• Tentang Kami
Saturday, April 4, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Jejak Fadia Arafiq: Dari Panggung Dangdut ke Kursi Bupati hingga Terjerat OTT KPK

Bupati yang memiliki nama lengkap Fadia Arafiq ini lahir dengan nama Laila Fathiah di Jakarta pada 23 Mei 1978. Ia lebih dulu dikenal sebagai pedangdut

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
March 3, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terciduk dalam OTT KPK

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terciduk dalam OTT KPK [Dok Pemkab Pekalongan]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026).

Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menyatakan bahwa tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan dalam sebuah kegiatan penyelidikan tertutup.

BERITA MENARIK LAINNYA

Deretan Fakta dan Kronologi di Balik Kasus Korupsi Video Profil Desa yang Menjerat Amsal Sitepu

Yaqut Jalani Tahanan Rumah, KPK: Sifatnya Sementara

Fadia Arafiq langsung diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK. Operasi ini tercatat sebagai OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026 dan menjadi yang pertama di bulan Ramadan tahun ini. Hingga saat ini, KPK masih melakukan pendalaman terkait dugaan kasus korupsi yang menjeratnya.

Latar Belakang dan Riwayat Hidup

Bupati yang memiliki nama lengkap Fadia Arafiq ini lahir dengan nama Laila Fathiah di Jakarta pada 23 Mei 1978. Sebelum dikenal sebagai politisi, sosoknya lebih dulu akrab di mata publik sebagai figur dari dunia hiburan. Ia merupakan putri sulung dari pedangdut senior legendaris, mendiang A. Rafiq, dan merupakan kakak kandung dari aktris Fairuz A. Rafiq.

Dalam kehidupan pribadinya, Fadia menikah dengan M. Ashraff Abu, mantan penyanyi dangdut asal Malaysia yang kini telah menjadi Warga Negara Indonesia. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai enam orang anak.

Fadia menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta. Ia lulus dari SD Negeri Karet Tengsin 14 pada 1990, SMP Negeri 8 pada 1993, dan SMA Negeri 58 Ciracas pada 1996.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, ia memilih fokus di bidang manajemen di Semarang, Jawa Tengah:

• Sarjana Ekonomi (S1 Manajemen): Universitas AKI Semarang (Lulus 2013).
• Magister Manajemen (S2): Universitas Stikubank Semarang (Lulus 2015).
• Doktor (S3): Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.

Perjalanan Karier: Dari “Cik Cik Bum Bum” ke Kursi Kepala Daerah

Karier Fadia dimulai di panggung hiburan sebagai penyanyi dangdut. Namanya sempat melejit lewat lagu populer berjudul “Cik Cik Bum Bum” yang dirilis pada tahun 2000. Namun, ia kemudian memutuskan untuk terjun total ke dunia politik.

Rekam jejak karier politiknya tergolong sangat pesat:

1. Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016): Mendampingi Amat Antono, posisi ini menjadi batu loncatan baginya untuk membangun basis politik di daerah.
2. Organisasi: Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021) serta Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah (2016–2021).
3. Bupati Pekalongan Periode Pertama (2020–2024): Terpilih melalui Pilkada 2020.
4. Bupati Pekalongan Periode Kedua (2025–2030): Ia kembali terpilih dalam Pilkada 2024 dan baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025.

Selama menjabat, Fadia dikenal dengan beberapa program seperti “Dalan Alus, Rejeki Mulus”, program “Kudu Sekolah”, serta layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP.

Aset Kekayaan Fantastis

Fadia Arafiq dikenal sebagai salah satu kepala daerah perempuan terkaya di Jawa Tengah. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 30 Maret 2025, total kekayaan bersihnya mencapai Rp 85.623.500.000.

Rincian aset kekayaannya meliputi:
• Tanah dan Bangunan: Senilai Rp 74,29 miliar, yang terdiri dari 26 aset properti yang tersebar di Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Semarang, Depok, hingga Badung (Bali).
• Alat Transportasi: Senilai Rp 1,18 miliar, termasuk Toyota Alphard (2018) dan Hyundai Minibus (2013).
• Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp 3,02 miliar.
• Kas dan Setara Kas: Mencapai Rp 10,33 miliar.
• Utang: Tercatat memiliki tanggungan utang sebesar Rp 3,2 miliar.

Kasus OTT yang menjerat Fadia Arafiq menambah daftar kepala daerah yang tersandung perkara hukum di 2026. Saat ini, status hukum Fadia Arafiq masih menunggu hasil pemeriksaan 1×24 jam dari penyidik KPK.

Tags: A. RafiqBupati PekalongandangdutFadia ArafiqKekayaanKorupsiOTT KPKProfil

Related Posts

videografer Amsal Sitepu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi

Deretan Fakta dan Kronologi di Balik Kasus Korupsi Video Profil Desa yang Menjerat Amsal Sitepu

March 30, 2026
Yaqut Jalani Tahanan Rumah, KPK: Sifatnya Sementara

Yaqut Jalani Tahanan Rumah, KPK: Sifatnya Sementara

March 22, 2026
Ilustrasi korupsi

Guru Besar UGM Sebut Biaya Politik nan Mahal Picu Meningkatnya OTT Kepala Daerah

March 18, 2026
Ilustrasi korupsi

Jejak Kelam Korupsi Haji: Daftar Mantan Menteri Agama yang Terjerat Hukum

March 13, 2026
Ahok dan Mahfud MD blak-blakan soal kondisi korupsi di Indonesia.

Kunci Berantas Korupsi Ada di Tangan Presiden, Ahok: Kalau Mau, Pasti Bisa

March 12, 2026
PT Taru Martani, satu di antara BUMD milik Pemda DIY

Deretan Skandal PT Taru Martani, Dari Korupsi Belasan Miliar hingga Tudingan Pemberangusan Serikat Pekerja

March 12, 2026
Next Post
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan penambahan volume sampah tidak signifikan selama Ramadan 2026.

DLH Kota Yogyakarta Pastikan Penambahan Volume Sampah di Bulan Ramadan Tak Melonjak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.