• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

Rajwan menyebut sekitar 40 persen warga Kota Yogyakarta masih mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

byredaksi
July 19, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengungkapkan bahwa kondisi kualitas air di wilayah Kota Yogyakarta masih berada pada level sedang atau berstatus waspada. Penilaian tersebut diperoleh dari hasil pemantauan rutin terhadap aliran sungai dan air sumur milik warga.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi kualitas lingkungan sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap potensi pencemaran yang semakin meluas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Banyak UMKM di Kota Yogyakarta Tumbang, Kini Tinggal 7 Ribu yang Bertahan

Cerita Petugas Damkarmat Yogyakarta Evakuasi Kuda Tercebur Selokan di Umbulharjo

“Secara umum kualitas air di Kota Yogyakarta masih dalam fase waspada,” kata Rajwan saat ditemui wartawan, Minggu (19/7/2026).

Ia menuturkan, salah satu faktor yang membuat kualitas air belum membaik secara optimal adalah masih adanya limbah domestik yang dibuang langsung ke sungai. Padahal, sungai memiliki fungsi penting sebagai sumber daya alam yang harus dijaga kelestariannya.

“Kita harus mulai ada kepedulian terhadap kondisi air di sekitar kita. Sampai sekarang masih ada limbah domestik yang dialirkan ke sungai,” ujarnya.

Rajwan menegaskan, menjaga kualitas air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dengan mengelola limbah rumah tangga secara benar agar tidak mencemari lingkungan.

Sebagai upaya pencegahan, DLH terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan para pemangku wilayah agar limbah domestik dapat diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sewon sebelum dibuang ke lingkungan.

“Kami melakukan pembicaraan dengan masyarakat dan pemangku wilayah agar limbah domestik dapat dialirkan melalui IPAL Komunal Sewon,” jelasnya.

Selain memonitor kualitas air sungai, DLH juga rutin menguji kualitas air sumur warga. Hasilnya menunjukkan kondisi air sumur berbeda-beda di setiap wilayah, bergantung pada kondisi lingkungan setempat.

Rajwan menyebut sekitar 40 persen warga Kota Yogyakarta masih mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

“(Sebanyak 40 persen) rata-rata adalah warga yang masih mempunyai lahan di kawasan pinggiran seperti Kotagede, Umbulharjo, Tegalrejo, dan Wirobrajan. Kalau di dalam kota rata-rata sudah menggunakan PDAM,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang kualitas air sumurnya belum memenuhi standar, terutama karena terindikasi tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli), DLH merekomendasikan penggunaan layanan air bersih dari PDAM sebagai alternatif yang lebih aman.

“Untuk rumah-rumah yang kualitas airnya belum layak, kami menyarankan agar menggunakan saluran PDAM,” katanya.

Ia menambahkan, rekomendasi tersebut juga perlu dipertimbangkan dalam proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sehingga setiap bangunan memiliki akses terhadap sumber air yang memenuhi standar kesehatan.

Dalam upaya menjaga kualitas air, DLH bekerja sama dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Yogyakarta untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara pengelolaan infrastruktur IPAL komunal dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dalam pengawasan, edukasi masyarakat, maupun pengelolaan infrastruktur IPAL komunal,” tutup Rajwan. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: air sumurDinas Lingkungan HidupKota Yogyakartakualitas airRajwan Taufiqwaspada

Related Posts

Ilustrasi kegiatan UMKM di Kota Yogyakarta

Banyak UMKM di Kota Yogyakarta Tumbang, Kini Tinggal 7 Ribu yang Bertahan

July 8, 2026
Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta mengevakuasi seekor kuda penarik andong yang tercebur ke dalam selokan di Jalan Pramuka, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Minggu (28/6/2026) tengah malam.

Cerita Petugas Damkarmat Yogyakarta Evakuasi Kuda Tercebur Selokan di Umbulharjo

June 30, 2026
Sejumlah wisatawan mancanegara sedang melintas di Gang Hansip Karno Waluyo yang dijuluki Gang Internasional di Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).

Menjelajahi Gang Internasional di Tegalpanggung Yogyakarta, Jalur Pintas Favorit Turis Backpacker

June 29, 2026
Bambang Hartono (67), warga Kampung Papringan, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, menunjukkan kondisi atap rumahnya yang sudah lapuk, Minggu (28/6/2026).

2 Dekade Menahan Retak Jejak Gempa 2006, Rumah Lansia di Gondokusuman Akhirnya Diperbaiki

June 28, 2026
Benny Budyo Winahyu, ketua RT 53 Balirejo, Muja-Muju

Jalan Panjang Menata Kehidupan Kawasan Kumuh Bantaran Gajah Wong

June 22, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Junaidi bersama Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Untung Basuki Rachmad berdiskusi tentang peran Kampung Iklim di tengah upaya merespon perubahan iklim

Hadapi Cuaca Tak Menentu, Pemkab Sleman Perkuat Kampung Iklim

June 22, 2026
Next Post
Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Kantongi Hadiah Hampir Rp1 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright Β©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright Β©2025. populi.id - All Right Reserved.