• Tentang Kami
Thursday, January 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kronologi dan Fakta Penemuan Mayat Dosen dalam Kamar Kos di Sleman, Diduga Korban Pembunuhan

Polisi telah mengambil rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi siapa yang mungkin terlibat dalam kasus ini

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
April 23, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tim Dokkes (Dokter Kesehatan) Polresta Sleman saat mengevakuasi dosen berinisial NM (30) yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Tim Dokkes (Dokter Kesehatan) Polresta Sleman saat mengevakuasi dosen berinisial NM (30) yang diduga menjadi korban pembunuhan. (dok.ist)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Warga Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat yang membusuk di dalam kamar kos di Jalan Pandega Martha 6, nomor 031, Manggung, RT03/RW01, pada Selasa (22/5/2025) pagi.

Korban diketahui berinisial NM, seorang dosen laki-laki berusia 30 tahun asal Semarang, Jawa Tengah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

Dinilai Bermasalah, Ruko di Sleman Terindikasi Scam Online Jaringan Internasional Izin Usahanya di Jawa Barat

Kronologi:

Peristiwa ini bermula ketika seorang penghuni kos mencium bau tak sedap yang berasal dari kamar di kos milik Asih. Bau busuk tersebut membuat penghuni kos lainnya merasa curiga dan segera melaporkannya kepada pemilik kos.

Setelah mendapatkan laporan, pemilik kos langsung melakukan pengecekan dan menemukan korban sudah tergeletak dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah, dan sudah mulai membusuk.

Setelah mendapati temuan tersebut, pihak pemilik kos segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

Tim dari Polresta Sleman yang dipimpin Kasat Reksrim AKP Riski Adrian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Fakta di TKP:

Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa korban diduga telah meninggal beberapa hari sebelum penemuan mayatnya.

Polisi menemukan sejumlah luka di tubuh korban, yang menjadi indikasi adanya unsur kekerasan dalam kematian tersebut.

Tim identifikasi dari Satreskrim Polresta Sleman dibantu petugas dari Direktorat Kriminal Umum Polda DIY dan dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara kini melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah.

Polisi juga mengambil rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai siapa yang terakhir kali berinteraksi dengan korban dan mencari apakah ada saksi yang melihat kejadian mencurigakan.

Korban, yang diketahui berprofesi sebagai dosen, ditemukan dalam keadaan mengenaskan di kamar kos yang tidak terlihat adanya tanda-tanda perlawanan atau kerusakan yang mencolok pada pintu masuk kamar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban dan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan beberapa barang bukti yang dianggap berkaitan dengan penyebab kematian korban, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa ini.

Kasat Reksrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kejadian ini.

“Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga telah mengambil rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi siapa yang mungkin terlibat dalam kasus ini,” ujar Riski.

Mayat korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna mengungkapkan lebih detail mengenai penyebab kematian.

Saat ini, polisi masih mendalami apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau kematian yang disebabkan faktor lain. (*)

Tags: AKP Riski Adriandosen diduga dibunuhpembunuhanPolresta SlemanSleman

Related Posts

Jajaran Polresta Yogyakarta menghadirkan tersangka perusahaan love scamming dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

January 7, 2026
Wahyu Agung, Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Sariharjo, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY saat dimintai keterangan terkait penggerebekan ruko di Jalan Gito-Gati akibat terlibat Scam Online, Selasa (6/1/2025).

Dinilai Bermasalah, Ruko di Sleman Terindikasi Scam Online Jaringan Internasional Izin Usahanya di Jawa Barat

January 6, 2026
Sebuah ruko di Jalan Gito-Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang diduga menjadi lokasi scam online jaringan internasional yabg sebelumnya digerebek oleh kepolisian, Selasa (6/1/2025).

Ruko di Jalan Gito-Gati Sleman Digerebek Polisi, Diduga Terkait Scam Online Jaringan Internasional

January 6, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Tikungan Kadisoka, Tajem, Maguwoharjo, Sleman, DIY sering memakan kornanban akibat tumpahan oli, Jumat (2/1/2025).

Tumpahan Oli di Jalan Kadisoka Kerap Timbulkan Kecelakaan, Belum Ada Pihak Bertanggung Jawab

January 2, 2026
Next Post
miedes kuliner khas bantul

Mencicipi Kelezatan Miedes, Ikon Kuliner Kabupaten Bantul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.