YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi menambah kapasitas daya tampung SMP negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Langkah tersebut diambil untuk menjawab masalah akses pendidikan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat Kota Yogyakarta bagian selatan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan penambahan kuota kursi SPMB akan diberikan kepada SMP Negeri 10 Yogyakarta yang berada di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Pada tahun ini, SMP Negeri 10 Yogyakarta mendapatkan tambahan kuota sebanyak 64 kursi yang terbagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel).
“Total daya tampung SMP RTO (real time online) mencapai 3.520 kursi. Jika ditambah Kelas Khusus Online (KKO) sebanyak 64 kursi, maka total keseluruhan daya tampung SMP Negeri di Kota Yogyakarta menjadi 3.584 kursi,” ucap Budi di Balai Kota, Rabu (17/6/2026).
Dia meminta masyarakat, khususnya orang tua, agar tak perlu khawatir tidak bisa menyekolahkan anaknya di Kota Yogyakarta. Sebab, total daya tampung gabungan antara SMP negeri dan swasta di Kota Yogyakarta tercatat melimpah hampir mencapai 9.000 kursi. Sedangkan, berdasarkan data jumlah lulusan SD di Kota Yogyakarta pada tahun ini berkisar 6.800 anak.
“Memang tidak semuanya bisa ditampung di sekolah negeri. Tetapi kuota secara keseluruhan di Yogyakarta sangat mencukupi,” katanya.
Pada SPMB RTO tahun ini, pemerintah membagi kuota dalam beberapa jalur penerimaan, antara lain zona domisili, jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua. Untuk jalur zona domisili radius (jarak rumah dengan sekolah) disediakan alokasi kuota 5 persen atau sekitar 176 kursi. Kemudian, jalur domisili dalam daerah diberikan kuota 40 persen atau 1.408 kursi.
“Jalur zonasi domisili itu diperuntukkan bagi warga ber-KK Kota Yogyakarta, menggunakan nilai TKA-TKAD gabungan dengan bobot 90 persen dan nilai rapor 10 persen. Jika ada kuota dari jalur lain yang tidak terpenuhi, maka otomatis dialihkan ke jalur ini,” jelas dia.
Selanjutnya ada jalur afirmasi yang berdasarkan Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) dan penyandang disabilitas. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Budi menyebut kuota afirmasi SPMB tahun ini meningkat dari 20 persen menjadi 25 persen dengan rincian KSJPS 19 persen dan Penyandang Disabilitas 6 persen.
“Insya Allah bagi warga pemegang kartu KSJPS hampir semuanya akan tertampung di sekolah negeri sesuai database yang ada, asalkan tidak memaksakan memilih sekolah tertentu yang over kapasitas,” ujar Budi.
Pihaknya juga memastikan, siswa lulusan SD berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas akan tertampung di SMP Negeri. Sebab, kuota yang disediakan sebanyak 211 kursi, sedangkan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang lulus SD tahun ini mencapai 129 anak.
“Jadi semuanya dipastikan tertampung. Parameternya menggunakan jarak, status KSJPS, serta gabungan nilai rapor,” papar dia.
“Jika terpaksa harus masuk SMP Swasta di Kota Yogyakarta, siswa penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan jaminan pendidikan daerah dari Pemkot Yogyakarta, disamakan dengan skema KMS. Itu adalah bentuk empati Pemkot Yogyakarta terhadap anak-anak berkebutuhan khusus tanpa memandang latar belakang,” tambahnya.
Sementara itu, untuk jalur prestasi disediakan kuota sebanyak 2 persen. Jalur itu diperuntukkan bagi siswa berprestasi yang masuk peringkat 10 besar terbaik di masing-masing sekolah. Proses seleksi jalur itu akan dilihat dari nilai TKA terbaik selama 5 semester dari Kelas 4 sampai 6 SD. Seleksi lewat jalur prestasi akan dimulai pada 30 Juni 2026.
Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data, dan Sistem Informasi Disdikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menuturkan dalam SPMB kali ini pemerintah menambahkan fitur baru untuk ubah pilihan sekolah. Sehingga calon siswa bisa mengubah pilihan sekolah selama proses pendaftaran online berlangsung.
“Dalam SPMB RTO ada mekanisme ubah pilihan sekolah pada setiap jalur. Jadi calon peserta didik bisa mengubah sekolah tujuan pertama dan kedua saat prosea seleksi berlangsung, kemudian nilainya sudah tidak masuk. Maka dia boleh melakukan ubah pilihan sekolah sampai hari terakhir,” tuturnya.
Dia berharap, fitur itu bisa membantu calon peserta didik baru mengoptimalkan peluang diterima ke sekolah tujuan berdasarkan peringkat yang dipantau secara rela time. Pihaknya juga membuka posko konsultasi di kantor dinas dan layanan pendampingan masing-masing sekolah untuk memastikan kelancaran SPMB 2026. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

