• Tentang Kami
Monday, August 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Konsumsi Vitamin Berlebih, Ini Bahaya yang Mengintai

ketika seseorang mengonsumsi vitamin sintetis dalam dosis berlebih, khususnya vitamin B6. Tubuh tidak mampu membuang vitamin B6 sintetis secara efisien

byGalih Priatmojo
July 26, 2025
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi vitamin

Ilustrasi vitamin. [pexels/Polina Tankilevitch]

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Belakangan ini, kasus keracunan akibat konsumsi suplemen vitamin dosis tinggi kembali mencuat. Salah satu yang ramai diperbincangkan adalah kasus di Australia, yang melibatkan dua produk terkenal dari merek Blackmores, yakni Blackmores Super Magnesium+ dan Blackmores Ashwagandha+. Kedua suplemen tersebut diduga mengandung vitamin B6 dalam dosis tinggi yang berpotensi menimbulkan efek toksik.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa semakin banyak vitamin dikonsumsi, maka tubuh akan semakin sehat. Padahal, konsumsi suplemen secara berlebihan, terutama yang berbahan sintesis justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.

BERITA MENARIK LAINNYA

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Pakar Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Global Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. April Imam Prabowo, DTMH, MFM(Clin), menegaskan bahwa tubuh manusia memang membutuhkan 13 jenis vitamin esensial: vitamin A, C, D, E, K, serta delapan jenis vitamin B (B1 hingga B12). Namun, cara tubuh menyerap dan menyimpannya berbeda-beda.

“Vitamin A, D, E, dan K bersifat larut lemak, sehingga kelebihannya akan disimpan dalam hati, jaringan lemak, dan otot untuk waktu yang lama. Sementara vitamin B dan C larut dalam air, sehingga kelebihannya umumnya akan dikeluarkan melalui urine, kecuali B12 yang dapat disimpan dalam hati hingga bertahun-tahun,” jelasnya dikutip dari laman UMY, Sabtu (26/7/2025).

Masalah muncul ketika seseorang mengonsumsi vitamin sintetis dalam dosis berlebih, khususnya vitamin B6. Tubuh tidak mampu membuang vitamin B6 sintetis secara efisien seperti halnya vitamin B6 alami.

“Kebutuhan harian vitamin B6 untuk orang dewasa hanya sekitar 1,3 hingga 1,7 mg. Namun, ada suplemen yang mengandung puluhan kali lipat dari angka tersebut,” ujarnya.

Penumpukan vitamin B6 sintetis yang berlebihan dapat memicu gangguan sistem saraf tepi. Jika vitamin B6, yang larut air, saja bisa menyebabkan kerusakan, maka akumulasi vitamin A, D, E, dan K, yang larut lemak, berisiko lebih besar karena disimpan lebih lama dalam tubuh.

Fakta ini membuktikan bahwa konsumsi vitamin tidak bisa dilakukan sembarangan. Prinsip “lebih banyak lebih baik” hanya berlaku untuk makanan alami, bukan untuk suplemen sintetis. Jika prinsip ini diterapkan tanpa indikasi medis, justru dapat memicu gangguan metabolik yang membahayakan.

dr. April menilai bahwa kasus overdosis suplemen tidak selalu murni kesalahan pengguna. Terkadang, produk multivitamin dirancang dengan dosis tinggi tanpa edukasi yang memadai dari produsen.

“Sumber terbaik vitamin tetap dari makanan alami. Pola makan seimbang dan bervariasi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh,” tegasnya.

Menurutnya, suplemen seharusnya hanya digunakan sebagai tambahan dalam kondisi khusus, seperti saat hamil atau ketika seseorang mengalami defisiensi tertentu. Jika tidak, suplemen justru hanya akan menjadi ‘urine mahal’, karena dibuang tanpa dimanfaatkan tubuh.

Sebagai langkah pencegahan, dr. April mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran Cek KLIK dari BPOM (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk suplemen. Ia juga menekankan pentingnya berhati-hati terhadap produk tanpa izin edar.

“Jika merasa ragu, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Jangan ragu juga untuk melaporkan produk mencurigakan melalui layanan HALOBPOM 1500533,” imbuhnya.

Terkait regulasi, ia menekankan perlunya pengawasan ketat dari pemerintah terhadap produk suplemen di pasaran. Produsen harus tunduk pada batasan dosis berbasis bukti ilmiah, serta mencantumkan peringatan yang jelas pada produk dengan kandungan tinggi.

“Saya rasa perlu ada survei nasional berkelanjutan untuk memantau pola konsumsi suplemen di masyarakat. Kita bisa belajar dari kasus di Australia, bahwa regulasi yang kuat pun bisa melemah jika pengawasan dan edukasi publik tidak berjalan seimbang,” pungkasnya.

Tags: April Imam PrabowokesehatansuplemenUMYvitamin

Related Posts

Ilustrasi kencur

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

July 28, 2026
Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

July 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Next Post
Bupati Gunungkidul Endah Subekti membuka gelaran senam sehat dan bazar UMKM dalam rangka peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Terminal Dhaksinarga , Sabtu (26/7/2025)

Peringati Hari Koperasi Nasional, Endah Subekti: Ini Merupakan Wadah Kemandirian Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.