YOGYAKARTA, POPULI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 4.082 petugas diterjunkan di wilayah DIY mulai pertengahan Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang guna mendata ratusan ribu pelaku usaha serta aktivitas ekonomi rumah tangga.
“Mulai 15 Juni 2026 kemarin sampai 31 Agustus 2026, kami menerjunkan 4.082 petugas di DIY yang akan mencacah 606 ribu pelaku usaha, di mana 596 ribu adalah UMKM dan 9.470 usaha menengah besar (UMB),” ucap Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo, dalam agenda Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Teras Melioboro 1, Kamis (18/6/2026).
Sonny mengatakan bahwa Provinsi DIY menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam Sensus Ekonomi 2026. Lantaran, DIY mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa sepanjang 2025 dengan angka mencapai 5,49 persen.
Selain itu, DIY juga memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Indonesia dan terkenal sebagai Kota Pendidikan karena banyak kampus-kampus besar berada di wilayah tersebut.
Sonny menyebut, sektor pendidikan sangat berperan membangun bangsa, baik dalam konteks pembangunan manusia maupun ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya nanti akan menghitung kontribusi pendidikan dalam aktivitas ekonomi di DIY.
“Setelah sensus selesai, kami akan menghitung berapa kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian di DIY,” ujarnya.
Dia menuturkan, petugas pelaksana Sensus Ekonomi tidak hanya mencatat para pelaku usaha di DI Yogyakarta. Namun, mereka juga akan datang door-to-door ke rumah-rumah warga untuk mencatat seluruh aktivitas ekonomi di dalam keluarga atau rumah tangga.
Tak hanya itu, pelaksanaan sensus kali ini juga menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) untuk meningkatkan keakuratan dan memastikan penginputan data tidak terjadi kesalahan.
Para petugas akan menggunakan gadget dalam pelaksanaan sensus. Meski begitu, mereka juga bakal dibekali kuisioner apabila terjadi masalah teknis di lapangan.
Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategi nasional yang dilaksanakan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi perekonomian Indonsia.
“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan,” paparnya.
“Kami berharap, masyarakat menerima petugas kami dengan baik, isi data dengan benar, dan Insya Allah rahasia akan terjaga dengan baik,” imbuh dia.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengajak masyarakat DIY untuk memberikan dukungan penuh dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan sangat penting bagi DIY sebagai daerah yang bertumpu pada kekuatan jasa, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan UMKM.
Apalagi, sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu bertujuan menyediakan data dasar terpercaya mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.
“Kami memerlukan potret utuh mengenai dinamika usaha. Hal tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan UMKM, memperkuat investasi, meningkatkan daya saing daerah, memperluas kesempatan kerja. Sekaligus memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelas Sri Paduka.
“Mari kita sambut para petugas Badan Pusat Statistik dengan baik. Berikan informasi yang benar, lengkap dan sebenar-benarnya. Karena setiap data yang kita sampaikan hari ini akan menjadi pijakan bagi kebijakan pembangunan yang menentukan masa depan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

