• Tentang Kami
Wednesday, June 3, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Polisi Belum Temukan Unsur TPPO dalam Kasus Penitipan 11 Bayi di Sleman

Polisi masih mendalami kasus praktik penitipan 11 bayi oleh seorang bidan di Gamping dan hingga kini belum menemukan indikasi tindak pidana perdagangan orang.

byredaksi
June 3, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Polresta Sleman masih mendalami kasus praktik penitipan bayi yang dilakukan seorang bidan di wilayah Kapanewon Gamping. Hingga saat ini, penyidik belum menemukan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus tersebut.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah ditemukan 11 bayi di sebuah rumah di wilayah Kapanewon Pakem, Sleman. Bayi-bayi tersebut diketahui dititipkan di sebuah praktik bidan yang dikelola oleh bidan berinisial ORP di Kapanewon Gamping.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polda DIY Lakukan Pendalaman Kasus Viral Shinta Komala

Viral Wanita Curhat Jadi Tersangka Usai Laporkan Oknum Polisi, Ini Kata Polresta Sleman

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam praktik tersebut.

“Masih kami dalami. Sampai saat ini belum terlihat secara konkret adanya unsur TPPO, apakah memang terjadi jual beli bayi atau tidak,” kata Wiwit saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Sleman, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, penyelidikan terhadap bidan yang bersangkutan kini sudah memasuki tahap akhir. Namun, langkah lanjutan yang akan diambil masih menunggu hasil koordinasi antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Wiwit juga memastikan jumlah bayi yang ditemukan tidak bertambah dan seluruhnya masih dalam pengawasan pihak terkait.Dalam waktu dekat, Polresta Sleman akan menggelar koordinasi bersama sejumlah instansi untuk membahas penanganan kasus tersebut, termasuk menentukan status praktik penitipan bayi yang selama ini berjalan.

“Proses penyelidikan terhadap bidan masih berlangsung dan sudah mendekati selesai. Untuk keputusan berikutnya akan dibahas bersama pimpinan dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Koordinasi tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), hingga Bagian Hukum Pemkab Sleman.

Saat ini, 11 bayi yang ditemukan masih berada dalam penanganan Dinas Sosial Sleman. Polisi memastikan seluruh bayi dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Meski demikian, bayi-bayi tersebut belum dapat diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing karena masih menunggu keputusan hasil koordinasi lintas instansi.

Terkait kemungkinan penegakan hukum terhadap praktik penitipan bayi tersebut, Wiwit menegaskan belum ada keputusan final. Seluruh aspek, termasuk dampak sosial dan kepentingan terbaik bagi anak, masih menjadi bahan pertimbangan.

“Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Instansi terkait akan mengkaji berbagai aspek sebelum menentukan apakah langkah yang diambil berupa penegakan hukum atau bentuk penanganan lainnya,” jelasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: AKP Mateus Wiwit KustiyadibidanKapanewon Gampingpenemuan bayiPolresta SlemanTPPO

Related Posts

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan.

Polda DIY Lakukan Pendalaman Kasus Viral Shinta Komala

May 18, 2026
Viral Wanita Curhat Jadi Tersangka Usai Laporkan Oknum Polisi, Ini Kata Polresta Sleman

Viral Wanita Curhat Jadi Tersangka Usai Laporkan Oknum Polisi, Ini Kata Polresta Sleman

May 17, 2026
polisi mengamankan lokasi kejadian ditemukanya pria bunuh diri di sebuah rumah di Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY, Jumat (15/5/2026). (Polresta Sleman)

Pria di Seyegan Tewas dengan Luka Sayat pada Leher, Sempat Pamit Tak Kuat

May 15, 2026
Suasana tempat persalinan anak di sebuah kontrakan di Gamping, Sleman yang dikelola oleh bidan ORP, Selasa (12/5/2026).

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem, Pemilik Kontrakan di Gamping Ungkap Aktivitas Bidan ORP: Sering Jumat Berkah

May 12, 2026
Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

Polisi Ungkap Bidan Penitip 11 Bayi di Pakem Sleman Tak Kantongi Izin Daycare

May 11, 2026
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.

Polresta Sleman Dalami Kasus Penitipan 11 Bayi di Pakem, Mayoritas Lahir di Luar Nikah

May 11, 2026
Next Post
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.