YOGYAKARTA, POPULI.ID – Ramai di media sosial dugaan kasus perundungan dan kekerasan psikoligis terjadi di SMAN 2 Bantul. Hal itu terungkap ketika pemilik akun Threads @gh05tx0 mengunggah sebuah utas yang menceritakan kronologi terkena mental illness setelah lulus dari SMAN 2 Bantul.
Penyintas membeberkan bukti rekam medis yang menyatakan dirinya divonis mengalami gangguan mental berat akibat perlakuan tidak adil, fitnah, dan perlakuan diskriminatif oleh oknum pendidik semasa bersekolah.
Pemilik akun menceritakan kronologi bisa terkena Bipolar, MDD (Major Depressive Disorder), dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sekaligus. Diceritakan hal itu bermula ketika penyintas difitnah oknum guru pada tahun kedua bersekolah di SMADABA (SMAN 2 Bantul).
“Saya difitnah melakukan suatu kejahatan di sekolah oleh Wali Kelas dan guru BK (bimbingan konseling) saya sendiri. Padahal saya yang membongkar kejahatan itu. Lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru itu, padahal sayalah pahlawannya,” tulis unggahan tersebut.
Penyintas merasa difitnah oleh oknum guru tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, dia dijauhi teman-temannya karena orang tua meraka mengira korban adalah anak yang tidak baik.
“Setelah kejadian itu, mental saya jadi hancur berkeping-keping. Awalnya teman saya ada puluhan, akhirnya menjadi hampir tidak ada. Bahkan setelah Lulus SMA, saya tidak punya teman sama sekali karena saya tidak mau kuliah akibat trauma yang saya alami di SMADABA,” ceritanya.
Kasus dugaan perundungan dan kekerasan psikologis di SMAN 2 Bantul itu mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY). Pemerintah mengambil sikap tegas dan tidak akan berkompromi terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus itu.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Muhammad Setiadi, mengatakan Pemda DIY telah menindaklanjuti aduan tersebut dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk pihak sekolah dan komite.
Hasilnya, penanganan aduan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada DP3APPKB Kabupaten Bantul agar berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku tanpa intervensi.
“Saat ini kami menyerahkan sepenuhnya proses asesmen kepada DP3APPKB Kabupaten Bantul untuk berproses sesuai SOP yang berlaku. Hasil asesmen nantinya akan menjadi rujukan kami dalam menentukan kebijakan dan langkah tindak lanjut berikutnya,” ucap Setiadi.
Terkait hal itu, Kepala DP3APPKB Kabupaten Bantul, Gunawan Budu Santosa, menyatakan telah menerima laporan formal mengenai kasus tersebut. Pihaknya lantas menindaklanjuti laporan sesuai prosedur asessment dengan prioritas utama melindungi data pelapor.
“Laporan sudah kami terima dan ditindaklanjuti cermat sesuai prosedur asesmen. Kami menjamin penuh perlindungan data pelapor agar penanganan berjalan aman dan objektif,” tegasnya.
SMAN 2 Bantul Minta Maaf
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Bantul, Isti Fatimah, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penyintas, keluarga, serta masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka dan kooperatif selama proses investigasi ataupun evaluasi berjalan.
“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Isti.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dinamika tersebut akan menjadi momentum evaluasi untuk memastikan lingkungan belajar di SMA Negeri 2 Bantul lebih baik ke depan bagi seluruh peserta didik.
Pihak sekolah juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat, orang tua siswa, maupun pihak terkait yang ingin menyampaikan kritik, masukan, atau informasi lanjutan melalui kanal resmi sekolah agar perbaikan layanan dapat terjalin dengan baik. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

