• Tentang Kami
Monday, August 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Sebanyak 1169 Warga Kota Yogyakarta Kesulitan Akses Fasilitas Kesehatan, Hasto Siapkan Program Jemput Bola

Hasto ingin menjadikan para bidan sebagai rumah sakit tanpa atau puskesmas tanpa dinding dengan tindakan jemput bola. Sehingga ia ingin ada 2 rumah sakit atau 2 bidan dalam 1 kelurahan.

byredaksi
October 4, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Program Satu Bidan Satu Kampung di Runag Bima, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (3/9/2025).

Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Program Satu Bidan Satu Kampung di Runag Bima, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (3/9/2025). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta mewujudkan program Satu Kampung Satu Bidan jelang memperingati hari jadi yang ke- 269, Jumat (23/10/2025).

Sebanyak 45 bidan bakal diterjunkan di setiap Kelurahan di Kota Yogyakarta untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan bisa mengakses layanan kesehatan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satpol PP Kota Yogyakarta Amankan 7 Plang Milik Oknum Fotografer di Jalan Malioboro

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Para bidan tersebut bakal mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat melalui mekanisme yang terukur.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan salah satu fokus yang menjadi perhatian bagi keputusan para bidan adalah memastikan bayi yang lahir dengan kondisi yang baik.

“Pasangan suami istri yang melahirkan bayi. Mereka ini lah yang mengawal kelahiran bayi,” kata Hasto saat diwawancarai di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta. Ia berharap, bayi yang lahir di Kota Yogyakarta tidak mengalami stunting.

“Yang kedua karena Kota Yogyakarta ini kan edging population (populasi tua) 16 persen tertinggi di Indonesia, ini penyakit tidak menular,” katanya.

Hasto menyampaikan sampai saat ini masih banyak masyarakat di Kota Yogyakarta yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Selain karena faktor lanjut usia (lansia) mereka sulit menjangkau akses kesehatan akibat tinggal di wilayang yang kurang memadai, seperti gang-gang sempit yang membuat mobilitas pelayanan kesehatan sulit menjangkau.

Ia mendorong bidan sebagai yang mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta dapat memberikan layanan dari pintu ke pintu. “Di Kota ini banyak lho, di data yang ga bisa pergi ke puskesmas atau rumah sakit ini ada 1169 orang,” katanya.

Hasto ingin menjadikan para bidan sebagai rumah sakit tanpa atau puskesmas tanpa dinding dengan tindakan jemput bola. Sehingga ia ingin ada 2 rumah sakit atau 2 bidan dalam 1 kelurahan.

Ia menyampaikan dalam waktu satu bulan mendatang dirinya akan melakukan evaluasi dan melihat hasil kinerja dari para bidan melalui data kesehatan di wilayah dimana bidan diterjunkan.

“Dalam waktu 1 bulan, akan saya kumpulkan. Indikator nya jelas lho, saya minta di handphone dan laptop 5 mereka sudah ada datanya,” katanya.

“Sederhana saja, yang penting ada data berapa orang yang mengalami diabetes, hipertensi, dan segala macam,” katanya.

Semtara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menyampaikan bahwa program satu bidan satu kampung merupakan salah satu Quick Wins yang ingin dicapai.

“Kami ingin menghadirkan tenaga kesehatan di setiap kampung mendapatkan layanan akses cepat dan berkesinambungan,” katanya.

Sebelumnya, para bidan disebut Emma telah melewati serangkaian seleksi sebelum akhirnya dikukuhkan.

Emma menyampaikan, program ini juga didukung dengan diciptakannya aplikasi Jogja Sehat yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta.

“Aplikasi ini diharapkan dapat memperkuat pencatatan dan koordinasi dengan tenaga kesehatan serta lintas sektoral agar pelayanan lebih efektif dan transparan,” katanya.

(populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bidanEmma Rahmi Aryanihasto wardoyojemput bolakesehatanKota Yogyakarta

Related Posts

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, menunjukkan plang portabel milik oknum fotografer di Jalan Malioboro yang disita dan diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).

Satpol PP Kota Yogyakarta Amankan 7 Plang Milik Oknum Fotografer di Jalan Malioboro

August 5, 2026
Ilustrasi kencur

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

July 28, 2026
Kapolsek Mergangsan, AKP Anar Faudi, dan jajarannya menunjukkan barang bukti sebilah bambu dan gesper yang digunakan pelaku pengeroyokan di Jalan Ireda, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Ireda Yogyakarta Dibekuk, Korban Ternyata Salah Sasaran

July 21, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq.

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

July 19, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, ditemui di SMPN 10 Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Minat Pendaftar SMP Negeri di Kota Yogyakarta Melonjak, Pemkot Tambah Rombel Baru

July 14, 2026
Suasana hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 10 Yogyakarta, pada Senin (13/7/2026).

Hari Pertama MPLS, Wali Kota Hasto: Masa Orientasi Harus Bebas Bullying

July 14, 2026
Next Post
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Antisipasi Keracunan MBG, Guru Besar UGM Tekankan Hal Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.