• Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Patangpuluhan Jadi Pilot Project Pengolahan Sampah Berbasis Warga di Yogyakarta

Hasto Wardoyo, mengatakan pengolahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke hilir.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 14, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat di Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (14/11/2025).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat di Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Jumat (14/11/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Program percontohan pengolahan sampah berbasis masyarakat mulai diterapkan di RT 18 RW 03 Patangpuluhan, Wirobrajan. Warga kini menerapkan sistem pengelolaan sampah dari hulu dengan memanfaatkan gudang sampah residu serta 10 titik biopori jumbo yang melayani 50 kepala keluarga (KK).

BERITA MENARIK LAINNYA

Hartoyo, General Manager yang Menyapa dengan Hati di D Kaliurang Resort & Convention

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

Setiap KK juga menerima dua ember pemilahan sampah. Satu ember untuk sampah organik dan satu ember untuk residu.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan pengolahan sampah sejak dari rumah menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke hilir. Saat ini, Kota Yogyakarta baru mampu mengolah sekitar 190 ton dari total 300 ton sampah per hari.

“Ini implementasi dari program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang sejak awal menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Warga menerjemahkannya dengan berbagai model. Khusus di sini, ember hitam dipakai untuk sampah organik dan ember jambon untuk residu,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Ia menilai penerapan 10 biopori untuk melayani 50 KK menjadi langkah konkret pengelolaan sampah dari hulu. Menurutnya, jika pola serupa dilakukan di banyak wilayah, persoalan sampah di Kota Yogyakarta akan semakin teratasi.

“Kami terus bergerak dari RT ke RT, dari RW ke RW agar sampah terkelola dengan baik,” ucapnya.

Hasto menyebut program tersebut menjadi bentuk rekonstruksi sosial di masyarakat karena mendorong perubahan perilaku dalam pengolahan sampah sehari-hari.

“Ini pilot project pengelolaan sampah di tingkat hulu oleh masyarakat. Dari, oleh, dan untuk masyarakat. Inilah bentuk perubahan sosial yang nyata,” tuturnya.

Terkait perluasan program, Hasto menjelaskan bahwa pemilahan sampah dari rumah sebenarnya bisa diterapkan di seluruh wilayah kota. Namun pembagian ember seperti di Patangpuluhan belum bisa dilakukan di semua wilayah karena membutuhkan dukungan anggaran.

“Di sini mampu karena disponsori oleh BPD DIY. Tapi kan tidak semua mampu. Sehingga yang di tempat lain kami tidak membagi ember hitam, tapi kami membagi galon air mineral itu karena murah. Saya kira bedanya cuma masalah wadahnya,” katanya.

Ia menambahkan, warga Patangpuluhan juga memiliki fasilitas khusus berupa depo residu sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah yang lebih komprehensif.

“Di sini lebih kompleks karena ada pemilahan residu dan juga depo residu,” tambahnya.

Pengurus RT 18 RW 03 Patangpuluhan, Furqon, menjelaskan warga telah mulai memilah sampah menjadi tiga kategori yaitu organik, anorganik, dan residu. Sampah organik dikelola melalui 10 titik biopori yang diisi secara bertahap. Sementara sampah anorganik ditampung di dua keranjang khusus yang sudah berjalan di wilayah RT 18.

Untuk sampah residu, setiap KK menerima dua ember untuk memudahkan pemilahan dan pembuangan ke gudang residu.

“Kami berharap setiap KK membuang sampah sesuai titik yang telah ditentukan. Sampah residu nantinya akan diambil Dinas Lingkungan Hidup bila sudah penuh,” jelasnya.

Furqon menyebut di wilayahnya mulai menunjukkan penurunan volume sampah yang dibuang ke TPA. Pihaknya juga akan melakukan monitoring rutin untuk memastikan seluruh warga konsisten dalam pemilahan sampah.

“Setiap warga akan kami edukasi dan monitor agar pemilahan berjalan jelas juga teratur,” ujarnya.

Tags: hasto wardoyoPatangpuluhanpengolahan sampahwali kota yogyakartaYogyakarta

Related Posts

GM D Kaliurang Resort & Convention Hartoyo

Hartoyo, General Manager yang Menyapa dengan Hati di D Kaliurang Resort & Convention

May 25, 2026
Aksi panggung Metzdub dan Farid Stevy dalam gelaran konser Berani + Bahagia di Asram Edupark, Sabtu (23/5/2026).

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

May 25, 2026
Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

May 25, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Satu Dosen UPN Veteran Dihukum Berat Terkait Kekerasan Seksual di Kampus

Satu Dosen UPN Veteran Dihukum Berat Terkait Kekerasan Seksual di Kampus

May 24, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Kronologi Pembacokan Pelajar di Kawasan Kotabaru

May 24, 2026
Next Post
UGM kembangkan aplikasi skrining TBC berbasis AI pertama di Indonesia

Penularan TBC Masih Tinggi, Dinkes Kota Yogyakarta Gencarkan Deteksi Dini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.