SLEMAN, POPULI.ID – Anggota DPRD Kabupaten Sleman mengapresiasi keberhasilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir di Padukuhan Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman panen melon premium.
“Keberhasilan panen melon ini membuktikan bahwa keterbatasan pengetahuan di bidang pertanian bukan penghalang untuk meraih keberhasilan. Meski didominasi ibu rumah tangga tanpa latar belakang petani, KWT Anyelir sukses melakukan panen perdana melon premium varietas Sweet Lavender berbasis pertanian greenhouse,” kata Wahyudi Kurniawan, Selasa (6/10/2026).
Hasil panen perdana tersebut sangat memuaskan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas buah melon. Dari sekitar 108 pohon yang ditanam di greenhouse, 103 berhasil tumbuh dan berbuah. Total hasil panennya diperkirakan mencapai 100 kilogram, dengan rata-rata bobot buah 1,2 hingga 1,5 kilogram. Adapun tingkat kemanisan buah melon yang dipanen mencapai 12-16 brix.
Politisi Partai PDIP yang hadir dan mencicipi langsung hasil panen di lokasi mengatakan, panen tersebut menjadi pencapaian di luar ekspektasi awal dan menjadi bukti nyata efektivitas pendampingan masyarakat. ”Alhamdulillah, ini di luar ekspektasi. Tadi saya sempat memetik dan membelah langsung, rasanya manis sekali. Ini jadi momentum luar biasa bagi ibu-ibu KWT Anyelir di sini. Ternyata apa yang selama ini belum pernah mereka lakukan, bisa terwujud jika ada kemauan dan keyakinan,” tutur Wahyu.
Politisi yang akrab disapa Mas Weka itu menegaskan pentingnya peran legislatif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian modern melalui tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran (budgeting), dan pengawasan.
Ia juga menekankan bahwa penguatan kapasitas ibu rumah tangga merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah. ”Ketahanan pangan itu dimulai dari lingkup paling kecil: RT, RW, rumah-rumah, dan pemanfaatan lahan kosong. Tantangan ekonomi dan pangan ke depan bisa diselesaikan dari tingkat padukuhan jika gerakan seperti ini masif dilakukan,” jelasnya.
Bangun Jejaring
Lebih lanjut, Wahyu memaparkan bahwa pengembangan sektor pertanian warga sejalan dengan arah pembangunan daerah Sleman dalam mempercepat roda perekonomian masyarakat. Menanggapi keterbatasan anggaran daerah, pihak DPRD mendorong skema kolaborasi lintas sektor atau penjejaringan (networking) untuk mendampingi kelompok tani.
”Tidak semuanya harus bergantung pada APBD atau APBN. Lewat jejaringan yang kami bangun, Alhamdulillah bisa menggandeng akademisi dan perguruan tinggi untuk membantu masyarakat melalui program CSR. Dengan semangat gotong royong, kami buktikan bahwa pemberdayaan masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Ketua KWT Anyelir Kromodangsan, Listiana, bersyukur budidaya melon premium dengan metode greenhouse di lingkungannya berhasil panen. Meskipun awalnya seluruh anggota KWT sempat dirundung rasa khawatir karena tidak memiliki pemahaman teknis terkait budidaya melon premium di dalam greenhouse.
”Awalnya kekhawatiran itu pasti ada karena SDM [sumber daya manusia] kami sama sekali tidak tahu bagaimana cara menanam melon di greenhouse. Namun, berkat adanya pendampingan berkelanjutan, kami bisa melalui setiap prosesnya hingga panen hari ini,” ujar Listiana saat ditemui di lokasi panen, pada Selasa (6/10/2026).
Sebelum beralih ke budidaya melon premium, para anggota KWT Anyelir sempat menanam sejumlah komoditas, seperti jagung, kacang, dan mentimun. Namun, hasilnya sering kali tidak optimal akibat terkendala penanganan hama. Dikatakan, melalui skema greenhouse, sistem penanaman menjadi lebih terukur dengan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, meskipun penanganan hama seperti jamur tepung (powdery mildew) tetap menjadi tantangan tersendiri.
“Kami kan basic-nya [latar belakang] bukan petani, jadi kami belum tahu cara menanam kacang atau jagung, sehingga terkendala hama. Tapi dengan budidaya melon di greenhouse, karena ada SOP jadi kami tahu cara mengatasinya,” jelas dia.
Seluruh hasil panen perdana itu langsung ludes terjual, bahkan sebelum dipasarkan secara luas. Dengan harga jual Rp30.000 per kilogram, melon premium tersebut telah diserap habis oleh anggota KWT sendiri yang antusias ingin menikmati hasil payah mereka.(







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



