• Tentang Kami
Tuesday, June 2, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta Terbitkan SE Pengurangan Plastik Sekali Pakai, Fokus Awal di Pasar Tradisional

Lewat SE itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya membatasi penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat dan pelaku usaha.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 14, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi sampah

ilustrasi sampah. [vecteezy.com/Sukarman}

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 100.3.4/3479/2025 tentang pelaksanaan pembatasan plastik sekali pakai. SE itu adalah upaya optimalisasi pelaksanaan Peraturan Wali (Perwal) Kota Yogyakarta nomor 40 tahun 2024 tentang pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Lewat SE itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya membatasi penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat dan pelaku usaha.

BERITA MENARIK LAINNYA

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

“Fokus awalnya adalah pasar-pasar tradisional, karena di situlah aktivitas penggunaan plastik sangat tinggi,” ujar Hasto, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, pasar tradisional menjadi titik strategis karena aktivitas belanja yang intens dengan volume plastik yang tinggi, terutama dari pembungkus belanjaan kecil. Pemkot akan mendorong kebiasaan baru kepada warga agar membawa wadah berulang saat berbelanja.

“Di pasar-pasar itu kami sosialisasi, kalau datang ke pasar ya bisa bawa wadah berulang. Jangan jagake semua dibungkus plastik,” jelasnya.

Hasto juga menyoroti perkembangan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta. Ia menyebut beberapa depo sampah yang sebelumnya sering penuh kini mulai menunjukkan perbaikan kondisi.

“Hari ini beberapa depo seperti di Pengok, Mandala Krida, RRI, dan THR itu kondisinya yang biasanya paling banyak disorot, hari ini kosong. Kami mencoba untuk menyeimbangkan antara yang masuk dengan yang keluar,” katanya.

Namun, ia juga mengakui upaya tersebut masih terus dikembangkan. Pemkot juga masih memaksimalkan kuota pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Kota Yogyakarta saat ini diberikan kuota sebesar 3.000 ton dari Pemerintah Provinsi DIY.

“Sekarang ini diberikan kuota 3.000 ton, kami manfaatkan tapi kami masih nawar lagi. Mudah-mudahan sampai Desember itu masih diberikan kuota,” ucap Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menekankan pentingnya keberhasilan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), khususnya inisiatif pengumpulan sampah organik melalui emberisasi. Program ini memfokuskan pada pengumpulan limbah makanan dari rumah tangga, seperti sisa nasi dan sayur, yang sebelumnya berkontribusi besar terhadap bau dan lindi di depo.

“Kemarin hampir tertahan mendekati 15 ton per hari, dengan hampir 600 ember besar per hari tercollecting sisa nasi, sisa sayur, yang biasanya itu lari ke depo. Itulah yang membuat depo itu sering bau. Sangat berpengaruh kalau gerakan ember ini sukses, ya depo tidak bau, lindi tidak ada, kering,” bebernya.

Saat ini, Pemkot telah mendistribusikan 6.000 ember pengolahan sampah organik ke setiap kelurahan. Namun baru sekitar 500 ember yang aktif digunakan. Target minimal adalah 1.000 ember aktif yang diharapkan bisa menahan sekitar 50 ton sampah rumah tangga per hari agar tidak sampai ke depo.

“Jangan sampai akhir tahun, terlalu lama. Kan ember yang sudah kami bagi ada 6.000. Harusnya tinggal menggerakkan terus, sekarang sudah ada Jumilah (Juru Pengawas Pemilahan Sampah). Menurut saya mbok jangan akhir tahun, akhir bulan lah,” tutur Hasto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan serta Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM untuk mensosialisasikan SE Wali Kota itu kepada para pelaku usaha perdagangan di pasar rakyat dan para pelaku UMKM agar membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

“Contoh supermarket tidak menyediakan kantong plastik sehingga masyarakat harus membawa tas dari rumah. Jika masih menyediakan kantong plastik sekali pakai, harganya dibuat lebih mahal sehingga masyarakat akan membawa tas sendiri,” terangnya.

Rajwan mengungkapkan, SE itu juga diterapkan di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Organisasi perangkat daerah di Pemkot Yogyakarta diharapkan tidak menggunakan kemasan atau wadah plastik sekali pakai jika menyediakan makan minum dalam kegiatan.

“Kami akan pantau dalam satu bulan ini. Bulan depan kami evaluasi bagaimana tindak lanjutnya di masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Tags: hasto wardoyopasar tradisionalPemkot Yogyakartapengelolaan sampahplastik

Related Posts

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno saat melakukan pemantauan dalam di bantaran Kali Code, Mergangsan, Kota Yoguakarta, DIY, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta, Minggu (24/5/2026).

DPD RI DIY Apresiasi Gerakan Reresik Kali Code, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

May 24, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat mencoba cap batik di Koperasi Merah Putih Gunungketur, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Siapkan Lahan 3.000 Meter Persegi untuk Pengembangan Koperasi Merah Putih

May 16, 2026
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi (kiri), menyebut bahwa para penjual dan panitia penyembelihan hewan kurban diminta mengelola limbah sampah secara mandiri, saat ditemui di Balaikota Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Jelang Iduladha, Pemkot Yogyakarta Larang Limbah Kurban Dibuang ke Depo Sampah dan Sungai

May 12, 2026
Suasana gelaran Psikoedukasi yang digelar Pemkot Yogyakarta untuk para orang tua korban daycare Little Aresha di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

May 10, 2026
Next Post
Ilustrasi petani tembakau. [pixabay/Javaistan]

Pemerintah Batal Naikkan Cukai Hasil Tembakau, Bupati Temanggung: Disambut Baik Petani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.