• Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Pakar: Media Punya Andil

Saat ini media sosial dan televisi menampilkan konten kekerasan tanpa filter usia, sehingga eksposur itu memperkuat kecenderungan anak melakukan tindakan serupa.

byredaksi
December 10, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual. [vecteezy/ipopba ipopba]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Kasus kekerasan di sekolah terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025.

Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat ada sebanyak 60 kasus kekerasan di sekolah sepanjang tahun 2025.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

Dari 60 kasus tahun 2025, ada 358 orang yang menjadi korban dan 126 orang pelaku.

Lonjakan kasus yang muncul di berbagai daerah juga memperlihatkan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang aman bagi anak.

Melihat adanya hal tersebut Pakar Psikologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Halim Purnomo menegaskan kekerasan di sekolah tidak muncul begitu saja, melainkan hasil dari rangkaian faktor yang saling berkaitan.

Menurut Halim, paparan kekerasan yang masif di media menjadi faktor dominan yang berperan dalam meningkatnya agresivitas anak di sekolah.

Pemberitaan kekerasan yang terus-menerus justru menormalisasi perilaku itu, terutama bagi anak yang sedang membentuk identitas diri dan mudah meniru.

“Saat ini media sosial dan televisi menampilkan konten kekerasan tanpa filter usia, sehingga eksposur tersebut dapat memperkuat kecenderungan anak untuk melakukan tindakan serupa. Semakin sering ditampilkan pemberitaan tentang kekerasan, maka itu sangat berpotensi mendukung terjadinya kekerasan itu sendiri,” ungkapnya dilansir dari laman UMY, Rabu (10/12/2025).

Halim menilai sekolah sendiri masih belum memiliki sistem yang benar-benar terstruktur dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Slogan sekolah ramah anak sering kali tidak diikuti dengan indikator yang jelas. Hal itu mencakup fasilitas, kebijakan anti-kekerasan, mekanisme penanganan kasus, hingga kurikulum yang menginternalisasi literasi pencegahan kekerasan.

Keluarga, menurut Halim menjadi faktor penting lainnya yang menentukan kecenderungan anak melakukan atau mengalami kekerasan.

Banyak kasus kekerasan justru terjadi di dalam rumah. Kurangnya edukasi parenting dan pola asuh yang tidak tepat sering kali memunculkan perilaku impulsif orang tua, yang kemudian mempengaruhi kondisi psikologis anak.

“Banyak kasus kekerasan anak itu bukan datang dari guru atau temannya, tetapi justru dari keluarganya sendiri. Oleh sebab itu, pemerintah harus membuat regulasi indikator rumah ramah anak yang diikuti edukasi orang tua secara berkala, seperti pelatihan parenting sebulan sekali agar pola komunikasi dan disiplin dalam keluarga lebih sehat,” jelasnya lebih lanjut.

Di sisi lain, sekolah perlu membangun mekanisme deteksi dini yang kuat untuk mencegah kekerasan sebelum meluas. Sistem pengaduan harus dikelola oleh tim khusus, bukan hanya diserahkan kepada kepala sekolah.

Dengan adanya tren kasus kekerasan yang terus naik, ini menjadi alarm sekolah harus memperkuat perannya sebagai lembaga transfer of value, bukan sekadar transfer of knowledge.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar anak perlu diajari untuk berani menyampaikan apa yang mereka rasakan, mulai dari ketakutan, rasa sakit, hingga pengalaman tidak nyaman.

“Perlu ada sustainability, karena anak itu terus tumbuh. Maka pendampingan harus masif dan terprogram. Tanpa perubahan sistemik dan kolaboratif, kasus kekerasan di sekolah berpotensi terus meningkat dan mengancam keselamatan generasi muda di masa depan,” tukasnya.

Tags: federasi serikat guru indonesiaHalim Purnomokekerasan di sekolahmedia sosialUMY

Related Posts

Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
Ilustrasi pernikahan

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

February 22, 2026
Ilustrasi kesehatan mental

Kasus Bunuh Diri Anak Melonjak, Prof Koentjoro: Dampak Perubahan Sosial Akibat Media Sosial

February 16, 2026
Ilustrasi asam nitrat

Asam Nitrat Bocor di Cilegon, Akademisi UMY: Berpotensi Rusak Tubuh Bila Terhirup

February 11, 2026
Ilustrasi sistem perlindungan sosial

Tragedi Anak SD NTT Cermin Rapuhnya Sistem Perlindungan Sosial Negara

February 8, 2026
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, saat diwawancarai awak media, Kamis (14/8/2025).

Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Usai Kasus Hogi Minaya, Pakar UMY: Sudah Proporsional

February 2, 2026
Next Post
momen saat Perdana Arie Variesa, terdakwa kasus pembakaran tenda di Mapolda DIY saat unjuk rasa memluk ibunya usai persidangan di Pengadilan Negeri Sleman, DIY, Rabu(10/12/2025).

Perdana Arie Jalani Sidang Dakwaan Kasus Pembakaran Tenda di Mapolda DIY

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.