YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan ketersediaan hewan kurban di DIY dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Meski tercatat ada beberapa komoditas yang mengalami kekurangan secara neraca daerah, namun pasokan dari luar provinsi dipastikan siap menutup celah tersebut.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) DIY, Agung Ludiro, mengungkapkan bahwa total kebutuhan hewan kurban di DIY untuk sapi sebanyak 25.835 ekor, kambing 28.349 ekor, dan domba 36.346 ekor.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari kabupaten/kota hingga awal pekan ini menunjukkan dinamika terhadap neraca ketersediaan.
“Kalau secara provinsi di DIY sampai awal pekan ini untuk sapi masih kurang 1100 ekor, domba 8000 ekor, dan kambing surplus 8000 ekor,” ungkap Agung, belum lama ini.
Meskipun terdapat kekurangan stok sapi dan domba di beberapa titik, namun pemerintah optimis tidak akan menganggu kelancaran ibadah kurban. Sebab, pasokan hewan kurban dari luar daerah semisal Bali, Madura, dan sekitar Jawa Tengah dipastikan lancar dan bisa memenuhi kebutuhan pasar di DIY.
“Kalau kambing dan domba kan hampir mirip, jadi mungkin sama. Sementara sapi walaupun kurang tetapi kami yakim bisa memenuhi kebutuhan di kabupaten kota. Karena ada juga sapi yang masuk dari Bali, Madura, dan sekitar DIY. Jadi itu sangat mencukupi,” ucap dia.
Kepala Biro Perekonomian DIY, Eling Priswanto, menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan intensif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) selama dua pekan terakhir, pasokan hewan kurban secara umum sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh DIY.
Menurutnya, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah paling mandiri di antara empat kabupaten dan satu kota di DiY. Karena, Kabupaten Gunungkidulmampu mencukupi seluruh kebutuhan sapi, kambing, dan domba sendiri. Selain Gunungkidul, Kabupaten Kulon Progo juga mencatatkan surplus ketersediaan hewan kurban secara signifikan.
“Jadi dua daerah itu menjadi penyangga utama untuk memasok hewan kurban di kabupaten lain di DIY, khususnya Kota Yogyakarta yang memiliki tingkat permintaan tinggi namun lahan peternakannya terbatas,” papar Priswanto.
Tak hanya soal kuantitas, Pemda DIY juga memberikan perhatian penuh pada faktor kualitas serta kesehatan hewan kurban. Dikatakan, pemantauan intensif telah dilakukan sejak dua minggu lalu dengan melibatkan tim dari kabupaten kota serta Balai Besar Veteriner (BBVet).
Dalam pemantauan itu, petugas memastikan bahwa seluruh hewan kurban yang masuk ke wilayah DIY harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang lengkap dari daerah asal.
“Kami pastikan hewan kurban yang beredar di DIY dalam kondisi aman dan layak. Pemantauan kesehatan hewan akan ketat karena untuk beberapa hari di titik-titik penjualan akan didatangi oleh tenaga kesehatan hewan. Untuk memastikan bahwa hewan yang beredar itu layak diperjualbelikan,”tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)