SLEMAN, POPULI.ID – Danang Maharsa telah resmi dilantik sebagai Wakil Bupati Sleman periode 2025-2030. Ini menjadi periode kedua bagi Danang menduduki jabatan tinggi di Sleman.
Bersama Harda Kiswaya, Danang Maharsa berhasil memenangkan Pilkada 2024 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman untuk masa bakti lima tahun mendatang.
Sosok Danang Maharsa menuai sorotan publik seiring dengan rekam jejaknya di dunia politik daerah. Berikut profil lengkapnya.
Karier
Danang Maharsa lahir di Sleman, 18 Juni 1977 sehingga saat ini berusia 47 tahun. Ia adalah politikus PDI Perjuangan yang menorehkan jejak menarik.
Semasa kecil, Danang merupakan anak pedagang warung kelontong. Kiprahnya di dunia politik dimulai sejak usia 21 tahun, ketika didapuk menjadi Ketua Ranting PDI Perjuangan. Pada Pemilu 2014, ia kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Sleman.
Di periode berikutnya, Danang kembali mendapatkan kepercayaan dari warga Sleman untuk menjadi legisator. Selang setahun, Danang menjajal peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati.
Keputusan ini nyatanya menjadi momentum penting dalam karier politiknya. Danang Maharsa yang kala itu berpasangan dengan Kustini Sri Purnomo meraup suara terbanyak hingga disahkan sebagai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2020-2025.
Sepanjang menjabat sebagai Wabup Sleman, Danang gencar menyerukan kebijakan yang pro rakyat kecil. Ia juga melakukan sejumlah inovasi untuk menggenjot ekonomi daerah yang sempat terdampak pandemi.
Setelah satu periode menjabat, Danang kembali terpilih untuk mengawal Sleman. Kali ini, bupati yang menjadi partnernya ialah Harda Kiswaya yang notabene mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman.
Usut punya usut, jiwa kepemimpinan yang dimiliki Danang tak lepas dari latar belakang keluarganya. Ayah Danang dulunya seorang lurah. Sedangkan kakeknya, Ketua PDI di zaman orde baru sekaligus anggota dewan selama lima periode.
Pendidikan
Bicara soal pendidikan, Danang menghabiskan masa sekolahnya di Yogyakarta. Ia adalah alumni SD Negeri Denggung 1 dan SMP Karitas Nandan.
Setelah lulus, Danang melanjutkan pendidikan ke SMA Bopkri 1. Sosok yang hobi bermain tenis dan voli ini kemudian meneruskan studi di STIE YKPN hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Kekayaan
Sebagai pejabat publik, Danang memiliki finansial yang mumpuni. Menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Danang terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 19 Maret 2025. Kekayaan suami R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi ini mencapai Rp10.911.287.477 atau Rp10,9 miliar.
Berikut rinciannya:
A. Tanah dan Bangunan
1. Tanah seluas 71 m2 di Kab/Kota Sleman, hasil sendiri Rp300.000.000
2. Tanah seluas 99 m2 di Kab/Kota Sleman, hasil sendiri, Rp400.000.000
3. Tanah seluas 253 m2 di Kab/Kota Sleman, hasil sendiri, Rp450.000.000
4. Tanah seluas 71 m2 di Kab/Kota Sleman, hibah dengan akta Rp10.000.000.
B. Alat Transportasi dan Mesin
1. Mobil Daihatsu Xenia Minibus, tahun 2008, warisan, Rp60.000.000
2. Mobil Toyota Zienta, tahun 2017, hasil sendiri, Rp130.000.000.
D. Surat Berharga Rp –
E. Kas dan Setara Kas Rp444.287.477
D. Harta lainnya Rp –
Sub total Rp 11.911.287.477
Hutang Rp 1.000.000.000
Total Harta Kekayaan Rp10.911.287.477