• Tentang Kami
Monday, June 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Bantul

Viral Dugaan Perundungan di SMAN 2 Bantul, Pemda DIY Turun Tangan

Penyintas merasa difitnah oleh oknum guru tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, dia dijauhi teman-temannya karena orang tua meraka mengira korban adalah anak yang tidak baik.

byredaksi
June 22, 2026
in Bantul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi perudungan

Ilustrasi perundungan. [pixabay/ Alexas_Fotos]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Ramai di media sosial dugaan kasus perundungan dan kekerasan psikoligis terjadi di SMAN 2 Bantul. Hal itu terungkap ketika pemilik akun Threads @gh05tx0 mengunggah sebuah utas yang menceritakan kronologi terkena mental illness setelah lulus dari SMAN 2 Bantul.

Penyintas membeberkan bukti rekam medis yang menyatakan dirinya divonis mengalami gangguan mental berat akibat perlakuan tidak adil, fitnah, dan perlakuan diskriminatif oleh oknum pendidik semasa bersekolah.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Pemilik akun menceritakan kronologi bisa terkena Bipolar, MDD (Major Depressive Disorder), dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sekaligus. Diceritakan hal itu bermula ketika penyintas difitnah oknum guru pada tahun kedua bersekolah di SMADABA (SMAN 2 Bantul).

“Saya difitnah melakukan suatu kejahatan di sekolah oleh Wali Kelas dan guru BK (bimbingan konseling) saya sendiri. Padahal saya yang membongkar kejahatan itu. Lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru itu, padahal sayalah pahlawannya,” tulis unggahan tersebut.

Penyintas merasa difitnah oleh oknum guru tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, dia dijauhi teman-temannya karena orang tua meraka mengira korban adalah anak yang tidak baik.

“Setelah kejadian itu, mental saya jadi hancur berkeping-keping. Awalnya teman saya ada puluhan, akhirnya menjadi hampir tidak ada. Bahkan setelah Lulus SMA, saya tidak punya teman sama sekali karena saya tidak mau kuliah akibat trauma yang saya alami di SMADABA,” ceritanya.

Kasus dugaan perundungan dan kekerasan psikologis di SMAN 2 Bantul itu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY). Pemerintah mengambil sikap tegas dan tidak akan berkompromi terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus itu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Muhammad Setiadi, mengatakan Pemda DIY telah menindaklanjuti aduan tersebut dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk pihak sekolah dan komite.

Hasilnya, penanganan aduan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada DP3APPKB Kabupaten Bantul agar berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku tanpa intervensi.

“Saat ini kami menyerahkan sepenuhnya proses asesmen kepada DP3APPKB Kabupaten Bantul untuk berproses sesuai SOP yang berlaku. Hasil asesmen nantinya akan menjadi rujukan kami dalam menentukan kebijakan dan langkah tindak lanjut berikutnya,” ucap Setiadi.

Terkait hal itu, Kepala DP3APPKB Kabupaten Bantul, Gunawan Budu Santosa, menyatakan telah menerima laporan formal mengenai kasus tersebut. Pihaknya lantas menindaklanjuti laporan sesuai prosedur asessment dengan prioritas utama melindungi data pelapor.

“Laporan sudah kami terima dan ditindaklanjuti cermat sesuai prosedur asesmen. Kami menjamin penuh perlindungan data pelapor agar penanganan berjalan aman dan objektif,” tegasnya.

SMAN 2 Bantul Minta Maaf

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Bantul, Isti Fatimah, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penyintas, keluarga, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka dan kooperatif selama proses investigasi ataupun evaluasi berjalan.

“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Isti.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dinamika tersebut akan menjadi momentum evaluasi untuk memastikan lingkungan belajar di SMA Negeri 2 Bantul lebih baik ke depan bagi seluruh peserta didik.

Pihak sekolah juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat, orang tua siswa, maupun pihak terkait yang ingin menyampaikan kritik, masukan, atau informasi lanjutan melalui kanal resmi sekolah agar perbaikan layanan dapat terjalin dengan baik. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: gangguan mentalkekerasan psikologisPemda DIYperundunganSMAN 2 BantulYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Next Post
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Junaidi bersama Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad berdiskusi tentang peran Kampung Iklim di tengah upaya merespon perubahan iklim

Hadapi Cuaca Tak Menentu, Pemkab Sleman Perkuat Kampung Iklim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.