korban Daycare Little Aresha, Dinkes: 18 Anak Alami Masalah Gizi, Perkembangan 12 Anak Menyimpang

KPAID Yogyakarta Tegaskan Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Langgar Hak Anak

Menurut Okina, kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memperlihatkan persoalan yang selama ini tersembunyi dalam sistem pengasuhan anak usia dini. Ia menilai kasus tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai tindakan kekerasan individu semata, melainkan berkaitan dengan mutu layanan pengasuhan, kesiapan tenaga pengasuh, serta dukungan sistem bagi keluarga.

Okina menjelaskan bahwa persoalan dalam kasus ini dapat ditinjau dari empat aspek utama, yakni pelaku, sistem pengawasan, anak sebagai korban, dan orang tua.

“Dari sisi pelaku, ini jelas sebuah kejahatan yang bukan kejahatan spontan, tetapi kejahatan yang terorganisir karena tersistematis, ada perintah, kemudian para pengasuh juga seharusnya tahu bahwa perilaku ini kok sepertinya tidak wajar,” jelasnya.

Dari sudut pandang pengawasan dan kebijakan, Okina menilai pengasuhan anak usia dini harus memiliki standar yang tegas dan terukur. Standar tersebut penting agar pengasuh memahami batasan pengasuhan yang aman bagi anak.

Meski mendapat tekanan atau instruksi tertentu, pengasuh tetap harus menyadari bahwa tindakan tertentu tidak dapat dibenarkan dalam pengasuhan anak usia dini. Selain itu, pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi dan pengawasan rutin terhadap daycare yang telah beroperasi.

Kasus di salah satu daycare di Yogyakarta ini menambah panjang daftar persoalan layanan daycare di Indonesia. Data KemenPPPA menunjukkan hanya 30,7 persen daycare di Indonesia yang memiliki izin operasional. Sementara di Kota Yogyakarta terdapat 37 daycare berizin dan 33 lainnya belum mengantongi izin.

“Sebenarnya ini tidak hanya soal kekerasan, tapi juga soal kelemahan sistem,” tuturnya.

Dari perspektif anak sebagai korban, Okina menegaskan bahwa masa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan kemampuan kognitif, karakter, dan kualitas diri anak di masa depan. Karena itu, kekerasan yang terjadi pada periode tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

“Ketika terjadi kekerasan pada anak usia 0-3 tahun, efeknya implisit, di usia ini, intervensinya lebih challenging,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus seperti ini membuat proses deteksi dan intervensi menjadi lebih sulit karena tanda-tandanya sering tidak tampak secara langsung. Hal ini sejalan dengan temuan dalam sejumlah jurnal yang menyebutkan bahwa anak usia dini umumnya belum mampu mengungkapkan pengalaman buruk secara verbal, bahkan belum memahami bahwa pengalaman tersebut termasuk bentuk kekerasan.

Okina juga menyebut orang tua dalam kasus ini turut menjadi korban, yakni korban penipuan oleh lembaga pengasuhan. Menurutnya, orang tua perlu lebih peka terhadap tanda-tanda yang muncul pada anak.

“Selama ini orang tua mengira jika nggak ada lebam, nggak ada luka karena dalam kasus ini anak diikat dengan kain halus, artinya tidak apa-apa. Meskipun tidak ada tanda-tanda fisik, jika anak menyampaikan hal-hal yang menimbulkan pertanyaan, kita perlu cepat-cepat untuk mencari tahu,” ungkapnya.

Dalam situasi seperti ini, peran orang tua menjadi sangat penting, terutama dalam mengenali tanda-tanda ketidaknyamanan anak dan memilih daycare yang tepat. Perubahan perilaku seperti meningkatnya kecemasan, penolakan terhadap situasi tertentu, hingga perubahan pola makan dan emosi dapat menjadi sinyal yang perlu dicermati lebih lanjut.

Ketika orang tua mengetahui adanya pengalaman tidak menyenangkan yang dialami anak, kondisi tersebut tidak hanya memicu kekhawatiran terhadap anak, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional orang tua. Rasa bersalah, penyesalan, hingga kebingungan dalam menghadapi situasi sering muncul setelah kasus terungkap. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental orang tua dinilai penting selama proses hukum berlangsung.

“Kesehatan mental orang tua dan pengawalan hukum harus berjalan beriringan. Ini termasuk traumatic event, bagaimana mengurangi rasa bersalah dan bagaimana kembali fokus,” jelasnya.

Tags: daycaredaycare little AreshaOkina Fitrianipakar UGMpsikolog

Related Posts

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti.

Hasil Skrining Korban Daycare Little Aresha, Dinkes: 18 Anak Alami Masalah Gizi, Perkembangan 12 Anak Menyimpang

May 20, 2026
Ketua KPAID Yogyakarta, Silvy Dewajani, sebut kasus Daycare Little Aresha sebagai pelanggaran berat terhadap hak anak, Selasa (19/5/2026).

KPAID Yogyakarta Tegaskan Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Langgar Hak Anak

May 20, 2026
Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

May 19, 2026
Suasana tempat persalinan anak di sebuah kontrakan di Gamping, Sleman yang dikelola oleh bidan ORP, Selasa (12/5/2026).

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem, Pemilik Kontrakan di Gamping Ungkap Aktivitas Bidan ORP: Sering Jumat Berkah

May 12, 2026
Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

Polisi Ungkap Bidan Penitip 11 Bayi di Pakem Sleman Tak Kantongi Izin Daycare

May 11, 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Bupati Harda Kiswaya Minta Tata Kelola Daycare Diperbaiki

May 11, 2026
Next Post
Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, bersama 9 WNI relawan Flotilla.

7 Fakta Penangkapan 9 WNI oleh Militer Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.