• Tentang Kami
Friday, June 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Keracunan MBG di Sleman, Sekda Imbau Pasien Gunakan BPJS Orangtua untuk Biaya Perawatan

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
August 14, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keracunan MBG di Sleman, Sekda Imbau Pasien Gunakan BPJS Orangtua untuk Biaya Perawatan
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Penanganan medis bagi ratusan siswa di Kapanewon Mlati yang mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak ditanggung Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Susmiarto, mengimbau agar siswa terdampak memanfaatkan BPJS Kesehatan milik orang tua.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

“Selama dia bisa pakai BPJS ya pakai BPJS. Kalau tidak punya, pakai JPS (Jaring Pengaman Sosial),” kata Susmiarto, Kamis (14/8/2025).

Ia menegaskan, insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggara MBG.

Ke depan, dapur atau pihak katering yang menyediakan makanan harus bertanggung jawab penuh atas keamanan dan kualitas hidangan.

“Kalau katering yang menyediakan, ya tanggung jawab katering,” tegasnya.

Siang ini, Pemkab Sleman akan menggelar rapat evaluasi internal bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengumpulkan informasi dan menentukan langkah lanjutan.

Susmiarto menyebut, peran Dinas Kesehatan adalah memastikan kebersihan dan kehigienisan dapur, sedangkan Dinas Pertanian berwenang memeriksa bahan pangan asal hewan.

Ia juga mengingatkan agar informasi keliru terkait MBG tidak berkembang menjadi rumor liar.

“Program baik perlu kita dukung, tapi harus aman, biar orangtua juga percaya,” ujarnya.

Sementara itu, SMP Muhammadiyah 3 Mlati menggelar pertemuan dengan wali murid yang anaknya terdampak.

Pertemuan ini dihadiri Dinas Kesehatan Sleman, Dinas Pendidikan Sleman, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah, dan pihak SPPG Tlogoadi untuk memberikan penjelasan langsung.

Kabid SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan, terutama terkait menu rawon yang disajikan.

“Mereka usul, rawon itu bukan menu anak. Ada juga yang menanyakan kematangan makanan yang disajikan,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar masukan datang dari bapak-bapak wali murid.

Dinkes Sleman masih melakukan uji sampel makanan dan air yang digunakan siswa untuk cuci tangan.

Hasil pemeriksaan laboratorium dijadwalkan keluar pada Kamis sore (14/8/2025).

Hingga Rabu (13/8) malam, tercatat 212 siswa mengalami keracunan.

Dari jumlah itu, 113 siswa mendapat perawatan di puskesmas, 19 dirawat inap di RSUD Sleman, tiga siswa dirujuk ke RSA UGM, dan sisanya mengalami gejala ringan.

 

(populi.id/Hadid Pangestu)

 

Tags: BPJSkeracunankeracunan massalkeracunan MBGMakan Bergizi GratisMBGSD MuhammadiyahSekda SlemanSMP Muhammadiyah 3 MlatiSusmiarto

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Abu Bakar (kanan) saat dilantik menjadi Sekretaris Daerah Sleman oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya (kiri), di Pendopo Parasamya, Selasa (2/6/2026).

Resmi Nakhodai Birokrasi Sleman, Ini Profil dan Rekam Jejak Abu Bakar Usai Dilantik Jadi Sekda

June 2, 2026
ilustrasi uang Rupiah yang diwacanakan bakal dilakukan redenominasi

Kritik Narasi Pemerintah Soal Optimisme Ekonomi, Pakar: Buktikan Secara Ilmiah

May 21, 2026
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

May 13, 2026
Next Post
Kapolresta Yogyakara Kombes Pol Eva Guna Pandia memimpin jumpa pers pembunuhan di sebuah losmen di Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (14/8/2025).

Perselingkuhan Berujung Cemburu, Perempuan Asal Kulon Progo Tewas di Losmen Pandeyan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.