• Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sri Sultan: Fraud Bukan Sekadar Pelanggaran Administratif, Tapi Pengkhianatan terhadap Rakyat

Sri Sultan menyuarakan perlunya revolusi nilai dalam birokrasi, dari sekadar kepatuhan administratif menjadi integritas moral sejati saat membuka National Anti-Fraud Conference 2025

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
June 25, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X Bersama Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, dan Presiden ACFE Indonesia Chapter, Hery Subowo saat pembukaan National Anti Fraud 2025. (humasjogja)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X Bersama Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, dan Presiden ACFE Indonesia Chapter, Hery Subowo saat pembukaan National Anti Fraud 2025. (humasjogja)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa fraud atau kecurangan bukanlah kesalahan teknis biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

Dalam pembukaan National Anti-Fraud Conference (NAFC) 2025, Rabu (25/6), Sri Sultan menyuarakan perlunya revolusi nilai dalam birokrasi, dari sekadar kepatuhan administratif menjadi integritas moral sejati.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kembali Berkantor Usai Cuti, Sri Sultan HB X Klarifikasi Soal Kesehatannya

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

“Fraud bukanlah sekadar kesalahan administratif, pelakunya dapat digolongkan sebagai “bromocorah”, aktor perusak struktur kepercayaan. Dan dalam konteks birokrasi, fraud adalah penghianatan terhadap amanah publik,” tegas Sultan di hadapan ratusan peserta konferensi di Hotel Sahid, Yogyakarta.

Mengangkat tema “Becik Ketitik, Ala Ketara”, Sri Sultan menyematkan nilai-nilai lokal sebagai fondasi pemberantasan fraud.

Falsafah tersebut bukan hanya pepatah klasik, tetapi penegasan kosmis bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang dan keburukan akan terbongkar.

“Korupsi dan kecurangan adalah bentuk angkara murka yang harus dihapuskan demi mewujudkan tatanan Hamemayu Hayuning Bawana, tatanan dunia yang indah, seimbang, dan adil,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Sri Sultan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan birokrasi untuk menanamkan nilai satya (jujur), pamong (mengayomi), dan rumangsa melu handarbeni (rasa memiliki) terhadap amanah publik.

“Perlawanan terhadap fraud bukan hanya tanggung jawab lembaga formal, tetapi panggilan moral semua insan yang menginginkan negeri ini tetap adil dan berkeadaban,” ujar Sri Sultan.

Senada dengan Gubernur DIY, Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, menekankan bahwa kecurangan bukan hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga merusak legitimasi institusi negara.

Ia menyebut fraud sebagai tantangan multidimensi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

“Penindakan saja tidak cukup. Kita harus membangun budaya integritas yang menyatu dengan sistem,” ujar Budi.

Ia juga menyoroti peran strategis lembaga pengawas seperti BPK, APIP, dan OJK dalam membaca dan merespons risiko secara lebih adaptif dan kolaboratif.

Presiden ACFE Indonesia Chapter, Hery Subowo, menyebut pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi konferensi bukan tanpa alasan.

“Yogyakarta bukan hanya simbol budaya, tapi juga cermin nilai, pengetahuan, dan keteladanan moral. Tempat ini ideal untuk menggugah kembali pentingnya integritas sebagai pondasi sistem,” jelas Hery.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan enam sesi panel dan satu monolog reflektif.

Tema strategis seperti fraud digital, pengawasan pasar modal, hingga ancaman deepfake dibahas secara mendalam.

Di sela-sela acara, ACFE juga meluncurkan Laporan Survei Fraud Indonesia 2025 serta buku “Anti-Fraud Journey – The Untold Story”, yang berisi kisah reflektif dari 62 praktisi anti-fraud di berbagai sektor.

 

Tags: ACFEACFE Indonesiafraudgubernur DIYNAFC 2025National Anti-Fraud ConferenceSri Sultan Hamengku Buwono X

Related Posts

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai menghadiri agenda Rapat Paripurna di DPRD DIY setelah menjalani cuti selama sepekan, Kamis (2/7/2026).

Kembali Berkantor Usai Cuti, Sri Sultan HB X Klarifikasi Soal Kesehatannya

July 3, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, saat ditemui Kamis (2/7/2026).

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

July 2, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjalani cuti selama sepekan mulai 24 Juni sampai 1 Juli 2026.

Sultan HB X Cuti Periksa Kesehatan, KGPAA Paku Alam X Ditunjuk jadi Plh Gubernur DIY

June 25, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Situs nuklir Iran tampak berlubang setelah dibom menggunakan bom penghancur bunker GBU-57 oleh Angkatan Udara AS

Klaim Sukses Serangan AS ke Nuklir Iran Dipertanyakan, Bocoran Intelijen Ungkap Fakta Berbeda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.