• Tentang Kami
Wednesday, February 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Ibu-Ibu Yogyakarta Kembali Kritik Program MBG di Bundaran UGM

Kalis menambahkan, permasalahan MBG juga mencakup aspek rantai produksi, penyimpanan, hingga distribusi yang semuanya terpusat. Ia menilai belum ada pelibatan komunitas lokal, terutama ibu-ibu

byredaksi
October 4, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pegiat Suara Ibu Indonesia Yogyakarta, Kalis Mardiasih saat diwawancarai wartawan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2025)

Pegiat Suara Ibu Indonesia Yogyakarta, Kalis Mardiasih saat diwawancarai wartawan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2025). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia kembali menggelar diskusi terbuka atau rasan-rasan di Bundaran UGM, Jumat (3/9/2025).

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap belum tuntasnya persoalan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BERITA MENARIK LAINNYA

Mencium Pihak Tak Senang, Prabowo Tantang Berhadapan di Pilpres 2029

Puluhan Siswa SMA Negeri 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

Mereka menilai jumlah korban terus meningkat, sementara langkah pemerintah dianggap belum memadai dalam menangani situasi tersebut.

Kalis Mardiasih, pegiat Suara Ibu Indonesia, mengkritik kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang lebih fokus pada perekrutan koki dan pemasangan CCTV oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, masalah utama justru terletak pada pola tata kelola yang terlalu terpusat dan bernuansa militeristik.

“Sejak sore ini, kami kembali berkumpul membawa bekal dari komunitas masing-masing. Kritik kami bukan soal teknis semata, tapi sistem pengelolaan yang sangat sentralistik,” ujarnya.

Kalis menambahkan, permasalahan MBG juga mencakup aspek rantai produksi, penyimpanan, hingga distribusi yang semuanya terpusat. Ia menilai belum ada pelibatan komunitas lokal, terutama ibu-ibu, dalam proses penyediaan makanan.

“Dari penyimpanan hingga konsumsi, semua diatur secara sentralistik tanpa melibatkan keluarga atau komunitas. Tidak ada dialog dengan para ibu yang anaknya menjadi penerima makanan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pernyataan BGN yang kerap menyalahkan korban atas kasus keracunan. Menurutnya, anggapan bahwa anak-anak tidak terbiasa dengan makanan industrial seperti spagethy merupakan bentuk merendahkan masyarakat.

“Kasus diare setelah makan spaghetti, misalnya, justru seharusnya menjadi pintu masuk untuk mengecek kualitas bahan dan distribusi, bukan menyalahkan anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Diah Widuretno, pendiri Sekolah Pagesangan, mendesak agar program MBG dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai menu yang disajikan terlalu seragam dan tidak mencerminkan kekayaan pangan lokal.

“Salah satu yang harus diperbaiki adalah sistem menu yang terlalu sentralistik. Program ini perlu didesain lebih lokal dan dikelola oleh komunitas,” ujarnya.

Diah juga menekankan pentingnya melibatkan petani lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan, sehingga potensi pangan daerah dapat terserap dan tidak bergantung pada menu industrial.

Ia menambahkan, kelompok ibu-ibu akan terus memperkuat gerakan akar rumput untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan lokal.

“Ini bukti bahwa para ibu tidak tinggal diam. Sebagai orang yang setiap hari memberi makan anak-anaknya, kami tidak bisa membiarkan ancaman terhadap keselamatan mereka,” tegasnya.

(populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Bundaran UGMIbu-ibuKalis MardiasihkeracunanMakan Bergizi GratisMBGPresiden PrabowoSuara Ibu Indonesia

Related Posts

Presiden Prabowo saat bertaklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Mencium Pihak Tak Senang, Prabowo Tantang Berhadapan di Pilpres 2029

February 2, 2026
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menjenguk siswa SMA Negeri 2 Kudus yang dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus karena diduga keracunan MBG, Kamis (29/1/2026)

Puluhan Siswa SMA Negeri 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

January 29, 2026
Truk box pengangkut Makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Staf MBG Bakal Diangkat Sebagai PPPK, Pakar UMY: Ini Tidak Lazim

January 23, 2026
Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Next Post
Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Program Satu Bidan Satu Kampung di Runag Bima, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (3/9/2025).

Sebanyak 1169 Warga Kota Yogyakarta Kesulitan Akses Fasilitas Kesehatan, Hasto Siapkan Program Jemput Bola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.