• Tentang Kami
Saturday, June 6, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Makna di Balik Semboyan Gunungkidul Handayani: Berhasil Guna, Berdaya Guna, dan Tepat Guna

Kabupaten Gunungkidul memiliki semboyan yang sarat akan makna, yakni Handayani.

byredaksi
May 2, 2025
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
1
Sejarah Kabupaten Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul

0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Setiap daerah memiliki identitas yang tak hanya tercermin melalui lambang atau simbol visual saja, tetapi juga melalui semboyan yang memuat nilai-nilai luhur.

Kabupaten Gunungkidul yang terletak di bagian tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki semboyan yang sarat akan makna, yakni Handayani.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

Semboyan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat di Gunungkidul dan mencerminkan semangat serta karakter khas daerah tersebut.

Lantas, apa makna dari semboyan tersebut?

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 1993, kata Handayani memiliki arti berhasil guna, berdaya guna, dan tepat guna.

Kata Handayani sendiri merupakan akronim dari hijau, aman, normatif, dinamis, amal, yakin, asah asih asuh, nilai tambah, dan indah.

1. Hijau berarti penghijauan di kawasan Kabupaten Gunungkidul tetap terus digalakkan agar tetap hijau, sehingga menambah dan meningkatkan kesuburan, serta karena hijau adalah kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul.

2. Aman berarti suasana di Kabupaten Gunungkidul diharapkan selalu dalam keadaan aman dan tentram yang senantiasa terjaga ketertiban serta keamanannya, sehingga dapat menunjang stabilitas nasional.

3. Normatif berarti segala tindakan aparat pemerintahan dan masyarakat senantiasa berdasarkan hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini untuk mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta masyarakat yang sadar hukum.

4. Dinamis berarti masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan penuh semangat jiwa dan raga, sehingga dapat bergerak serta mudah menyesuaikan diri dengan keadaan untuk mencapai keberhasilan pembangunan.

5. Amal berarti masyarakat di Kabupaten Gunungkidul senantiasa melakukan amal saleh dan/atau perbuatan luhur dengan berlandaskan iman yang kuat dan takwa kepada Tuhan YME.

6. Yakin berarti aparatur pemerintahan dan masyarakat harus percaya diri sendiri, tegas, dan mantap dalam bertindak serta mengambil keputusan, sehingga dalam melaksanakan program kerja atau kegiatan pembangunan diyakini dapat berhasil dengan baik dan semakin meningkat.

7. Asah asih asuh berarti untuk menggerakkan masyarakat Kabupaten Gunungkidul dalam melaksanakan pembangunan senantiasa mengembangkan sikap-sikap yang mendidik atau melatih dengan penuh kasih sayang dan membimbing, serta memelihara supaya dapat memiliki kemampuan untuk mandiri.

8. Nilai tambah berarti hasil dari setiap usaha diharapkan selalu memiliki nilai tambah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.

9. Indah berarti lingkungan panorama alam di Kabupaten Gunungkidul yang indah, menarik, dan menawan perlu dilestarikan. Serta objek-objek wisata religius, wisata budaya, wisata sejarah, wisata pantai, wisata gua, maupun wisata hutan perlu untuk ditingkatkan penataannya agar lebih menarik para wisatawan, sehingga mampu menambah dan meningkatkan pendapatan daerah.

Lambang Daerah Kabupaten Gunungkidul

Sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 1968, lambang daerah Kabupaten Gunungkidul mengandung makna tersendiri sebagai berikut ini.

1. Perisai sebagai alat penangkis serangan musuh atau untuk melindungi diri.

2. Bintang bersudut lima warna kuning emas sebagai pengingat akan keagungan Tuhan YME yang merupakan sumber dari segala sumber perikehidupan dan penghidupan.

3. Lukisan pohon beringin melambangkan pengayoman, tempat berteduh bagi rakyat yang memerlukan pemimpin. Lima akar dasar berarti kepemimpinan di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan Pancasila.

4. Pohon bercabang tiga melambangkan pemerintah sebagai pelindung dari rakyat. Tiga cabang artinya bidang legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

5. Roda bergigi artinya dalam naungan atau pengayoman pemerintah, masyarakat di Kabupaten Gunungkidul giat membangun segala bidang yang dilukiskan dengan sebuah roda gigi berwarna putih perak. Hal ini berarti pembangunan dilakukan dengan kesucian lahir batin.

6. Lukisan busur panah warna merah putih artinya masyarakat di Kabupaten Gunungkidul gigih berjuang melawan semua penghambat pembangunan di segala bidang yang ada dalam semangat kesatuan dan persatuan. Hal ini digambarkan dengan warna sang saka merah putih.

8. Setangkai daun singkong menggambarkan hasil produksi menggambarkan hasil produksi terbanyak di Gunungkidul.

9. Sepasang burung walet berwarna hitam menggambarkan salah satu hasil daerah Gunungkidul yang tinggi nilainya yakni sarang burungnya. Selain itu, burung walet adalah burung yang tahan hidup di daerah yang sangat sulit. Demikian pula masyarakat, meskipun tempat tinggalnya tandus dan sangat sulit, tapi dengan semangat dan penuh keinsyafan dan rasa tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang selalu berusaha dengan sekuat tenaga menghasilkan kerja yang kondusif dan produktif.

10. Keris luk 5 dengan dapur Pandawa berwarna kuning emas mewujudkan senjata ampuh dan naluri di tangan dan pemimpin-pemimpinnya dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan.

11. Deretan bukit berjumlah 8 menggambarkan Kabupaten Gunungkidul yang berbukit- bukit. Perlu kemantapan serta keteguhan hati untuk mengolahnya.

12. Setangkai padi berwarna kuning emas melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia umumnya dan khususnya yang dicita-citakan rakyat Gunungkidul dalam bidang pangan.

13. Setangkai kapas berbunga 4 buah dan berdaun 8 helai melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia umumnya dan Gunungkidul khususnya pada bidang sandang.

14. Lukisan laut dengan gelombang atau ombak yang berjumlah 17 berwarna putih perak menggambarkan bahwa Gunungkidul berbatasan dengan lautan Indonesia.

15. Rumput laut yang digambarkan berwarna cokelat mewujudkan hasil Gunungkidul yang penting.

16. Sehelai pita kuning bertuliskan “GUNUNGKIDUL” sebagai petunjuk bahwa lambang tersebut milik Kabupetan Gunungkidul.

Tags: daerah istimewa yogyakartaGunungkidulYogyakarta

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Next Post
festival kecantikan

2 Festival Kecantikan Hadir di Kota Yogyakarta Awal Mei Ini, Jangan Sampai Kelewatan!

Comments 1

  1. Pingback: TAGLINE GUNUNGKIDUL HANDAYANI, INILAH AKRONIM DAN MAKNANYA – Gunungkidul TV

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.