• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Fenomena Api Misterius di Seyegan, BPBD Sleman Masih Tunggu Hasil Kajian Ahli

BPBD Sleman masih menunggu hasil kajian tim ahli dari sejumlah lembaga sebelum menentukan langkah penanganan fenomena api misterius yang telah muncul lebih dari 90 kali di rumah warga Kasuran, Seyegan.

byredaksi
June 4, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman belum mengambil langkah final terkait penanganan fenomena kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Keputusan lanjutan akan ditentukan setelah hasil kajian para ahli selesai dirumuskan.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih fokus mendampingi keluarga terdampak sembari menunggu rekomendasi dari tim peneliti yang tengah melakukan investigasi di lokasi kejadian.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Sleman Dampingi Dokter dalam Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

“Langkah yang akan diambil pemerintah harus berdasarkan kajian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu kami tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan,” ujar Bambang, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan sejumlah opsi masih menjadi pertimbangan, termasuk kemungkinan relokasi sementara atau pengosongan area terdampak. Namun, seluruh kebijakan akan mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan para pakar.

“Apakah nantinya perlu dilakukan pengungsian atau pengosongan lokasi, semuanya masih menunggu hasil kajian. Kami ingin memastikan keputusan yang diambil benar-benar yang terbaik bagi warga,” katanya.

Menurut Bambang, tim peneliti yang terdiri dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BPPTKG, serta unsur terkait lainnya dijadwalkan menyampaikan hasil temuan sementara dalam pertemuan di Kapanewon Seyegan.

Hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan menetapkan status tanggap darurat apabila kondisi dinilai memenuhi kriteria.

“Hasil kajian dari berbagai lembaga itu akan kami formulasikan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dari situ akan terlihat apakah perlu ada penetapan status tanggap darurat atau langkah lainnya,” jelasnya.

Selain fokus pada aspek mitigasi bencana, pemerintah juga akan mempertimbangkan berbagai rekomendasi ilmiah terkait fenomena yang terjadi, termasuk apabila terdapat potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara aman oleh masyarakat.

Di tengah proses penelitian yang masih berlangsung, pemilik rumah, Muftiana, mengaku berharap segera ada kepastian mengenai penyebab kemunculan api yang telah berulang kali terjadi di kediamannya.

“Saya berharap hasil penelitian bisa segera diketahui. Selama ini kami hanya bisa berjaga karena api masih muncul sewaktu-waktu dan membuat keluarga tidak tenang,” ungkapnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya bersama anggota keluarga harus bergantian mengawasi rumah sepanjang hari. Rasa khawatir masih terus menghantui karena kemunculan api belum dapat diprediksi.

“Kalau malam kami bergantian berjaga. Kami ingin ada solusi yang benar-benar bisa menghentikan kejadian ini supaya keluarga bisa kembali hidup normal,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Sleman, jumlah kemunculan api di rumah tersebut telah mencapai lebih dari 90 kejadian sejak pertama kali dilaporkan pada 23 Mei 2026. Peristiwa itu telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah barang rumah tangga dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Bambang KuntoroBPBD SlemanKasurankebakaranPemkab SlemanSeyegan

Related Posts

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama.

Pemkab Sleman Dampingi Dokter dalam Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan

June 3, 2026
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

June 2, 2026
Abu Bakar (kanan) saat dilantik menjadi Sekretaris Daerah Sleman oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kiri), di Pendopo Parasamya, Selasa (2/6/2026).

Resmi Nakhodai Birokrasi Sleman, Ini Profil dan Rekam Jejak Abu Bakar Usai Dilantik Jadi Sekda

June 2, 2026
Pemkab Sleman Tegaskan Arah Pembangunan ke Depan, Fokus Pemerataan terutama di Wilayah Barat

Pemkab Sleman Tegaskan Arah Pembangunan ke Depan, Fokus Pemerataan terutama di Wilayah Barat

June 2, 2026
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

Pemkab Sleman Dampingi Korban Kebakaran Berulang di Seyegan

May 31, 2026
Kebakaran Berulang Timpa Tempat Pemotongan Ayam di Seyegan, Ini Penyebabnya

Kebakaran Berulang Timpa Tempat Pemotongan Ayam di Seyegan, Ini Penyebabnya

May 24, 2026
Next Post
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui di Hotel De Djokja Kota Yogyakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Sultan HB X soal Kasus TKD Condongcatur: Kalau Didiamkan Saja, Habis Tanahnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.