• Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Simalakama Penghapusan Kuota Impor, Pengamat Khawatir Jadi Kiamat Bagi UMKM

dalam jangka panjang jika penghapusan kuota impor ini dimaknai sebagai pembukaan keran impor besar-besaran maka jelas ini akan merugikan penggerak ekonomi dasar tanah air

byGalih Priatmojo
April 14, 2025
in headline, UMKM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi impor

ilustrasi impor barang. [pixabay/ soualexandrerocha]

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Presiden Prabowo Subianto berencana mengeluarkan kebijakan penghapusan penghapusan kuota impor untuk beberapa komoditas.

Rencana tersebut disampaikan pascaPresiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32 persen.

BERITA MENARIK LAINNYA

Respon Penghapusan Guru Honorer, Nurul Aisyah: Momentum Reformasi Tata Kelola Tenaga Pendidik

Benang Kusut Nasib Buruh: Upah Minimum hingga Posisi Tawar yang Rendah

Dikutip dari laman sekretariat kabinet Republik Indonesia, alasan aturan kebijakan hapus kuota impor ini untuk memudahkan pelaku usaha, menciptakan ekosistem yang mendukung penciptaan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fisipol UGM Hempri Suyatna menyampaikan rencana kebijakan hapus kuota impor ini perlu ditinjau ulang.

Terutama untuk mengetahui seberapa jauh dampak positif dan negatif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di dalam negeri yang saat ini tengah terkena dampak penurunan kondisi ekonomi nasional.

Meski dalam jangka pendek kebijakan ini akan memberikan manfaat untuk menghapus proses perburuan rente dan monopoli yang diduga sering terjadi antar importir.

Selama ini kuota-kuota impor hanya diberikan kepada pelaku-pelaku bisnis tertentu yang memiliki kedekatan dengan relasi kuasa.

Namun demikian, dalam jangka panjang jika penghapusan kuota impor ini dimaknai sebagai pembukaan keran impor besar-besaran maka jelas ini akan mengancam eksistensi UMKM di Indonesia karena Indonesia akan dibanjiri produk-produk luar negeri.

“Yang jelas kebijakan ini akan mengancam ketahanan ekonomi pelaku UMKM,” jelasnya seperti dilansir dari laman UGM, Senin (14/4/2025).

Menurut Hempri, kenyataan realita di lapangan saat ini masih banyak produk UMKM Indonesia yang kurang bersaing secara global.

Hempri mengungkapkan sebagai contohnya adalah implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Pemendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang kebijakan dan pengaturan Impor telah berimplikasi pada maraknya produk-produk impor masuk ke tanah air berdampak pada beberapa perusahaan seperti perusahaan manufaktur, teknologi dan startup yang telah melakukan PHK karena proses produksi yang dianggap kurang efisien.

Menyikapi kebijakan ini apabila tetap dilakukan maka mau tidak mau UMKM akan terkena dampak dan dituntut untuk selalu kreatif sebagai upaya dalam mendorong daya saing produk-produk UMKM itu sendiri.

Selain itu, pelaku usaha UMKM juga diharuskan membangun karakter yang tangguh, kreatif, inovatif, cerdas, mandiri, produktif dan mampu memanfaatkan peluang atau sumberdaya yang ada di sekitarnya.

Sebaliknya, pemerintah diharuskan memberikan dukungan-dukungan struktural seperti seperti kemudahan pajak, kemudahan memperoleh dana pengembangan, fasilitasi pemasaran dan promosi, fasilitas di dalam memperoleh hak cipta/hak merek dan sebagainya.

“Komitmen dari pemerintah dalam melindungi produk-produk UMKM dengan berbagai bentuk dukungan struktural sangatlah dibutuhkan,” ujarnya.

Bagi Hempri, melihat sinyal kondisi penurunan ekonomi sekarang ini Pemerintah  perlu memberikan apresiasi dan perlindungan terhadap produk-produk lokal. Meningkatkan gerakan bangga dengan produk lokal memiliki peranan dalam membantu UMKM untuk terus eksis.

Selama ini, gerakan cinta produk lokal ini hanya sebatas slogan sehingga harus dilakukan dengan merubah budaya masyarakat dengan regulasi yang mampu memperkuat pasar domestik.

Budaya inferior sudah menghinggapi sebagian besar masyarakat dimana mereka merasa lebih bangga menggunakan produk dari luar dibandingkan produk-produk lokal.

“Dalam konteks budaya, perlu ada upaya untuk merubah budaya inferior masyarakat,” tukasnya.

Tags: Hempri SuyatnaimporpenghapusanperdaganganUMKM

Related Posts

Ilustrasi ruang kelas SMP di Kota Yogyakarta

Respon Penghapusan Guru Honorer, Nurul Aisyah: Momentum Reformasi Tata Kelola Tenaga Pendidik

May 20, 2026
Ilustrasi buruh bekerja

Benang Kusut Nasib Buruh: Upah Minimum hingga Posisi Tawar yang Rendah

May 1, 2026
Ilustrasi buruh atau pekerja proyek infrastruktur

Pakar UGM Soroti Pentingnya Dialog Rutin Cegah Konflik Buruh-Pengusaha

May 1, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Ketua Tim Kerja dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Supriyanto dipandu Aditya dan Anis di Studio Alam Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata di Sleman Tumbuh, UMKM Ikut Terdongkrak

April 20, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sutiasih dipandu Dina Trinil dan Angger Sukisno dalam acara Jejak Layanan Ekonomi yang berlangsung di Warung Kopi Merapi

Penguatan UMKM Sleman Terus Digenjot, Warung Kopi Merapi Jadi Contoh Sukses

April 16, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ajak warga beralih gunakan tas belanja ramah lingkungan imbas meroketnya harga plastik dalam beberapa waktu terakhir.

Harga Plastik Meroket, Hasto Wardoyo Ajak Warga Yogyakarta Beralih ke Kantong Belanja Ramah Lingkungan

April 14, 2026
Next Post
duo personel Silampukau band asal Surabaya

Sambut Records Store Day, Silampukau Rilis Sepasang Kidung Cilaka dalam Format Piringan Hitam 7inci

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.