• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Fakta-Fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Kulon Progo: 105 Orang Tumbang, Termasuk Ibu Hamil dan Menyusui

Sebanyak 105 orang di Kulon Progo diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG dari SPPG Karangwuni, sementara investigasi awal menemukan dugaan masalah jeda distribusi makanan dan higienitas pengolahan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 22, 2026
in headline, Kulonprogo
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG. [Dok Biro Hukum dan Humas BGN]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

KULON PROGO, POPULI.ID – Kasus dugaan keracunan massal yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus meluas. Hingga Rabu (22/7/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 105 orang mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi hidangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena korban tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga menyentuh kelompok rentan. Para korban terdiri atas 98 siswa, empat tenaga pendidik, satu ibu hamil, dan dua ibu menyusui. Sebaran kasus ditemukan di beberapa lokasi, antara lain SMP Negeri 3 Wates, SD Negeri Darat, SD Negeri Sogan, MI Ma’arif, serta dua posyandu di wilayah Karangwuni.

BERITA MENARIK LAINNYA

Anak Petani Grobogan Pimpin Badan Gizi: Profil dan Rekam Jejak Sudaryono Gantikan Nanik S. Deyang

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Dibayangi Penyidikan Kasus Korupsi MBG

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, RR Susilaningsih, mengungkapkan bahwa mayoritas korban mengeluhkan gejala serupa, yakni nyeri perut, diare, serta mual, pusing, dan muntah. Meski demikian, ia memastikan kondisi para korban, termasuk ibu hamil yang terdampak, saat ini dalam keadaan stabil.

“Sampai saat ini kondisinya masih stabil. Ibu hamilnya sudah memasuki usia kehamilan sekitar tujuh bulan, sehingga muntah-muntahnya tidak sampai menyebabkan dehidrasi. Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada yang memerlukan penambahan cairan intravena atau infus,” ujar Susilaningsih pada Rabu (22/7/2026).

Celah Pengolahan: Jeda Waktu 10 Jam dan Higienitas

Hasil investigasi awal Dinkes Kulon Progo mengungkap sejumlah faktor risiko krusial dalam proses penyediaan makanan di SPPG Karangwuni. Salah satu temuan paling menonjol adalah lamanya jeda waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Diketahui, proses memasak ayam dengan menu saus barbeque dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, namun makanan tersebut baru dikonsumsi pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Jeda waktu 8 hingga 10 jam ini dinilai sangat berisiko karena makanan berada terlalu lama dalam “zona bahaya” suhu yang memicu pertumbuhan bakteri.

Selain faktor waktu, masalah higienitas juga menjadi sorotan. Berdasarkan rekaman CCTV, ditemukan petugas penjamah makanan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat proses pengolahan dan penyimpanan. Petugas juga menemukan adanya ketidaksesuaian pada pemantauan suhu penyimpanan serta proses pencucian peralatan masak yang diduga belum optimal.

“Proses pemasakan beberapa tahap juga berisiko terjadi kontaminasi silang kalau higiene dari penjamah makanan kurang bagus,” tegas Susilaningsih.

Operasional Dapur Dihentikan Sementara

Menanggapi insiden ini, Pemerintah Daerah DIY dan Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat dengan menghentikan sementara operasional SPPG Karangwuni hingga proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium selesai sepenuhnya. Langkah ini diambil sebagai prosedur standar keamanan pangan guna mencegah jatuhnya korban tambahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa evaluasi total akan dilakukan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

“Semuanya dilihat dulu baru kemudian aman ya baru jalan lagi,” katanya.

Hingga saat ini, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, sisa bahan baku, serta sampel muntahan dan tinja para korban.

Tags: Dinkes Kulon Progokeracunan MBGKulon ProgoNi Made Dwipanti IndrayantiPemda DIYprogram MBGSekda DIY

Related Posts

Sudaryono ditunjuk sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Anak Petani Grobogan Pimpin Badan Gizi: Profil dan Rekam Jejak Sudaryono Gantikan Nanik S. Deyang

July 22, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang.

Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Dibayangi Penyidikan Kasus Korupsi MBG

July 22, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur karena Sakit Jantung, Sudaryono Ditunjuk jadi Pengganti

July 22, 2026
Ilustrasi MBG.

P2G Minta Dana MBG Tak Diambil dari Anggaran Pendidikan, Ini Dampaknya bagi Guru

July 14, 2026
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Dukung Pendalaman Kasus MBG, Kejati DIY Rampungkan Pendataan Seluruh SPPG

July 11, 2026
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Ini 3 Modus Korupsi MBG yang Diungkap Kejagung: SPPG, Motor Listrik, dan Ompreng

July 6, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.