• Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Tak Pernah Dilibatkan, Pemkab Sleman Minta Klarifikasi ke BGN Soal Surat Perjanjian MBG

diketahui bahwa surat perjanjian yang memuat klausul kerahasiaan tersebut disusun oleh SPPG berdasarkan petunjuk teknis lama dari BGN yang belum pernah diinformasikan ke Pemkab Sleman.

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
January 28, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suasana SPPG Kalasan 2, Sleman yang belum beroperasi, Senin (22/9/2025).

Suasana SPPG Kalasan 2, Sleman yang belum beroperasi, Senin (22/9/2025). [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman angkat bicara terkait beredarnya surat perjanjian kerja sama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kontroversi karena memuat klausul kerahasiaan apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan makanan.

Surat perjanjian tersebut merupakan surat kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah penerima manfaat MBG. Salah satu poin dalam surat itu menyebut bahwa pihak sekolah diminta menjaga kerahasiaan jika terjadi KLB selama pelaksanaan program.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Sleman untuk meminta klarifikasi.

“Yang terakhir ini ada lagi yang beredar, ada poin yang menurut saya nggak sesuai, ada kerahasiaan. Ini sama sekali Pemda itu tidak pernah dilibatkan,,” ujar Agung, Senin (22/9/2025).

Dari klarifikasi tersebut, diketahui bahwa surat perjanjian yang memuat klausul kerahasiaan tersebut disusun oleh SPPG berdasarkan petunjuk teknis lama dari BGN yang belum pernah diinformasikan ke Pemkab Sleman.

“Informasinya surat itu dibuat berdasar petunjuk lama yang Pemkab tidak pernah tahu. Padahal sejak awal kami tidak dilibatkan dalam pelaksanaan MBG ini,” jelas Agung.

Ia menilai, keberadaan klausul kerahasiaan itu tidak tepat dan justru bisa membahayakan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Menurut saya nggak pas ada seperti itu. Kalau ada kejadian seperti keracunan, korbannya kan masyarakat. Masak malah dirahasiakan, aneh juga,” ucapnya.

Agung menjelaskan, surat perjanjian tersebut saat ini telah direvisi dan disesuaikan dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 63 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Program MBG. SK itu ditandatangani oleh Kepala BGN, Dadan Hidayana, dan berlaku sejak 1 September 2025.

Dalam juknis baru tersebut, klausul soal kerahasiaan dihapus dan diganti dengan ketentuan yang menekankan penyelesaian masalah secara internal dan kolaboratif.

Dalam SK terbaru itu, poin kerahasiaan telah dihilangkan dan diganti dengan ‘Apabila terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan, ketidaklengkapan, atau kondisi lain yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan program ini, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua berkomitmen untuk menyelesaikan secara internal dan menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kedua belah pihak sepakat untuk saling berkomunikasi dan bekerjasama untuk mencari solusi terbaik demi kelangsungan program ini’.

“Harusnya sudah diganti. Saya juga baru dikirimi petunjuk yang baru. Tanggalnya 1 September,” ujar Agung.

Ia menyebut, Pemkab Sleman akan melakukan klarifikasi lanjutan ke SPPG terkait isi dan implementasi surat perjanjian tersebut. Agung juga menyampaikan bahwa Pemkab akan mengatur kerangka kerja yang seragam antara SPPG dengan lintas sektor pemerintah daerah.

“Semua tetap harus kita payungi dulu. Pemda dengan BGN, Dinas Pendidikan dengan BGN, Dinas Kesehatan dengan BGN. Nanti dari atas sampai ke sekolah-sekolah, ketentuannya harus sama,” jelasnya.

Agung mengonfirmasi bahwa Panewu Kalasan juga telah mendatangi lokasi SPPG yang mengeluarkan surat kerja sama tersebut dan melakukan klarifikasi langsung. Awalnya, SPPG Kalasan dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (22/9/2025), namun operasionalnya ditunda hingga awal Oktober.

“SPPG tersebut sedianya akan mulai operasi hari ini, tapi diundur awal Oktober,” ungkapnya.

SPPG Kalasan tersebut beralamat di Jalan Jogja-Solo Km 14, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Berdasarkan pantauan pada Senin (22/9/2025) siang, SPPG itu belum beroperasi. Hanya terdapat pekerja yang melakukan perawatan di SPPG tersebut.

Pekerja tersebut mengatakan lokasi itu akan digunakan sebagai SPPG Kalasan 2 dengan Kepala SPPG yang diemban oleh Farida Cahyani Darmastuti. Meski begitu, pekerja itu menyebut seluruh fasilitas SPPG sudah lengkap dan tinggal beroperasi setelah menuntaskan rekrutmen pekerja dapur.

Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Kalasan 2, Farida Cahyani Darmastuti, belum memberikan respons terkait surat perjanjian kerja sama.

Tags: Agung ArmawantaFarida Cahyani Darmastutiharda kiswayaKalasanKejadian Luar BiasaMakan Bergizi GratisMBGperjanjian kerja samaSleman

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

June 5, 2026
Dosen Departemen Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Sarju Winardi saat menyampaikan paparanya terkait kebakaran misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Kamis (4/6/2026).

Tim UGM Duga Kebakaran Misterius di Seyegan Dipicu Gas dari Limbah Organik

June 5, 2026
Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

Pemkab Sleman Dorong Pemerataan Pembangunan Kalurahan Berbasis Potensi Lokal

June 5, 2026
Kondisi rumah di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026).

79 Kali Kebakaran Misterius di Seyegan Sleman, Pemilik Rumah Sebut Kerugian Capai Rp 40 Juta

June 2, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro Dorong Pemerataan Infrastruktur di Kawasan Perbatasan

May 31, 2026
Next Post
Ilustrasi kendaraan menggunakan strobo atau sirine. [vecteezy/Yulia Gapeenko]

Forum Cik Di Tiro Soroti Penggunaan Strobo, Tekankan Penggunaannya Oleh Aparat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.