SLEMAN, POPULI.ID — Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengupayakan peningkatan infrastruktur olahraga guna mendukung pembinaan atlet dan mempertahankan prestasi sebagai juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY.
Sejumlah proyek pengembangan sarana dan prasarana olahraga kini menjadi prioritas, mulai dari revitalisasi Stadion Tridadi hingga pembangunan fasilitas bagi cabang olahraga unggulan.
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, mengatakan keberhasilan Sleman meraih 171 medali emas dan menjadi juara umum Porda DIY XVII 2025 di Gunungkidul secara beruntun tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan atlet maupun penyediaan fasilitas olahraga.
“Untuk mempertahankan prestasi tersebut membutuhkan dukungan pemda. Selain pembinaan melalui pelatda, yang paling utama adalah sarana dan prasarana olahraga untuk latihan maupun penyelenggaraan event. Itu yang membuat prestasi olahraga di Sleman menjadi yang terbaik di DIY,” kata Haris.
Menurutnya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah fasilitas bagi cabang olahraga dengan banyak nomor pertandingan, seperti atletik, akuatik, dan panahan. Cabang-cabang tersebut selama ini menjadi andalan Sleman dalam perolehan medali.
Haris menjelaskan, Pemkab Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) telah mengajukan Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Stadion Tridadi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Stadion tersebut direncanakan menjadi stadion atletik berstandar nasional.
Ia juga menyoroti kebutuhan kolam renang berstandar nasional. Saat ini, fasilitas yang ada di Sleman belum memenuhi standar untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional sehingga sejumlah event akuatik tingkat nasional masih digelar di luar wilayah Sleman.
“Event nasional seperti itu peminatnya banyak. Kalau bisa diselenggarakan di Sleman tentu akan memberikan dampak ekonomi dan meningkatkan kunjungan ke daerah,” ujarnya.
Untuk mempertahankan gelar juara umum pada Porda XVIII tahun 2027 di Kulon Progo, KONI Sleman mulai melakukan penjaringan atlet melalui berbagai kompetisi. Setelah menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) pada Mei lalu yang diikuti sembilan cabang olahraga, KONI akan melanjutkan dengan kejuaraan kabupaten dan program pemusatan latihan kabupaten (Pelatkab) sebagai persiapan menuju Porda 2027.
Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, mengatakan keberhasilan Sleman meraih empat gelar juara umum Porda DIY berturut-turut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas olahraga, terutama bagi cabang olahraga yang berpotensi menyumbang banyak medali dengan kebutuhan anggaran yang relatif kecil.
“Kami sudah berupaya mencari lahan untuk sport center, termasuk untuk cabang olahraga panahan. Selain itu, Stadion Tridadi akan diprioritaskan untuk memfasilitasi cabang olahraga atletik,” katanya.
Menurut Sukarmin, DED revitalisasi Stadion Tridadi telah selesai disusun dan mendapat respons positif dari Kementerian PU. Saat ini Pemkab Sleman tengah menindaklanjuti rekomendasi dari Kemenpora untuk mendapatkan dukungan pendanaan.
Ia memastikan lapangan sepak bola di Stadion Tridadi tetap dipertahankan. Revitalisasi nantinya juga akan dilengkapi tribun penonton serta berbagai fasilitas olahraga lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain Stadion Tridadi, DPUPKP juga menyiapkan pembangunan fasilitas panjat tebing. Lokasi pembangunan masih dalam tahap pembahasan dengan mempertimbangkan masukan dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sleman.
Dalam menentukan prioritas pembangunan, Sukarmin menyebut pemerintah mempertimbangkan potensi perolehan medali dari setiap cabang olahraga serta efisiensi kebutuhan anggaran.
“Pertimbangan kami adalah cabang olahraga yang potensi peraihan emasnya tinggi dan membutuhkan pembiayaan yang relatif minim. Itu menjadi salah satu skala prioritas usulan kami,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Komisi C DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmad, menegaskan dukungan legislatif terhadap pembangunan infrastruktur olahraga tetap berjalan meskipun terjadi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.
“Bagi kami tidak masalah selama ada skala prioritas. Yang tidak prioritas bisa ditunda terlebih dahulu. Yang mendapat prioritas harus melalui pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif,” katanya.
Menurut Untung, keberhasilan program pembangunan bergantung pada tiga faktor utama, yakni anggaran, regulasi, dan sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Kalau tiga unsur itu sudah ditempuh, tidak ada sesuatu yang sulit,” ujarnya.










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

