BANTUL, POPULI.ID – Korupsi material dalam proyek konstruksi disebut sebagai penyebab utama buruknya kualitas infrastruktur di Indonesia.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. Dalam acara Sumpah Profesi Insinyur UMY pada Sabtu (16/3) di kampus terpadu UMY.
Belajar dari Peninggalan Romawi Kuno
Zuly menyebut bangunan-bangunan peninggalan Romawi kuno mulai dari Colosseum di Roma hingga amphitheater serupa di Tunisia dan Turki sebagai tolok ukur kualitas konstruksi yang dibangun dengan integritas penuh.
Bangunan-bangunan itu berdiri kokoh selama 500 hingga 600 tahun tanpa tanda-tanda keruntuhan berarti. Ia mengontraskannya langsung dengan kondisi infrastruktur di Indonesia.
“Kita sekarang melihat beberapa bangunan yang ada di Indonesia dibangun hari ini, dua minggu kemudian sudah bermasalah. Itu bangunan yang perlu dibangun dengan artistik dan tentu saja dibangun tanpa korupsi bahan-bahannya,” tegas Zuly.
Penyebab Infrastruktur Indonesia Cepat Rusak
Sebagai contoh konkret, Zuly menyebut kasus jembatan layang di Ambon yang belum rampung dibangun namun sudah tidak bisa menyambung. Ia menduga persoalan itu bukan berasal dari kesalahan teknis sang insinyur, melainkan dari pemotongan anggaran dan pengurangan kualitas material di lapangan.
Praktik tersebut, dinilai Zuly telah menjadi persoalan sistemik dalam dunia konstruksi di Indonesia. Kasus semacam itu jugalah yang menurut Zuly sebagai cerminan dari absennya integritas dalam rantai pengerjaan proyek, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Ia juga mengingatkan para insinyur maupun pekerja konstruksi agar memiliki pengingat simbolis agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan senantiasa berhati-hati dan sadar akan risiko keselamatan kerja.
Baginya, kecelakaan di lokasi konstruksi bukan semata soal nasib, melainkan konsekuensi dari kelengahan yang seharusnya bisa dicegah.
64 Insinyur Baru UMY
Pesan tersebut ia sampaikan di hadapan 64 insinyur baru yang baru saja resmi menyandang gelar Insinyur (Ir.) setelah mengucapkan sumpah profesi. Angkatan ini sekaligus menjadi batch pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) UMY yang dikukuhkan sejak program tersebut meraih akreditasi Unggul.
Zuly menegaskan bahwa status akreditasi Unggul tersebut memperbesar tanggung jawab para lulusan. Bukan sekadar menambah nilai institusional bagi kampus.
Acara yang digelar secara hybrid ini melibatkan 55 peserta yang hadir secara langsung dan 9 peserta mengikuti secara daring. Prosesi sumpah dipimpin langsung oleh Zuly selaku Wakil Rektor dan didampingi rohaniawan sesuai kepercayaan masing-masing peserta.
Sementara itu, penyerahan dokumen kelulusan secara simbolis dilakukan dari pihak UMY kepada Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Daerah Istimewa Yogyakarta. Menandai pengakuan resmi atas status profesional para insinyur baru tersebut.




![Ilustrasi pemilu. [pexels]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/05/pexels-element5-1550337-120x86.jpg)







