YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan Jalan Malioboro tetap dibuka untuk lalu lintas kendaraan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemkot juga memutuskan tidak melaksanakan uji coba Malioboro sebagai kawasan full pedestrian guna menghindari potensi kemacetan, terutama menyusul masih diberlakukannya penutupan Jembatan Kewek.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa Jalan Malioboro akan beroperasi seperti hari biasa selama periode Nataru.
“Kami sudah memutuskan bahwa kami tidak akan menutup Malioboro. Jadi tidak ada uji coba full pedestrian Malioboro di Nataru ini. Sehingga Malioboro akan tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (17/12/2025).
Meski demikian, Hasto menyebut penutupan sementara tetap dimungkinkan apabila kepadatan pengunjung sudah tidak terkendali, khususnya pada malam pergantian tahun.
“Kecuali pada malam hari H atau tanggal 1 (Januari) itu kami akan melihat situasional, tentunya nanti apakah jam 20.00 atau jam 21.00 akan kami tutup untuk kendaraan ketika Malioboro sudah full pengunjung masyarakat,” katanya.
Selama libur Nataru, akses kendaraan menuju Malioboro dibatasi melalui Jalan Mataram atau melalui kawasan Kridosono dari arah barat, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Rekayasa lalu lintas di Simpang Kleringan masih diberlakukan sebagai dampak penutupan Jembatan Kewek.
“Kendaraan yang besar seperti bus-bus dan juga kendaraan kecil yang mau ke Malioboro cenderung akan kami arahkan dari depan Gramedia, kemudian belok ke kiri (selatan) sehingga kemudian akan masuk ke Kridosono dan kemudian langsung masuk ke arah Malioboro,” jelas Hasto.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menyampaikan berdasarkan hasil analisis lalu lintas pasca penutupan Jembatan Kewek, kepadatan kendaraan saat Nataru diperkirakan paling tinggi berasal dari arah timur. Hal tersebut dipicu oleh beroperasinya exit Tol Prambanan yang meningkatkan volume kendaraan masuk ke Kota Yogyakarta.
Untuk mengurai kepadatan, Polresta Yogyakarta berkoordinasi dengan kepolisian wilayah sekitar, termasuk Polresta Sleman, dengan menyiapkan penunjuk jalur alternatif menuju Malioboro.
“Sebelum Janti kami akan berikan papan pemberitahuan bahwa ada jalur alternatif ke Malioboro dari flyover Janti, ke Blok O, kemudian masuk melalui Gedongkuning atau Jalan Kusumanegara,” terang Alvian.
Selain itu, kendaraan dari Simpang Demangan yang menuju barat ke arah Simpang Empat Galeria akan diarahkan belok kiri menuju Simpang Gayam. Lalu melintas melalui Jalan Bausasran dan Jalan Gajah Mada.
Alvian juga mengingatkan masih banyak pengendara yang mengandalkan aplikasi peta digital. Ia mengimbau agar tujuan diarahkan ke Jalan Mayor Suryotomo ketika memasuki Kota Yogyakarta melalui Simpang Demangan.
“Ini salah satu upaya untuk mengurangi beban di Kridosono. Kami juga informasikan ketika jam-jam padat, jalur masuk ke wilayah Malioboro hanya di Jalan Suryotomo dan Jalan Mataram,” katanya.



![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)








