• Tentang Kami
Monday, July 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

AJI Yogyakarta Soroti Pernyataan “Londo Ireng”, Nilai Berpotensi Menggerus Kebebasan Pers

AJI menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah "londo ireng" dan dinilai dapat mengancam kebebasan pers

byredaksi
July 27, 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
komunitas pers mahasiswa dan AJI Yogyakarta gelar aksi di bunderan UGM kritik penyataan Presiden Prabowo, Minggu (26/7/2026).

komunitas pers mahasiswa dan AJI Yogyakarta gelar aksi di bunderan UGM kritik penyataan Presiden Prabowo, Minggu (26/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta bersama Koalisi Pers Mahasiswa (Persma) DIY menggelar aksi di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (26/7/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah “londo ireng” dan dinilai dapat mengancam kebebasan pers serta ruang kritik di Indonesia.

BERITA MENARIK LAINNYA

Viral Usai Disebut Prabowo, Ini Asal Usul dan Sejarah Londo Ireng

Refleksi Peristiwa Kudatuli dalam Seni dan Demokrasi yang Hari Ini Diretas

Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, Afkar Aristoteles Mukhaer, mengatakan salah satu fokus utama aksi adalah mendesak Presiden Prabowo memberikan penjelasan atas pernyataan yang dianggap mencederai profesi jurnalistik.

Menurutnya, ucapan tersebut menunjukkan sikap yang tidak terbuka terhadap kritik sekaligus bertentangan dengan semangat demokrasi yang telah dibangun sejak era reformasi.

“Jurnalis memiliki peran penting sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tugas kami menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat agar didengar pemerintah. Karena itu, pelabelan seperti itu sangat menyakitkan bagi profesi jurnalis,” ujar Afkar.

Ia menegaskan jurnalis, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat merupakan bagian dari elemen masyarakat yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah, bukan pihak yang harus diposisikan sebagai musuh negara.

Dalam aksi tersebut, AJI Yogyakarta dan Koalisi Persma DIY menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mengecam penggunaan istilah yang dinilai merendahkan profesi jurnalis karena berpotensi mendelegitimasi kerja jurnalistik sekaligus mengganggu kemerdekaan pers.

Selain meminta Presiden memberikan klarifikasi kepada seluruh komunitas pers, mereka juga mendesak pemerintah menghormati kemerdekaan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tak hanya itu, massa aksi meminta pemerintah mengevaluasi Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 serta mencabut Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 yang dinilai membuka peluang penyensoran informasi publik maupun pemblokiran media.

Afkar menilai pelabelan terhadap kelompok-kelompok yang kritis, seperti jurnalis, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, narasi semacam itu berpotensi mengarahkan kemarahan publik kepada pihak-pihak yang menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila media kritis terus diberi stigma negatif, kepercayaan publik terhadap media dapat menurun dan pada akhirnya berdampak pada hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat.

Lebih lanjut, Afkar menilai berbagai tindakan yang mengarah pada pembatasan kritik, termasuk dugaan penyensoran terhadap media, merupakan ancaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

“Apa pun bentuknya, penyensoran maupun pelabelan terhadap jurnalis bertentangan dengan semangat kemerdekaan pers. Pers harus tetap bebas menjalankan fungsi kontrol demi kepentingan publik,” katanya.

Ia menambahkan aksi tersebut merupakan inisiatif Koalisi Pers Mahasiswa se-DIY yang menggandeng AJI Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas dalam menjaga kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: AJIdemokrasikebebasan persKoalisi Pers Mahasiswalondo irengPresiden Prabowo

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026).

Viral Usai Disebut Prabowo, Ini Asal Usul dan Sejarah Londo Ireng

July 27, 2026
Seniman Arahmaiani menunjukkan karya kritiknya terhadap demokrasi di era Orde Baru dalam forum diskusi Refleksi Peristiwa Kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi bersama filsuf ST Sunardi (baju putih) serta sejarawan Hilmar Farid (pojok kanan) di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026)

Refleksi Peristiwa Kudatuli dalam Seni dan Demokrasi yang Hari Ini Diretas

July 9, 2026
Kawasan Candi Prambanan.

Presiden Prabowo dan PM India Bakal Kunjungi Candi Prambanan, IDM: Area Wisata Tak Ditutup Total

July 7, 2026
Ilustrasi politik di balik wacana Pilkada melalui DPRD

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

May 31, 2026
Ilustrasi pemilu.

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

May 31, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Next Post
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (23/7/2026).

Viral Usai Disebut Prabowo, Ini Asal Usul dan Sejarah Londo Ireng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.