• Tentang Kami
Saturday, August 30, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Memahami Apa Itu Silent Majority, Istilah Populer Selama Pemilu 2024

Jauh sebelum digunakan dalam konteks politik modern, istilah silent majority telah ada dan memiliki makna yang berbeda. Pada abad ke-19, istilah ini lazim digunakan sebagai eufemisme

byGalih Priatmojo
April 10, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi silent majority

ilustrasi silent majority. [pixabay/Engin_Akyurt]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Istilah silent majority mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat di Tanah Air, terutama setelah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Istilah ini populer pasca hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024, seiring dengan hasil hitung cepat yang menunjukkan keunggulan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Apa itu Silent Majority?

BERITA MENARIK LAINNYA

Penghasilan Anggota DPR Naik, Pengamat Politik UGM: Sangat Tidak Empatik

Tanggapi Wacana Pilkada Dilaksanakan Lewat DPRD, Pakar Politik: Itu Bukan Solusi

Secara fundamental, silent majority merujuk pada sekelompok besar orang dalam suatu populasi yang tidak secara terbuka mengekspresikan pendapat mereka mengenai isu-isu tertentu, terutama sosial dan politik.

Sejarah Silent Majority

Jauh sebelum digunakan dalam konteks politik modern, istilah silent majority telah ada dan memiliki makna yang berbeda. Pada abad ke-19, istilah ini lazim digunakan sebagai eufemisme untuk merujuk kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.

Penggunaan ini didasarkan pada gagasan bahwa jumlah orang yang telah meninggal jauh lebih banyak daripada jumlah orang yang masih hidup, sehingga membentuk sebuah mayoritas yang diam.

Bahkan, penulis Romawi Petronius pada masa lampau menggunakan istilah serupa, yaitu abiit ad plures untuk menggambarkan orang yang telah meninggal.

Penggunaan istilah ini sebagai kiasan untuk kematian berlanjut hingga awal abad ke-20, di mana frasa seperti joined the silent majority menjadi umum digunakan sebagai pengganti kata meninggal.

Penggunaan awal ini mengimplikasikan sebuah kelompok besar yang tidak terhitung jumlahnya dan secara inheren diam, sebuah konsep yang kemudian bertransformasi ketika istilah ini memasuki ranah politik.

Pergeseran makna silent majority ke dalam konteks politik mulai terlihat pada abad ke-19 di Amerika Serikat. Pada Mei 1831, perwakilan negara bagian New York, Churchill C. Cambreleng menggunakan istilah ini untuk merujuk pada anggota parlemen lain yang memberikan suara sebagai satu blok.

Kemudian, pada tahun 1919, Bruce Barton yang merupakan seorang eksekutif periklanan dan pendukung Partai Republik, menggunakan istilah ini untuk mendukung kampanye Calvin Coolidge saat mencalokan diri sebagai Presiden Republik tahun 1920.

Barton menggambarkan Coolidge sebagai kandidat orang biasa yang mewakili silent majority yang seolah-olah tidak memiliki juru bicara, menekankan bahwa Coolidge hidup, bekerja, dan memahami seperti mereka.

Popularitas istilah silent majority mencapai puncaknya pada era Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 3 November 1969, Nixon secara eksplisit meminta dukungan dari silent majority rakyat Amerika terkait dengan kebijakan pemerintahannya dalam Perang Vietnam.

Populer di Indonesia

Istilah silent majority menjadi sorotan utama dalam konteks Pemilu 2024 di Indonesia. Istilah ini popular setelah hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024, terutama setelah hasil perhitungan cepat muncul.

Setelah hasil quick count diumumkan, berbagai tokoh politik dan media mulai menggunakan istilah silent majority untuk mencoba menjelaskan hasil yang tampak berbeda dari beberapa prediksi survei sebelumnya.

Keunggulan yang diraih oleh Prabowo-Gibran dalam hasil quick count diinterpretasikan oleh banyak pihak sebagai representasi dari suara silent majority yang selama ini mungkin tidak terlalu terlihat.

Adanya perbedaan antara margin kemenangan dalam quick count dengan beberapa prediksi survei sebelum Pemilu memunculkan narasi bahwa ada kelompok pemilih yang tidak terdeteksi oleh metodologi survei konvensional dan baru terungkap pada saat pemungutan suara.

 

Penulis: Rahmadita Widyasari

Tags: istilahpemilupolitiksilent majority

Related Posts

ilustrasi gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta. [vecteezy/Syahrir Maulana]

Penghasilan Anggota DPR Naik, Pengamat Politik UGM: Sangat Tidak Empatik

August 26, 2025
Ilustrasi pilkada

Tanggapi Wacana Pilkada Dilaksanakan Lewat DPRD, Pakar Politik: Itu Bukan Solusi

August 12, 2025
Aktivis 98 menyatakan sikap terkait kondisi negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Minggu (10/8/2025)

Aktivis 98 Kritisi Kinerja Menteri Kabinet Prabowo: Kental Politik Dagang Sapi

August 11, 2025
Kolase foto mural simbol jelly roger di serial anime One Piece yang muncul di sejumlah wilayah di Sleman, Kamis (7/8/2025)

Analis Politik Sebut Kemunculan Simbol One Piece Organik dari Kesadaran Masyarakat

August 7, 2025
Ilustrasi kemiskinan

Data Kemiskinan Terlambat Dirilis, Pakar UGM Ingatkan Soal Integritas dan Kredibilitas

August 1, 2025
Dosen Hubungan Internasional UMY Takdir Ali Mukti

Dubes untuk AS dan PBB Masih Lowong, Dosen UMY: Pemerintah Terlalu Santai

July 7, 2025
Next Post
Rest area SPBU Ambarketawang dipenuhi kendaraan para pemudik, Senin (7/4/2025)

Rest Area Jadi Favorit Pemudik untuk Istirahat dan Isi BBM Selama Libur Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.