WONOSARI, POPULI.ID — Suasana khusyuk dan penuh kedamaian tampak menyelimuti Masjid At-Taubah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonosari. Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak duduk rapi melingkar, khidmat melantunkan ayat suci Al-Quran di bawah bimbingan.
Kegiatan mengaji rutin ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Khusus hari Sabtu kegiatan diliburkan. Guna menjaga ketertiban serta memaksimalkan efektivitas pembinaan, pelaksanaannya diatur menggunakan sistem jadwal bergilir di setiap blok hunian.
Program pembinaan kerohanian ini terselenggara berkat kerja sama sinergis antara Lapas Kelas IIB Wonosari dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul. Para penyuluh agama diterjunkan langsung ke Lapas untuk mendampingi, membimbing bacaan, serta memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai keislaman kepada para WBP.
“Alhamdulillah, kegiatan mengaji ini sangat membantu kami di sini. Walaupun berada di dalam Lapas, kami tetap mendapat kesempatan untuk belajar memperbaiki bacaan Al-Quran dari nol dan memperdalam ilmu agama bersama para ustaz dari Kemenag serta petugas Lapas. Ini membuat hati lebih tenang dan memberi kami harapan besar untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap BR, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, pihak Lapas menegaskan bahwa pembinaan kepribadian berbasis keagamaan ini merupakan pilar penting dalam proses reintegrasi sosial agar para WBP memiliki bekal rohani yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di dalam Lapas menjadi momentum transformatif bagi para WBP. Melalui bimbingan rohani bersama Kemenag Gunungkidul ini, harapannya para warga binaan dapat memperbaiki diri, menemukan ketenangan batin, serta memiliki bekal keagamaan yang kuat saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Kalapas Wonosari, Renharet Ginting.
Kegiatan mengaji di Masjid At-Taubah ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para WBP. Suasana pembelajaran yang interaktif dan penuh kekeluargaan membuat mereka antusias mengikuti setiap sesi tadarus dan pendalaman ilmu agama yang diberikan oleh para penyuluh.
Sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang konsisten, program pembinaan ini memiliki tradisi tahunan yang dinanti-nantikan. Pada setiap akhir tahun, Lapas Kelas IIB Wonosari secara rutin menyelenggarakan acara wisuda santri bagi para WBP yang telah menamatkan pembelajaran Al-Quran maupun metode Iqro.
Melalui langkah nyata ini, Lapas Kelas IIB Wonosari terus berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga mengoptimalkan fungsi pembinaan kepribadian dan mental spiritual agar WBP siap lahir dan batin untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.(*)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



