YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya menata kembali Lapangan Minggiran di Kemantren Mantrijeron agar menjadi ruang publik yang bersih, tertib, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya sebagai sarana olahraga serta aktivitas masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menilai selama ini kondisi Lapangan Minggiran kurang terawat dan cenderung tampak kumuh. Oleh karena itu, Pemkot akan melakukan penataan agar kawasan tersebut kembali berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman dan layak digunakan warga.
“Kemarin kami bersurat ke provinsi, dan per tanggal 22 September kemarin sudah dipinjam pakaikan kepada kami selama lima tahun ke depan. Jadi sekarang kami sudah punya hak untuk menata dan membersihkannya,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Selain melakukan pembersihan dan penataan, Hasto juga memaparkan beberapa rencana pengembangan Lapangan Minggiran. Di antaranya, pemasangan kamera CCTV untuk meningkatkan keamanan, pembangunan empat titik biopori di setiap sudut lapangan sebagai sarana pengolahan sisa makanan menjadi kompos. Serta penganggaran untuk penambahan penerangan dan penghijauan yang akan direalisasikan pada tahun 2026.
“Ini bagian dari upaya kami menjadikan Lapangan Minggiran lebih tertata, aman, hijau, dan menjadi kebanggaan warga Yogyakarta,” katanya.
Ia mengungkapkan penyerahan aset pinjam pakai dari Pemerintah Provinsi DIY kepada Pemkot Yogyakarta menjadi langkah strategis dalam memperbaiki tata kelola serta pemanfaatan Lapangan Minggiran. Dengan kewenangan pengelolaan selama lima tahun ke depan, Pemkot berencana mengoptimalkan kembali fungsi lapangan agar sesuai dengan peruntukannya semula.
“Tahun 2026 nanti akan kami anggarkan untuk pembersihan dan penataan menyeluruh. Tapi sebelum itu, kawasan ini harus sudah bersih. Jangan ada lagi yang membakar atau membuang sampah. Lapangan itu bukan tempat sampah, tapi tempat olahraga dan kegiatan masyarakat,” bebernya.
Untuk itu, Hasto mengingatkan peran warga sekitar untuk turut menjaga kebersihan lingkungan. Ia bahkan meminta agar pelanggaran terhadap kebersihan segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti.
“Saya minta warga, termasuk para pelajar dan sekolah di sekitar, untuk ikut menjaga kebersihan. Kalau ada yang bakar atau buang sampah sembarangan, laporkan ke saya,” tegasnya.
Di samping itu, Hasto juga menyoroti keberadaan pergola yang selama ini digunakan sebagian pedagang untuk berjualan. Ia menyebut pergola semestinya difungsikan sebagai elemen penghijauan.
“Pergola itu bukan untuk lapak, tapi untuk tanaman rambat supaya kawasan ini indah. Jadi nanti yang ada pergolanya jangan dijadikan tempat jualan. Kami tata ulang supaya rapi dan tetap mendukung kegiatan ekonomi warga,” jelasnya.


![Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/03/20260301_121035-120x86.jpg)









