YOGYAKARTA, POPULI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta mengingatkan potensi kenaikan harga sejumlah komponen pendidikan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Biaya sekolah, buku, perlengkapan belajar hingga seragam diperkirakan menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, mengatakan kelompok pendidikan secara historis kerap mengalami kenaikan harga saat memasuki masa penerimaan siswa baru.
“Yang perlu diwaspadai ke depan adalah komponen yang berkaitan dengan pendidikan, seperti biaya sekolah, buku dan seragam. Secara tren tahunan biasanya mengalami kenaikan saat tahun ajaran baru,” ujarnya.
Termasuk munculnya kebutuhan kendaraan bermotor untuk sekolah disebutnya memiliki tren kenaikan. Ia menyampaikan bahwa item tersebut mengalami kenaikan pada bulan Juni, meski tidak signifikan.
Meski demikian, inflasi Kota Yogyakarta pada Juni 2026 masih tercatat terkendali. BPS mencatat inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,46 persen.
Menurut Joko, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil mencapai 0,41 persen. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh naiknya harga bensin serta tarif angkutan kereta api dan angkutan udara.
“Bensin menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sekitar 0,29 persen. Kenaikan harga BBM juga berdampak pada tarif transportasi lainnya,” katanya.
Sementara itu, sejumlah komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Cabai merah dan cabai rawit misalnya, mengalami penurunan seiring masuknya masa panen. Sebaliknya, harga bawang merah dan bawang putih tercatat mengalami kenaikan.
BPS juga mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) Kota Yogyakarta hingga Juni 2026 berada di angka 3,18 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah yang ditetapkan sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
“Masih dalam rentang target, sehingga kondisi inflasi Kota Yogyakarta relatif aman dan terkendali,” jelas Joko.
Secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, inflasi tercatat sebesar 1,57 persen. BPS berharap laju inflasi hingga akhir tahun tetap berada di bawah batas atas target nasional meskipun terdapat berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan harga, terutama dari sektor energi.
Selain memantau kelompok pendidikan, BPS juga mencermati perkembangan harga daging sapi yang mulai mengalami kenaikan setelah Iduladha. Namun hingga kini dampaknya terhadap inflasi Kota Yogyakarta masih terbatas karena tingkat konsumsi daging sapi lebih rendah dibandingkan komoditas protein lain seperti ayam dan telur.
Di sisi lain, sektor pariwisata menunjukkan perkembangan positif. Tingkat hunian hotel berbintang pada Mei 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama yang berdekatan dengan akhir pekan.
Memasuki masa libur sekolah, tren okupansi hotel diperkirakan masih akan meningkat dan turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di Kota Yogyakarta. (populi.id/Hadid Pangestu)



![Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/07/Joko-Prayitno-120x86.png)




![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



